youngster.id - Platform perjalanan Traveloka meluncurkan Traveloka SEA Index edisi perdana untuk kuartal kedua (Q2) 2026. Laporan berkala ini menyajikan analisis mengenai tren perjalanan wisatawan berdasarkan data pemesanan dan pencarian di lima negara utama Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Temuan edisi Q2 2026 menunjukkan perubahan perilaku wisatawan di kawasan Asia Tenggara. Masyarakat kini tidak hanya sekadar bepergian lebih sering, tetapi juga memprioritaskan kualitas perjalanan (traveling better) dengan memilih destinasi yang lebih jauh, memperpanjang durasi menginap, serta mengalokasikan anggaran untuk pengalaman wisata yang lebih bernilai.
VP of Product Accommodation Traveloka, Umang Choudhary, menjelaskan bahwa indeks ini dirancang untuk memberikan gambaran berbasis data riil mengenai arah pergerakan wisatawan setiap kuartalnya.
“Indeks ini memperlihatkan wisatawan Asia Tenggara yang kian percaya diri dan penasaran. Mereka bersedia bepergian lebih jauh, menginap lebih lama, dan berinvestasi pada pengalaman yang berkesan, terutama di kawasan pesisir Asia Tenggara,” ujar Umang, Selasa (18/8/2026).
Destinasi Domestik dan Internasional Favorit
Berdasarkan indikator Demand Score (0–100) yang mengukur pertumbuhan pemesanan tahunan (year-on-year), dinamika perjalanan wisatawan di lima pasar utama Asia Tenggara menunjukkan preferensi destinasi yang beragam.
- Indonesia: Destinasi domestik tertinggi diraih oleh Malang (Skor 90), sementara tujuan internasional utama dipimpin oleh Seoul (Skor 99).
- Malaysia: Kuala Terengganu menjadi tujuan domestik teratas (Skor 76), sedangkan Krabi memimpin destinasi internasional (Skor 100).
- Singapura: Layanan staycation lokal mencatatkan pemesanan domestik (Skor 20), dengan Fukuoka menjadi destinasi internasional paling diminati (Skor 100).
- Thailand: Destinasi domestik tertinggi diraih Nakhon Phanom (Skor 92), sementara tujuan internasional didominasi Seoul (Skor 100).
- Vietnam: Phú Quốc memimpin destinasi domestik (Skor 100), sedangkan Tokyo menjadi tujuan internasional favorit (Skor 96).
Tren Utama Perjalanan di Asia Tenggara
Perkembangan tren perjalanan di Asia Tenggara sepanjang kuartal kedua 2026 didorong oleh sejumlah perubahan preferensi wisatawan secara signifikan. Kawasan pantai di Asia Tenggara menjadi magnet utama pelesir, dengan kota-kota pesisir di Vietnam seperti Phú Quốc—yang mencatatkan pertumbuhan pemesanan hingga 86% YoY—serta Da Nang mengalami kenaikan drastis. Fenomena serupa juga terlihat di Krabi, Thailand, serta pulau-pulau di lepas pantai Kuala Terengganu, Malaysia, yang pemesanannya melonjak hingga beberapa kali lipat.
Di sisi lain, wisatawan kini cenderung memperlama masa tinggal mereka di lokasi tujuan untuk mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih bernilai. Hal ini tercermin dari wisatawan asal Malaysia yang memperpanjang rata-rata durasi menginap di Bali dari 2,3 menjadi 2,7 malam, serta wisatawan Vietnam di Bangkok yang durasi menginapnya meningkat dari 3,2 menjadi 3,6 malam.
Untuk tujuan internasional, kawasan Asia Timur tetap menjadi daya tarik utama dengan empat kota unggulan—Osaka, Seoul, Shanghai, dan Taipei—yang membukukan pertumbuhan pemesanan di atas rata-rata dari seluruh lima negara asal wisatawan. Sementara itu, kota-kota lapis kedua di Tiongkok seperti Chengdu, Shenzhen, Kunming, dan Chongqing turut tumbuh dua hingga empat kali lipat seiring dengan perluasan kebijakan bebas visa hingga akhir 2026.
Menariknya, laporan ini juga menemukan lonjakan tak terduga pada kota pesisir Qingdao di Tiongkok. Peningkatan pemesanan gabungan dari empat negara Asia Tenggara ke Qingdao melesat hingga sembilan kali lipat secara YoY, yang terutama dipicu oleh dibukanya rute penerbangan langsung baru dari Ho Chi Minh City dan Penang pada awal 2026.
.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post