Minggu, 29 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Bekraf Gelar Workshop Cara Dapatkan Pembiayaan

19 Februari 2018
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Bekraf Gelar Workshop Cara Dapatkan Pembiayaan

Syaifullah Direktur Akses Non Perbankan Bekraf. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Salah satu masalah penting dalam membangun usaha, terutama di bidang kreatif adalah permodalah. Untuk itu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersinergi dengan sumber pembiayaan non perbankan menggelar Workshop Bekraf Get Funded.

Pada kesempatan ini, Bekraf menggandeng entrepreneur sukses, Nalin Singh, untuk menjelaskan cara mendapatkan pembiayaan kepada lebih dari 200 pengusaha rintisan (startup) maupun pelaku ekonomi kreatif (ekraf).

Tak hanya itu dikesempatan yang sama Bekraf juga turut berupaya dalam meningkatkan pemahaman startup maupun pelaku ekraf terkait permodalan non perbankan dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menarik minat investor.

“Bekraf sebagai PIC untuk pengembangan tumbuh kembang ekonomi kreatif di Indonesia mencoba bersinergi dengan siapapun, baik BUMN, Kementerian/Lembaga, maupun swasta untuk menumbuh kembangkan ekraf,” ungkap, Syaifullah Direktur Akses Non Perbankan Bekraf di Jakarta Digital Valley, Menara Multimedia Jakarta belum lama ini.

Baca juga :   Sinergi Danamon, Adira Finance dan MUFG Hadirkan Solusi Finansial di IIMS 2024

Menurut Syaifullah, kontribusi ekraf yang terus meningkat dari tahun ke tahun yang bahkan melebihi perkembangan ekonomi nasional. Menurutnya, permasalahan awal yang dihadapi startup maupun pelaku ekraf yaitu akses pembiayaan.

Sementara itu, Nalin Singh mengatakan sebagai entrepreneur, tentunya harus melaksanakan berbagai tugas mulai dari membuat produk, menemukan klien, menjualnya, hingga menemukan orang yang bersedia bekerja serta menemukan stakeholder yang mau berinvestasi dan mengurus semua dokumen legal, dan harus berkompetisi.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam perjalanan startup, permasalahan terbesar entrepreneur adalah mendapatkan pendanaan yang sesuai usaha. Menurutnya, bahwa tidak mudah mendapatkan pembiayaan dari orang lain. Bahkan, 90% startup gulung tikar dalam dua tahun pertama.

Baca juga :   UNS Gelar Program Inkubasi Startup Untuk 7 Fokus Bisnis

“Jadi penting untuk mengetahui investor yang potensial untuk memberikan investasi. Saran saya disini lakukan riset investor potensial yang sesuai dan mau memberikan pembiayaan. Sehingha bagaimana kamu berperilaku dan bertindak, sangat penting. Miliki bahasa tubuh yang benar (untuk mendapatkan investor),” ucap Nalin.

Jeffry, mewakili Indigo Telkom menjelaskan agar sekiranya startup yang ingin mendapatkan investasi untuk tidak meniru bisnis orang lain. “Saya sarankan jangan jadi copier dari startup yang sukses. Cari ide original,” ucapnya.

“Ada tiga komponen utama yang harus dimiliki untuk mendapatkan investasi, yaitu ahli teknologi, marketing, dan keuangan, ” sambungnya.

Workshop ini adalah panduan praktis seputar cara mendapatkan pembiayaan, investor yang dituju, serta mendapatkan dampak maksimal. Workshop ini membantu penilaian kesiapan perusahaan untuk pendanaan, menentukan jenis pendanaan yang dibutuhkan, mengajari cara membuat dan meyampaikan pitch kepada investor, melindungi diri startup maupun pelaku ekraf dari kesepakatan pendanaan, menginformasikan cara negosiasi kesepakatan pendanaan, serta membantu memahami perjanjian pemegang saham.

Baca juga :   Kredivo Beri Cicilan 0% Untuk Akomodir Peningkatan Transaksi Jelang Lebaran

Workshop Bekraf Get Funded diharapkan membantu startup maupun pelaku ekraf dalam meningkatkan bisnis yang ada maupun merintis usaha baru. Sehingga, startup serta pelaku ekraf diharapkan lebih dipercaya sumber permodalan sekaligus memperluas akses permodalan mereka.

 

FAHRUL ANWAR

Tags: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)permodalan non perbankanstartup
Previous Post

Kemenperin Siap Bersinergi Dengan Startup

Next Post

Akses Pembiayaan Hambat UMKM Naik Kelas

Related Posts

Startup Stablecoin BVNK
Digital Business

Mastercard Akuisisi Startup Stablecoin BVNK Senilai US$1,8 Miliar

24 Maret 2026
0
Startup Capunglam
Startup & Entrepreneurship

Startup Capunglam Hadirkan Model Usaha Pangan Skala Rumah Tangga

9 Maret 2026
0
investasi startup Indonesia 2025
Startup & Entrepreneurship

Investasi Startup Indonesia 2025 Tembus US$355 Juta: Sektor New Retail dan Fintech Mendominasi

5 Maret 2026
0
Load More
Next Post
Akses Pembiayaan Hambat UMKM Naik Kelas

Akses Pembiayaan Hambat UMKM Naik Kelas

Invisimos, Alat Pemantau Pasien Rumah Sakit

Invisimos, Alat Pemantau Pasien Rumah Sakit

Yoga Mandala : Kembangkan Direktori Online Berbasis Big Data Untuk Bisnis Komersial

Yoga Mandala : Kembangkan Direktori Online Berbasis Big Data Untuk Bisnis Komersial

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version