Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline ANALYZE

Studi AFTECH–Mandala: 30% Penduduk Dewasa Indonesia Masih Tak Terjangkau Kredit Formal

13 Februari 2026
in ANALYZE
Reading Time: 2 mins read
Studi AFTECH–Mandala

Studi AFTECH–Mandala: 30% Penduduk Dewasa Indonesia Masih Tak Terjangkau Kredit Formal (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - White Paper yang diluncurkan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Mandala Consulting mengungkap masih besarnya kesenjangan akses kredit formal di Indonesia. Studi tersebut menemukan sekitar 30% penduduk dewasa Indonesia masih financially excluded dan 48% tergolong underbanked.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, mengatakan stagnasi akses kredit terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat.

“White paper ini menegaskan bahwa perluasan akses kredit di Indonesia tidak dapat bergantung pada satu kanal pembiayaan saja. Kolaborasi yang bertanggung jawab antara perbankan dan pindar menjadi kunci penting untuk menjangkau segmen masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal,” kata Firlie dalam peluncuran White Paper di Jakarta, dikutip Jum’at (13/2/2026).

Studi tersebut juga mencatat rasio kredit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih berada di kisaran 36,4% pada periode 2024–2025, jauh di bawah rata-rata negara berpendapatan menengah atas yang mencapai 74,46% maupun negara berpendapatan menengah bawah sebesar 62,72%, berdasarkan data World Bank.

Baca juga :   Windy Natriavi: Tawarkan Solusi Keuangan Bagi Masyarakat Bawah

CEO Mandala Consulting, Manggala Putra Santosa, menyebut rendahnya rasio kredit dipengaruhi ketatnya persyaratan kredit formal serta masih luasnya segmen masyarakat produktif yang belum terjangkau lembaga keuangan konvensional.

“Ini bukan semata persoalan kemampuan ekonomi, tetapi keterbatasan sistem penilaian risiko konvensional yang belum sepenuhnya dirancang untuk membaca profil masyarakat produktif di sektor nonformal,” ujar Manggala.

Pindar Tumbuh 34% per Tahun

Hasil studi menunjukkan terjadi pergeseran kanal pembiayaan. Meski perbankan masih menjadi penyedia kredit terbesar, platform pinjaman daring (pindar) menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat, yakni sekitar 34% per tahun sepanjang 2019–2024.

Menurut Manggala, pertumbuhan tersebut didorong oleh kemampuan pindar dalam memanfaatkan teknologi digital dan data alternatif untuk credit scoring.

Baca juga :   Keamanan Cloud: Kunci Daya Saing Ekonomi Digital ASEAN

“Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi pembiayaan formal belum sepenuhnya mengalir. Tantangan utamanya ada pada kepercayaan, data, dan dokumentasi. Di sinilah pindar memiliki fleksibilitas dan kecepatan untuk merangkul segmen yang belum terlayani,” katanya.

Studi juga menemukan peran perbankan sebagai penyedia likuiditas utama industri pindar terus meningkat. Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan pendanaan bank ke pindar naik dari Rp4,5 triliun pada 2021 menjadi Rp46,1 triliun pada 2024.

Kepala Departemen P2P Lending AFTECH sekaligus Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, mengatakan kolaborasi ini menuntut kesiapan tata kelola industri fintech.

“Platform pindar yang kredibel sudah memiliki kesiapan untuk mengimbangi standar perbankan. Beberapa bank internasional di Indonesia bahkan aktif bekerja sama dengan pindar. Ini menunjukkan industri pindar kita sudah dipercaya oleh perbankan,” ujar Nucky.

Baca juga :   OJK Dorong Kepercayaan Publik Pada Platform Digital Melalui Identitas Digital yang Aman

Temuan lain menunjukkan pindar berfungsi sebagai pintu masuk ke sistem keuangan formal. Studi Cambridge Centre for Alternative Finance (2022) yang dikutip dalam White Paper mencatat lebih dari 50% peminjam pindar meningkatkan penggunaan rekening tabungan, dan lebih dari 35% mengajukan pinjaman bank setelah melunasi pinjaman pindar.

Survei Mandala Consulting juga menunjukkan hampir 50% responden mengakses kredit bank setelah menyelesaikan kewajiban di platform pindar.

Nucky menilai sinergi bank dan pindar dapat menutup kesenjangan akses kredit nasional.

“Pindar bisa menjadi ruang awal membangun rekam jejak kredit sebelum masuk ke sistem perbankan. Jika tata kelola terus diperkuat, sinergi ini bisa menjadi batu loncatan menuju inklusi keuangan yang lebih merata dan ekonomi yang lebih tangguh,” tutup Nucky.

 

STEVY WIDIA

Tags: Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech)financially excludedMandala Consultingunderbankedwhitepaper
Previous Post

ShopeePay Luncurkan Kampanye Gebyar Ramadan 2026 dengan Promo dan Hadiah Umrah

Next Post

Biogas dan Solar Dryer House Mulai Dimanfaatkan di Sukabumi untuk Energi Terbarukan Berbasis Desa

Related Posts

AFTECH
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
0
Easycash MOJANG
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Gen Z, Easycash dan AFTECH Luncurkan Modul MOJANG

10 Februari 2026
0
AFTECH dan AMVESINDO Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja dan Pendanaan Startup Fintech
STARTUP

AFTECH dan AMVESINDO Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja dan Pendanaan Startup Fintech

12 Desember 2025
0
Load More
Next Post
biogas dan Solar Dryer House

Biogas dan Solar Dryer House Mulai Dimanfaatkan di Sukabumi untuk Energi Terbarukan Berbasis Desa

Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah Terhambat Regulasi

Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah Terhambat Regulasi

Discussion about this post

Recent Updates

Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah Terhambat Regulasi

Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah Terhambat Regulasi

13 Februari 2026
biogas dan Solar Dryer House

Biogas dan Solar Dryer House Mulai Dimanfaatkan di Sukabumi untuk Energi Terbarukan Berbasis Desa

13 Februari 2026
Studi AFTECH–Mandala

Studi AFTECH–Mandala: 30% Penduduk Dewasa Indonesia Masih Tak Terjangkau Kredit Formal

13 Februari 2026
ShopeePay

ShopeePay Luncurkan Kampanye Gebyar Ramadan 2026 dengan Promo dan Hadiah Umrah

13 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah Terhambat Regulasi

Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di Daerah Terhambat Regulasi

13 Februari 2026
biogas dan Solar Dryer House

Biogas dan Solar Dryer House Mulai Dimanfaatkan di Sukabumi untuk Energi Terbarukan Berbasis Desa

13 Februari 2026
Studi AFTECH–Mandala

Studi AFTECH–Mandala: 30% Penduduk Dewasa Indonesia Masih Tak Terjangkau Kredit Formal

13 Februari 2026
ShopeePay

ShopeePay Luncurkan Kampanye Gebyar Ramadan 2026 dengan Promo dan Hadiah Umrah

13 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version