Jumat, 27 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline AI & Cyber

Untuk Perkuat Daya Saing Startup AI Nasional Komdigi Gandeng Google

27 Februari 2026
in AI & Cyber
Reading Time: 2 mins read
startup AI

Para lulusan Google for Startups Accelerator dan AI Solutions Lab Indonesia 2025. (Foto: istimewa/google)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Google berkolaborasi lewat program Google for Startups Accelerator. Inisiatif ini merupakan bagian dari program besar Google Bangkit Bersama AI. Tujuannya memperkuat daya saing startup AI nasional mulai tahun 2025 hingga 2029.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid mengatakan, potensi Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Dengan populasi lebih dari 278 juta jiwa dan penetrasi internet 80,66%, lebih dari 2.500 startup aktif berkontribusi pada ekosistem digital.

“Ekosistem startup tidak cukup ditopang oleh modal. Penguatan membutuhkan mentorship, jejaring industri, akses pasar, eksposur investor, serta ruang eksperimen yang terstruktur. Namun, ekosistem harus diaktivasi melalui program konkret dan kolaborasi strategis. Salah satu bentuk aktivasi dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk kolaborasi dengan Google dalam program akselerasi startup, khususnya startup yang mengembangkan produk berbasis kecerdasan artifisial,” ungkapnya dikutip Jumat (27/2/2026).

Baca juga :   RuangAI Buka Beasiswa Full Untuk Pelatihan AI Bagi 10.000 Anak Muda

Meutia menegaskan, tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92%. Namun, pemerintah menilai pemanfaatannya untuk mendorong produktivitas dan penciptaan nilai tambah ekonomi masih perlu ditingkatkan.

“Walau dengan adopsi AI 92%, penggunaan AI untuk produktivitas di Indonesia masih minim. Karena itu kita berbahagia melihat lahirnya startup-startup baru yang siap memaksimalkan teknologi ini,” ucapnya lagi.

Kolaborasi jangka panjang ini bertujuan memperkuat kapasitas dan daya saing startup AI Indonesia dalam beberapa tahun ke depan (2025–2029). Melalui program ini, para founder mendapatkan dukungan teknologi, pendampingan, serta akses ekosistem untuk membangun solusi AI yang relevan dan berdampak.

Inisiatif Google for Startups Accelerator ini yang dimulai tahun 2025 telah meluluskan 63 startup, terdiri atas 43 startup tahap awal (early stage) dan 20 startup Series A.

Baca juga :   YouTube Uji Coba Fitur Belanja Layaknya E-Commerce

Beberapa startup peserta telah melahirkan inovasi dengan memanfaatkan AI di berbagai sektor. Seperti startup Analitica di sektor pendidikan, DayaTani di sektor pertanian, dan Nexmedis di sektor kesehatan adalah contohnya.

Analitica mengembangkan Interactive Cognitive Assistant (ICA), ekosistem pembelajaran generatif multimodal dengan mengintegrasikan Gemini 3, Gemini TTS, serta Nano Banana Pro di atas Firebase.

ICA mampu menghasilkan podcast dan video penjelasan singkat, serta mengubah pertanyaan siswa menjadi penjelasan audio atau visual yang dipersonalisasi. Sementara itu, DayaTani menghadirkan Pak Dayat, asisten pertanian berbasis LLM yang terintegrasi dengan WhatsApp.

Dengan generative AI, petani dapat mengirimkan pesan suara terkait kondisi tanaman, gejala penyakit, input, hingga pola cuaca, dan sistem akan menyimpan informasi tersebut sebagai memori kontekstual jangka panjang untuk memberikan rekomendasi spesifik.

Baca juga :   Google Gratiskan Fitur Hangouts Meet

Di sektor kesehatan, Nexmedis menciptakan MCU AI, sistem berbasis AI yang mengotomatisasi pembuatan laporan medical check-up. Didukung oleh Gemini Flash 2.0, solusi ini menganalisis data klinis, mengidentifikasi temuan abnormal, dan menghasilkan rekomendasi tindak lanjut yang dipersonalisasi dan berbasis bukti. Nexmedis memanfaatkan Model Armor untuk mendukung proses de-identifikasi data pribadi.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem ini, Komdigi menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub sebagai ruang kolaborasi antara startup AI, perusahaan teknologi global, serta investor modal ventura. Pemerintah menargetkan Indonesia dapat bertransformasi dari sekadar pasar digital menjadi pusat inovasi AI di kawasan ASEAN.

 

STEVY WIDIA

Tags: GoogleGoogle for Startups AcceleratorKementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)startup AI
Previous Post

CarbonEthics Dorong Integritas Pasar Karbon dan Regulasi Kuat di APEC ABAC 2026

Next Post

TEDxSampoerna University 2026, Bahas Kesiapan Gen Z Hadapi Era AI

Related Posts

Google
AI & Cyber

Google Blokir 1,75 Juta Aplikasi dan 80 Ribu Akun Pengembang

26 Februari 2026
0
startuo AI funding
Startup

Investor Guyur Startup AI Tahap Awal US$9 Miliar, Sektor Robotika dan Keamanan Siber Jadi Primadona

21 Februari 2026
0
Google Ventures (GV)
Startup

Investasi Startup dan Akuisisi Jumbo, Google Dominasi Ekosistem Venture Global

5 Februari 2026
0
Load More
Next Post
TEDxSampoerna University 2026

TEDxSampoerna University 2026, Bahas Kesiapan Gen Z Hadapi Era AI

Kemenag x British Council

Kementerian Agama dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah

pendanaan Fintech

Pendanaan Fintech Asia-Pasifik Mulai Stabil di Semester II 2025, Investor Fokus ke AI dan Infrastruktur

Discussion about this post

Recent Updates

pendanaan Fintech

Pendanaan Fintech Asia-Pasifik Mulai Stabil di Semester II 2025, Investor Fokus ke AI dan Infrastruktur

27 Februari 2026
Kemenag x British Council

Kementerian Agama dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah

27 Februari 2026
TEDxSampoerna University 2026

TEDxSampoerna University 2026, Bahas Kesiapan Gen Z Hadapi Era AI

27 Februari 2026
startup AI

Untuk Perkuat Daya Saing Startup AI Nasional Komdigi Gandeng Google

27 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
pendanaan Fintech

Pendanaan Fintech Asia-Pasifik Mulai Stabil di Semester II 2025, Investor Fokus ke AI dan Infrastruktur

27 Februari 2026
Kemenag x British Council

Kementerian Agama dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah

27 Februari 2026
TEDxSampoerna University 2026

TEDxSampoerna University 2026, Bahas Kesiapan Gen Z Hadapi Era AI

27 Februari 2026
startup AI

Untuk Perkuat Daya Saing Startup AI Nasional Komdigi Gandeng Google

27 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version