youngster.id - Ajang teknologi berskala internasional, Bali Tech Week (BTW), sukses digelar di Bali Beach Convention Center, Sanur. Diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), perhelatan ini mencatatkan sederet capaian strategis dalam mempertemukan pemerintah, pelaku industri, startup, investor, akademisi, dan komunitas internasional guna memperkuat ekosistem digital nasional dan kawasan ASEAN.
Mengusung tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”, BTW menghimpun 13 agenda teknologi utama. Acara ini didukung oleh Telkom Indonesia sebagai Founding Partner, serta mitra strategis seperti Telkomsel, GoTo, dan InJourney.
Sepanjang perhelatan Bali Tech Week, sejumlah pencapaian dan kolaborasi nyata berhasil dibukukan dari berbagai sektor teknologi. Melalui HUB.ID Global Summit, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sukses mempertemukan 81 startup, 45 investor, dan 35 korporasi dari 13 negara dalam sesi business matchmaking terkurasi guna membuka akses pendanaan serta perluasan pasar global.
Sementara itu di industri gim, ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) yang diselenggarakan bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) serta didukung mitra global seperti Garena dan Roblox, berhasil mempertemukan 244 studio gim dengan 66 publisher dari 31 negara untuk menjajaki peluang distribusi dan investasi.
Di sektor kecerdasan buatan, GoTo meluncurkan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) open-source berkapasitas 27 miliar parameter yang dirancang khusus untuk memahami bahasa Indonesia dan bahasa daerah—termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak—yang dapat diakses secara gratis oleh publik. Beriringan dengan inovasi tersebut, Telkomsel memamerkan sembilan produk AI lokal seperti SISCAMLING dan Adelia, sedangkan KORIKA bersama AI Singapore resmi meluncurkan Project NUSA guna membangun fondasi tata kelola AI yang aman, tepercaya, dan relevan dengan kebutuhan industri.
Keseluruhan rangkaian pencapaian ini makin diperkuat dengan komitmen pemerataan infrastruktur pusat data ke wilayah Indonesia timur bersama Komdigi, serta penyelenggaraan AI & Cybersecurity Executive Forum (AICX) yang menghadirkan lebih dari 600 peserta dan 25 pembicara internasional untuk membahas ketahanan siber nasional.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa konektivitas yang dibangun harus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan pelindungan masyarakat.
“Tugas utama kita tidak lagi hanya membangun konektivitas Indonesia, tetapi juga memastikan konektivitas itu diterjemahkan menjadi pertumbuhan, baik ekonomi, masyarakatnya, maupun perbaikan layanan publik. Pada ujungnya, inovasi harus mampu melindungi masyarakat dan memberikan kepastian regulasi,” ujar Meutya, Rabu (28/10/2026).
Sebagai tindak lanjut dari capaian ini, Komdigi menetapkan empat agenda aksi strategis: pemetaan infrastruktur dan teknologi digital nasional, pengembangan percontohan adopsi teknologi, penguatan talenta AI, serta penyelarasan regulasi dan investasi.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post