youngster.id - Triv Foundation berkolaborasi dengan MEXC Foundation menggelar program Beasiswa F.I.R.E (Future Innovators in Rising Economy). Beasiswa ini dirancang sebagai inisiatif pengembangan talenta untuk menumbuhkan calon pemimpin blockchain dan Web3 Indonesia melalui pendekatan pendidikan terstruktur, pendampingan (mentorship), serta paparan langsung terhadap praktik industri.
CEO & Founder Triv Gabriel Rey mengatakan, Beasiswa ini ditujukan untuk menjembatani kesenjangan penting dalam ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat, yaitu menghubungkan keunggulan akademik dengan keahlian praktis dalam bidang blockchain. Sekaligus dapat membuat generasi muda Indonesia lebih sukses dalam meniti karier di ekonomi digital, terutama di sektor blockchain dan Web3.
“Karena melihat tren di seluruh dunia most the billionaire datang dari sektor teknologi. Harapan kami, Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi digital paling maju se-Asia Tenggara,” ucapnya dikutip, Rabu (21/1/2026).
Program ini mendapat sambutan antusias sejak diumumkan pada November 2025.
“Minat mahasiswa jauh melebihi ekspektasi awal. Antusiasme ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki rasa ingin tahu dan kesiapan tinggi untuk terlibat lebih dalam di industri blockchain, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai builder dan innovagor,” ucapnya dikutip dari siaran pers, Rabu (21/1/2026).
Menurut Gabriel, program ini menitikberatkan pada pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industry, mulai dari pengenalan fundamental blockchain dan Web3 hingga penerapan use case nyata. Selain itu, ada pengembangan keterampilan teknis dan non-teknis seperti problem solving, critical thinking, dan kolaborasi.
“Melalui F.I.R.E Mentorship Lab, peserta dibimbing langsung oleh praktisi industri untuk mengerjakan studi kasus serta simulasi permasalahan riil,” katanya.
Kini Beasiswa F.I.R.E telah memasuki fase seleksi dan onboarding peserta. Para peserta terpilih saat ini mengikuti rangkaian awal program, termasuk pengenalan kurikulum, sesi foundational blockchain, serta persiapan menuju fase pendampingan intensif melalui F.I.R.E Mentorship Lab.
Program ini telah menjaring delapan mahasiswa berprestasi. Mereka terdiri dari dua mahasiswa Universitas Indonesia, tiga mahasiswa Universitas Bina Nusantara, dan tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
“Jumlah peserta tersebut masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses seleksi lanjutan,” ujarnya.
Profil peserta menunjukkan keragaman latar belakang akademik. Mereka berasal dari jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Data Science, Ekonomi, Bisnis, hingga Manajemen. Sejumlah peserta juga datang dari latar belakang non-teknis yang memiliki minat kuat pada pengembangan teknologi blockchain dan Web3.
“Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem blockchain semakin diminati lintas disiplin,” kata Gabriel.
Sementara itu, Indonesia Country Manager MEXC Foundation Excelsior menyampaikan, Indonesia ditempatkan sebagai prioritas strategis MEXC Foundation di Asia Tenggara. Pertimbangan tersebut didasarkan pada besarnya populasi muda, tingginya tingkat adopsi teknologi digital, serta komunitas kripto dan blockchain yang dinilai sangat aktif.
“Hal ini menjadikan Indonesia sebagai talent pool strategis untuk pengembangan ekosistem blockchain di Asia Tenggara dan global,” katanya.
Menurut Excelsior, Beasiswa F.I.R.E menjadi platform yang relevan untuk memperkenalkan talenta Indonesia pada standar global. MEXC Foundation memandang Beasiswa F.I.R.E sebagai inisiatif jangka panjang.
“Dengan kurikulum dan mentorship berkelas internasional, program ini dinilai mampu menyiapkan mahasiswa Indonesia agar dapat berkontribusi pada proyek global, bersaing di perusahaan Web3 internasional, serta berkembang sebagai founder atau developer blockchain,” pungkasnya.
STEVY WIDIA
