Kamis, 29 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline ANALYZE

Tren Rekrutmen 2026: Evolusi AI dari Adopsi ke Integrasi Keterampilan

29 Januari 2026
in ANALYZE
Reading Time: 2 mins read
Tren Rekrutmen 2026

Tren Rekrutmen 2026: Evolusi AI dari Adopsi ke Integrasi Keterampilan (Foto: Ilustrasi/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global, pasar kerja nasional justru diproyeksikan tetap solid. Jika tahun 2023 hingga 2025 adalah fase pengenalan, maka 2026 adalah fase optimalisasi. Artificial Intelligence (AI) tidak lagi sekadar alat bantu rekrutmen, tetapi telah mengubah definisi kompetensi itu sendiri.

Data dari laporan eksklusif hiring, Compensation, and Benefits 2025 dari Jobstreet by SEEK menemukan bahwa dengan meningkatnya penggunaan AI dalam beberapa tahun terakhir, 71% perusahaan di Indonesia saat ini juga mempertimbangkan pengetahuan AI kandidat saat merekrut.

Acting Managing Director untuk Indonesia Jobstreet by SEEK Wisnu Dharmawan mengungkapkan, dari perkembangan tersebut, keterampilan terkait AI tentunya akan semakin dibutuhkan lintas fungsi.

“AI tidak lagi eksklusif milik engineer, tetapi menjadi keharusan untuk berbagai divisi termasuk pemasaran, operasional, hingga keuangan. Kuncinya terletak pada AI literacy (kecakapan AI), data literacy, dan kemampuan mengintegrasikan AI ke alur kerja untuk mendongkrak produktivitas,” katanya dalam keterangan dikutip Kamis (29/1/2026).

Baca juga :   Bukalapak dan Standard Chartered Rilis Layanan Bank Digital

Menurut Wisnu, sebagai dampaknya, kita akan melihat pergeseran relevansi keterampilan. Pekerjaan yang bersifat repetitif dan klerikal (administratif rutin) akan semakin tergerus otomatisasi.

Sebaliknya, nilai tambah manusia akan bergeser ke kemampuan analisis, pemecahan masalah yang kompleks, kreativitas, dan pengambilan keputusan berbasis data.

“Bagi pekerja, ini saatnya mengevaluasi apakah pekerjaan sehari-hari didominasi tugas rutin yang mudah di otomasi; jika ya, itu sinyal untuk mulai berinvestasi pada keterampilan baru,” ujarnya.

Di sisi lain, strategi perusahaan untuk mempertahankan pekerja tidak bisa lagi pasif. Identifikasi apakah tim di masing-masing perusahaan memiliki “sunset skills” yaitu keterampilan rutin yang mudah di otomasi. Jika hal ini dimiliki, maka perusahaan harus proaktif melakukan upskilling internal daripada sekadar merekrut pekerja baru. Fokus pada kombinasi skill teknis (seperti cloud atau cybersecurity) dan human skills (komunikasi dan kolaborasi).

Baca juga :   Keamanan Cloud: Kunci Daya Saing Ekonomi Digital ASEAN

“Cara sederhananya, bandingkan deskripsi pekerjaan di perusahaan dengan lowongan terkini di pasar tenaga kerja. Bila pasar mulai menuntut elemen AI, data, atau cloud yang belum dimiliki tim saat ini, itu sinyal perlunya program upskilling terarah dari perusahaan,” ungkap Wisnu.

Tantangan lain juga muncul dari lintas negara. Laporan Decoding Global Talent 2024 dari SEEK menunjukkan sekitar 67% pekerja Indonesia berminat untuk bekerja di luar negeri. Angka ini didorong oleh keinginan mengejar eksposur global serta kualitas hidup yang lebih baik.

Bagi perusahaan Indonesia, ini adalah peringatan sekaligus peluang. Penting untuk memperkuat strategi retensi agar talenta terbaik melihat masa depan karir di dalam negeri. Selain penyesuaian kompensasi, perusahaan perlu menawarkan jalur karir yang jelas, kesempatan pembelajaran global, dan fleksibilitas kerja yang kompetitif secara internasional.

Baca juga :   JobStreet by SEEK Sediakan Solusi Rekrutmen Bagi UKM

Di sisi lain, perusahaan juga bisa mulai memanfaatkan cross-border recruitment melalui platform global seperti Jobstreet by SEEK untuk mengisi celah keterampilan khusus yang sulit ditemukan di pasar lokal.

“Tahun 2026 bukan sekadar tentang siapa yang merekrut paling cepat, tetapi siapa yang mampu memetakan potensi talenta paling akurat. Bagi pencari kerja, portofolio dan kredensial mikro (micro-credentials) akan menjadi bukti kompetensi yang lebih bernilai dibanding gelar semata,” tutup Wisnu.

 

STEVY WIDIA

Tags: Artificial Intelligence (AI)JobStreet by SEEKTren Rekrutmen 2026
Previous Post

Perkuat Layanan PoC, Hytera Luncurkan Platform Lokal di Indonesia

Next Post

Meta Hadirkan Fitur Perlindungan dari Serangan Siber di WhatsApp

Related Posts

Grab AI DevX Connect 2026
ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Grab AI DevX Connect 2026, Dorong Talenta Lokal Kelola AI Skala Besar

29 Januari 2026
0
Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia
ARTIFICIAL INTELLIGENCE

AI Diperkirakan Dapat Menyelesaikan Sebagian Besar Kasus Layanan Pelanggan di Indonesia Pada 2027

23 Januari 2026
0
AMD
ARTIFICIAL INTELLIGENCE

AMD Dorong Potensi AI Berdampak Nyata di Dunia

7 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Meta

Meta Hadirkan Fitur Perlindungan dari Serangan Siber di WhatsApp

Discussion about this post

Recent Updates

Meta

Meta Hadirkan Fitur Perlindungan dari Serangan Siber di WhatsApp

29 Januari 2026
Tren Rekrutmen 2026

Tren Rekrutmen 2026: Evolusi AI dari Adopsi ke Integrasi Keterampilan

29 Januari 2026
Hytera

Perkuat Layanan PoC, Hytera Luncurkan Platform Lokal di Indonesia

29 Januari 2026
Grab AI DevX Connect 2026

Grab AI DevX Connect 2026, Dorong Talenta Lokal Kelola AI Skala Besar

29 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Meta

Meta Hadirkan Fitur Perlindungan dari Serangan Siber di WhatsApp

29 Januari 2026
Tren Rekrutmen 2026

Tren Rekrutmen 2026: Evolusi AI dari Adopsi ke Integrasi Keterampilan

29 Januari 2026
Hytera

Perkuat Layanan PoC, Hytera Luncurkan Platform Lokal di Indonesia

29 Januari 2026
Grab AI DevX Connect 2026

Grab AI DevX Connect 2026, Dorong Talenta Lokal Kelola AI Skala Besar

29 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version