youngster.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas kemitraannya dengan BUMN Holding Pangan ID FOOD melalui penyediaan pembiayaan hingga Rp3 triliun. Tak sekadar menjadi mitra pembiayaan (financing partner), BTN juga memperkuat perannya sebagai transactional banking partner untuk mendukung efisiensi rantai pasok pangan nasional.
Melalui fasilitas kredit tersebut, ID FOOD akan memperkuat kapasitas penyerapan (offtake) komoditas pangan strategis seperti beras, gula, minyak goreng, hingga susu guna menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga pasar.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa ketersediaan dan keterjangkauan pangan merupakan fondasi utama resiliensi ekonomi nasional.
“Sektor pertanian dan perikanan berkontribusi 13,10% terhadap PDB Indonesia. Ketahanan pangan adalah ketahanan ekonomi. Karena itu, BTN hadir tidak hanya menyediakan kredit, tetapi masuk ke seluruh transaction flow ID FOOD—mulai dari collection, payment, liquidity management, hingga kebutuhan finansial mitra seperti Warung Pangan,” ujar Nixon, dikutip Jum’at (2/10/2026).
Sejak kolaborasi dimulai pada 2024, BTN telah menyalurkan total pembiayaan terutilisasi mencapai Rp5 triliun untuk mendukung berbagai program strategis ID FOOD, termasuk Penanganan Stunting dan pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, mengapresiasi perluasan kolaborasi yang kini turut menjangkau transaksi digital dan pembiayaan ekosistem secara menyeluruh.
“Sinergi ini penting bagi kami untuk meningkatkan kemampuan offtake hasil tani dan ternak. Kolaborasi yang berjalan baik sejak 2024 menjadi dasar untuk menjangkau rantai usaha yang lebih luas, termasuk supplier, distributor, hingga karyawan,” tutur Ghimoyo.
Selain pembiayaan korporasi, BTN turut memperkuat digitalisasi internal ID FOOD Group lewat layanan payroll bagi 1.600 karyawan serta integrasi sistem pembayaran QRIS melalui aplikasi balé by BTN. (*AMBS)



















Discussion about this post