youngster.id - Perusahaan pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance), MEKAR (PT Mekar Investama Teknologi) mendefinisikan ulang industri pembiayaan produktif melalui pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi. Berbeda dengan model pinjaman digital konvensional, MEKAR menghubungkan langsung akses modal dengan sektor-sektor produktif guna menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terukur.
Melalui MEKAR Ecosystem, perusahaan menyatukan berbagai inisiatif bisnis yang saling terhubung di sektor keuangan, pertanian, energi terbarukan, hingga pangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang ekonomi riil di Indonesia.
Salah satu pilar utama dari ekosistem ini adalah Multi Micro Agriculture Financing (MMAF), sebuah model pembiayaan terintegrasi yang menggabungkan modal produktif dengan berbagai solusi hulu ke hilir.
Keunggulan model MMAF ini terletak pada penyediaan pendampingan agronomi berupa edukasi langsung bagi para petani di lapangan, yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi satelit untuk pemantauan lahan berbasis citra satelit demi manajemen risiko yang lebih terukur. Tidak hanya sampai di situ, skema MMAF juga membuka akses pasar dan kemitraan strategis yang berfungsi menghubungkan secara langsung hasil panen para petani dengan ekosistem pasar yang stabil.
Lewat skema MMAF, pembiayaan tidak lagi sekadar menjadi akses modal mati, melainkan katalis untuk meningkatkan produktivitas, merestorasi lahan yang kurang dimanfaatkan, serta memperkuat keberlanjutan pendapatan para petani.
Salurkan Rp2,4 Triliun dan Berdayakan 80% UMKM Perempuan
Hingga saat ini, MEKAR tercatat telah menyalurkan pembiayaan produktif lebih dari Rp2,4 triliun dengan tetap mempertahankan tingkat pengembalian (repayment rate) yang sangat tinggi, yaitu mencapai 98%.
Langkah inklusi keuangan MEKAR juga menyasar kelompok masyarakat secara spesifik, di mana lebih dari 80% penerima manfaatnya adalah UMKM yang dipimpin oleh perempuan. Selain mendukung sektor agraria dan pelaku usaha mikro, fintech ini turut memelopori praktik ekonomi sirkular melalui inisiatif waste-to-energy yang mengonversi limbah pertanian dan kayu menjadi energi terbarukan bernilai tambah.
Chief Executive Officer MEKAR, Pandu Aditya Kristy, menegaskan bahwa inklusi keuangan harus memberikan dampak nyata pada kemandirian masyarakat.
“Kami percaya inklusi keuangan harus melampaui sekadar menyediakan akses ke modal—ia harus memperkuat sektor produktif, memberdayakan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Pandu, Senin (29/6/2026).
Solusi ekosistem terintegrasi yang kokoh ini membawa MEKAR memperluas kolaborasi dengan investor regional, khususnya di Singapura dan Greater China. Keberhasilan model bisnis ini juga mengantarkan MEKAR menyabet tiga penghargaan internasional sekaligus di ajang bergengsi FinanceAsia Awards 2026 dan WRISE Volare Awards 2026.
MEKAR berhasil memenangkan kategori Best Strategic Initiative – Nonbank Financial Institutions (Indonesia), Highly Commended – Biggest Sustainable Impact (FinanceAsia), serta dinobatkan sebagai Best Environmental, Social, and Governance (ESG) Ecosystem Platform (WRISE Volare) atas inovasinya dalam industri keuangan berbasis dampak di Asia Tenggara. (*AMBS)
