youngster.id - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 15% menjadi Rp64,45 triliun hingga 30 September 2026. Pencapaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp56,27 triliun.
Di tengah pertumbuhan penjualan, perusahaan masih menghadapi tekanan biaya operasional yang memengaruhi profitabilitas. Kenaikan harga bahan baku, bahan kemasan, dan biaya logistik menjadi sejumlah faktor yang mendorong penurunan marjin laba usaha ICBP selama sembilan bulan pertama 2026.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan, perusahaan terus memperkuat rantai pasok untuk menjaga daya saing pasar dan profitabilitas di tengah kondisi global yang fluktuatif.
“Di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian, ICBP tetap fokus memperkuat rantai pasoknya guna menjaga daya saing pasar dan profitabilitas yang sehat selama periode sembilan bulan di tahun 2026,” ujarnya dikutip dari keterangan pers, Senin (2/11/2026).
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, ICBP membukukan laba usaha sebesar Rp13,67 triliun hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12,74 triliun.
Meski demikian, marjin laba usaha perusahaan mengalami penurunan menjadi 21,2% dari sebelumnya 22,6%. Penurunan ini terutama dipengaruhi kenaikan beban bahan baku, bahan kemasan, dan logistik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan belum sepenuhnya diikuti peningkatan marjin keuntungan. Perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengendalian biaya operasional agar profitabilitas tetap terjaga.
Sementara itu, core profit ICBP yang mencerminkan kinerja operasional perusahaan, dengan mengecualikan pos-pos non-recurring dan selisih kurs, tercatat sebesar Rp8,04 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 5% dibandingkan Rp7,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan core profit tersebut didorong oleh peningkatan hasil operasional perusahaan.
Perkuat Rantai Pasok dan Efisiensi Operasional
Menghadapi dinamika pasar dan tekanan biaya, ICBP menempatkan penguatan rantai pasok sebagai salah satu fokus strategi bisnis. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan produk, mempertahankan daya saing, serta mendukung profitabilitas perusahaan.
Selain itu, optimalisasi efisiensi operasional dan pengelolaan biaya secara disiplin menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadapi ketidakpastian global.
ICBP juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan produk-produk yang relevan dan mudah dijangkau konsumen. Strategi tersebut menjadi penting bagi perusahaan barang konsumsi dalam menjaga daya saing di tengah perubahan kondisi pasar dan meningkatnya biaya produksi maupun distribusi.
“Ke depannya, kami akan terus menghadirkan produk-produk yang relevan dan mudah dijangkau, sembari terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengelola biaya secara disiplin,” pungkas Anthony.
Dengan pertumbuhan penjualan dan laba usaha yang tetap positif hingga kuartal III 2026, ICBP melanjutkan upaya menjaga kinerja bisnis melalui penguatan operasional dan pengelolaan rantai pasok.
STEVY WIDIA
