youngster.id - Grab Holdings Limited mencatatkan sejarah baru pada laporan keuangan kuartal ketiga yang berakhir 30 September 2026. Segmen Jasa Keuangan (Financial Services) perseroan berhasil meraih profitabilitas Adjusted EBITDA untuk pertama kalinya sebesar US$12 juta, berbalik dari posisi rugi US$28 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan kinerja segmen jasa keuangan tersebut didorong oleh ekspansi penyaluran pinjaman melalui GrabFin dan digibank, konsolidasi Superbank di Indonesia sejak Juni, serta akuisisi Stash. Total pinjaman yang disalurkan melonjak 115% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$1,9 miliar, sementara portofolio pinjaman kotor (Gross Loan Portfolio) tumbuh 200% YoY mencapai US$2,7 miliar.
Group Chief Executive Officer dan Co-Founder Grab, Anthony Tan, menyampaikan bahwa skala jaringan perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan meski di tengah tantangan ekonomi kawasan.
“Skala dan efisiensi jaringan memungkinkan kami untuk menyediakan layanan yang lebih terjangkau bagi pengguna, serta meningkatkan peluang pendapatan bagi mitra pengemudi dan merchant melalui alat bantu berbasis AI serta akses pembiayaan. Asia Tenggara terus menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat secara global dan penetrasinya masih sangat terbuka. Kami akan mengakselerasi strategi lintas platform untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabel bagi Grab,” ujar Anthony, Selasa (3/11/2026).
Secara keseluruhan, Grab membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$1,112 miliar (sekitar Rp17,5 triliun), tumbuh 27% YoY. Capaian positif ini diimbangi dengan rekor pengguna bertransaksi bulanan (Monthly Transacting Users/MTU) yang menembus 57 juta pengguna di seluruh kawasan Asia Tenggara. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) Grab melonjak 73% YoY menjadi US$237 juta, sekaligus menandai pertumbuhan Adjusted EBITDA selama 19 kuartal berturut-turut.
Capaian Laba Operasional dan Kinerja Segmen Bisnis
Chief Financial Officer Grab, Peter Oey, menjelaskan bahwa perseroan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada arus kas bebas yang disesuaikan (Adjusted Free Cash Flow) selama 12 bulan terakhir hingga mencapai US$533 juta. Atas kinerja ini, Grab menaikkan panduan (guidance) pendapatan penuh tahun 2026 menjadi antara US$4,15 miliar hingga US$4,20 miliar, serta Adjusted EBITDA menjadi US$790 juta hingga US$800 juta. Laba operasional kuartal ketiga melonjak 297% YoY menjadi US$108 juta, sementara laba periode berjalan tercatat sebesar US$18 juta.
Pertumbuhan di lini segmen bisnis utama lainnya juga menunjukkan tren positif. Pada segmen Layanan Pengiriman (Deliveries), pendapatan tumbuh 21% YoY menjadi US$561 juta dipicu ekspansi nilai transaksi bruto (GMV) bahan makanan (Groceries) dan monetisasi periklanan, dengan Adjusted EBITDA segmen melonjak 58% YoY mencapai US$123 juta. Sementara itu, segmen Layanan Transportasi (Mobility) membukukan kenaikan pendapatan 10% YoY menjadi US$349 juta disokong kenaikan volume transaksi sebesar 21% YoY, serta pertumbuhan mitra pengemudi aktif sebesar 20% YoY seiring akselerasi penetrasi kendaraan listrik (EV) yang mencapai 18% dari total perjalanan roda empat.
Total simpanan nasabah di jaringan bank digital perseroan yang mencakup GXS Bank di Singapura, GXBank di Malaysia, dan Superbank di Indonesia berhasil mencapai US$2,7 miliar pada akhir kuartal ketiga 2026. Selain fokus operasional, Grab juga memperkuat nilai pemegang saham dengan melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai US$400 juta sepanjang September dan Oktober 2026. (*AMBS)
