youngster.id - Kemampuan menggunakan kecerdasan buatan (AI) kini tak lagi menjadi nilai tambah, melainkan mulai menjadi kebutuhan di berbagai industri. Bagi banyak anak muda yang tengah mempersiapkan karier, perubahan ini menghadirkan tantangan sekaligus pertanyaan baru: keterampilan apa yang harus dipelajari agar tetap relevan di dunia kerja?
Menjawab kebutuhan tersebut, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) meluncurkan Future Ready, sebuah ekosistem pengembangan talenta digital yang menghubungkan pelatihan, sertifikasi, mentoring, magang, hingga peluang kerja.
Program ini hadir di tengah kebutuhan industri yang terus berubah akibat pesatnya perkembangan teknologi. Keahlian di bidang artificial intelligence (AI), data analytics, cloud computing, cybersecurity, hingga teknologi jaringan menjadi semakin dibutuhkan, sementara banyak perusahaan masih kesulitan menemukan talenta yang siap kerja.
Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan Future Ready dirancang berbeda dari program pelatihan pada umumnya. Menurutnya, banyak program pengembangan kompetensi berhenti pada tahap pelatihan atau sertifikasi tanpa memberikan jalur yang jelas menuju dunia kerja.
“Future Ready bukan sekadar program pelatihan, melainkan sebuah ekosistem yang menghubungkan proses learning to earning sehingga pengembangan kompetensi benar-benar dapat bermuara pada peluang karier yang nyata,” ujar Merza dalam peluncuran program di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Program yang bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan ini memberikan pembelajaran yang terintegrasi. Mulai dari pelatihan digital, peningkatan keterampilan, sertifikasi kompetensi, mentoring bersama praktisi, pengalaman magang, hingga peluang rekrutmen melalui perusahaan mitra.
“Bagi kami keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga dari banyaknya talenta muda yang berhasil memperoleh pengalaman industri maupun pekerjaan setelah mengikuti program,” katanya lagi.
Sementara itu, Director & Chief People Officer XLSMART, Jeremiah Ratadhi, menjelaskan seluruh tahapan program ini disusun berdasarkan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesempatan membangun pengalaman kerja yang relevan sebelum memasuki dunia profesional,” ucapnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, XLSmart telah menggandeng sejumlah mitra strategis, antara lain ZTE dan Eka Tjipta Foundation. Ke depan, kolaborasi juga akan diperluas dengan perusahaan, institusi pendidikan, penyedia teknologi, platform pembelajaran, komunitas, serta mitra rekrutmen agar semakin banyak peserta yang dapat mengakses peluang karier.
Sementara itu, Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Mirza memaparkan, Future Ready menargetkan mampu menjangkau 1 juta talenta muda Indonesia melalui aplikasi Sisternet dan situs Future Ready. Program ini terbuka untuk umum dengan batas lulusan SMA dan sederajat. Para peserta akan melalui proses seleksi bertahap.
“Selain itu, program ini menargetkan penerbitan 10.000 sertifikat penyelesaian pelatihan serta membantu sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industry,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini, Future Ready dapat diakses melalui aplikasi Sisternet maupun situs resmi Future Ready. Peserta dapat memilih pelatihan sesuai minat dan kebutuhan kompetensi digital yang ingin dikembangkan.
Indonesia yang saat ini tengah menikmati bonus demografi. Sekitar 68% penduduk berada pada usia produktif, namun kesiapan kompetensi tenaga kerja dinilai belum sepenuhnya mampu mengikuti kebutuhan industri digital. Berbagai studi juga menunjukkan sekitar 90% pekerjaan di masa depan akan membutuhkan keterampilan digital dasar, sementara tiga dari sepuluh perusahaan di Indonesia masih mengalami kesulitan mendapatkan talenta digital yang sesuai.
Di tengah semakin pesatnya adopsi AI dan transformasi digital di berbagai sektor, penguasaan keterampilan digital diperkirakan akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing tenaga kerja muda.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post