youngster.id - Bagi generasi muda, membangun kondisi finansial yang lebih sehat tidak lagi hanya soal menabung. Investasi mulai menjadi bagian dari cara mengelola uang untuk mempersiapkan kebutuhan di masa depan. Namun, keinginan untuk berinvestasi juga diikuti kebutuhan terhadap akses yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kebiasaan digital sehari-hari.
Salah satu instrumen yang masih menjadi pilihan adalah emas. Investasi emas dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan, sementara perkembangan layanan digital membuat akses terhadap emas investasi semakin mudah. Perubahan ini ikut mengubah cara anak muda memulai investasi, dari proses yang sebelumnya identik dengan berbagai tahapan menjadi aktivitas yang dapat dilakukan melalui perangkat yang digunakan sehari-hari.
Head of Retail & Digital Business BCA Digital Edwin Tirta mengatakan, kebutuhan anak muda terhadap layanan investasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga kemudahan penggunaan.
“Kami di blu sangat memahami bahwa anak muda saat ini membutuhkan layanan investasi yang tidak hanya aman, tetapi juga seamless dan approachable. Lewat kehadiran bluInvest Emas hasil kolaborasi dengan Pegadaian, kami ingin mempermudah nasabah untuk memulai perjalanan investasinya tanpa ribet,” kata Edwin dikutip Sabtu (19/9/2026).
Kebutuhan tersebut salah satunya dijawab melalui kolaborasi PT Bank Digital BCA (BCA Digital) dan PT Pegadaian (Persero) yang menghadirkan bluInvest Emas di aplikasi blu.
Melalui fitur ini, nasabah dapat membuka rekening Tabungan Emas Pegadaian, melakukan pembelian dan penjualan emas, hingga memantau nilai portofolio secara real-time langsung dari aplikasi blu. Integrasi tersebut membuat berbagai aktivitas investasi dapat dilakukan tanpa perlu berpindah platform.
Salah satu hal yang membuat investasi emas dapat dimulai secara bertahap adalah nominal pembeliannya. Melalui bluInvest Emas, nasabah dapat membeli emas mulai dari Rp10.000 dengan batas maksimal 100 gram per hari untuk setiap nasabah.
Transaksi jual maupun beli emas melalui fitur tersebut juga tidak dikenakan biaya transaksi. Selain itu, nasabah mendapatkan bebas biaya administrasi tahunan selama 12 bulan pertama. Setelah periode tersebut, biaya administrasi ditetapkan sebesar Rp30.000 per tahun dan dipotong secara otomatis dari saldo emas.
Menurut Edwin, integrasi tersebut merupakan bagian dari upaya blu menghadirkan layanan yang dapat mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin terbiasa mengelola berbagai aktivitas melalui platform digital.
“Semua proses, mulai dari registrasi Tabungan Emas, transaksi jual-beli, hingga monitoring nilai portofolio secara real-time, dapat diselesaikan langsung di dalam aplikasi blu tanpa perlu repot berpindah platform. Ini merupakan wujud komitmen blu sebagai trusted financial companion yang terus relevan dengan gaya hidup masyarakat modern,” katanya.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pegadaian memperluas akses investasi berbasis emas melalui ekosistem digital. Head of Digital PT Pegadaian (Persero), Supriyanto, mengatakan integrasi dengan aplikasi blu diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam mengelola portofolio emas.
“Pegadaian sangat antusias dengan sinergi bersama blu by BCA Digital dalam memperluas jangkauan inklusi keuangan berbasis emas. Tabungan Emas Pegadaian telah lama menjadi instrumen investasi favorit masyarakat karena sifatnya yang aman, stabil, dan minim risiko,” kata Supriyanto.
Selain menyimpan emas secara digital, pengguna juga memiliki pilihan untuk mengubah kepemilikan tersebut menjadi emas fisik. Pengajuan pencetakan dapat dilakukan melalui aplikasi Tring.
Pada akhirnya, perubahan cara mengakses investasi menjadi bagian dari perkembangan kebiasaan finansial generasi muda. Jika membangun aset sebelumnya terasa membutuhkan banyak persiapan, teknologi kini memungkinkan langkah awal dilakukan dari perangkat yang sudah digunakan setiap hari.
Tantangannya kemudian bukan hanya bagaimana memulai investasi, tetapi bagaimana membangun kebiasaan tersebut secara konsisten dan tetap sesuai dengan tujuan serta kemampuan finansial masing-masing.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post