Incar Profitabilitas, CARRO Pivot ke Penjualan Mobil Baru asal Tiongkok di Indonesia

CARRO pivot mobil baru

Incar Profitabilitas, CARRO Pivot ke Penjualan Mobil Baru asal Tiongkok di Indonesia (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Platform otomotif yang disokong SoftBank, CARRO, merombak strategi bisnisnya di Indonesia dengan berfokus pada penjualan ritel mobil baru, khususnya lini kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari produsen asal Tiongkok. Dilansir Tech in Asia, langkah ini diambil guna mengejar profitabilitas melalui model bisnis yang lebih hemat modal (inventory-light).

Dikenal luas di Asia Tenggara sebagai marketplace mobil bekas, CARRO kini memperluas portofolio bisnisnya. Di awal tahun, perusahaan resmi menjalin kemitraan dengan produsen asal Tiongkok seperti Jaecoo dan Chery untuk menjual mobil baru di pasar Indonesia.

Co-founder dan CEO CARRO, Aaron Tan, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pasar prioritas.

“CARRO memilih memperkuat komitmennya di saat sejumlah pesaing justru mengurangi atau menghentikan operasional mereka, seperti Cars24 asal India yang hengkang dari Indonesia sejak 2023,” kata Aaron, dikutip Rabu 19/8/2026).

Peluang Mobil Listrik dan Efisiensi Inventaris

Pergeseran fokus CARRO ke segmen mobil listrik didorong oleh tingginya permintaan konsumen akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, regulasi seperti pembebasan aturan ganjil-genap bagi kendaraan listrik di wilayah perkotaan turut memicu daya tarik kepemilikan EV.

Melalui skema anyar ini, CARRO tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kepemilikan persediaan (inventory) mobil bekas yang menelan modal besar. Perusahaan menghubungkan konsumen secara langsung dengan pasokan mobil baru, sembari memfasilitasi penjualan grosir (wholesale) ke pedagang mobil bekas.

Ekspansi ritel mobil baru ini juga sejalan dengan strategi regional CARRO. Di Singapura dan Malaysia, CARRO telah menjadi dealer resmi untuk Dongfeng Motor Corporation melalui kemitraan dengan Volt Auto, serta menjadi dealer resmi merek EV premium Geely, Zeekr, di Singapura.

Langkah Strategis Menuju IPO

Di Indonesia, ekosistem CARRO tidak hanya mencakup penjualan ritel. Perusahaan juga menyediakan layanan pembiayaan kendaraan, asuransi, perawatan dan perbaikan, hingga mengoperasikan penyewaan B2B melalui MPM Rent serta platform lelang otomotif Auksi.

Perubahan strategi ini dilakukan di tengah persiapan CARRO menuju penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). CARRO dilaporkan sedang mempertimbangkan pencatatan saham di Bursa Amerika Serikat (US listing) dengan potensi penggalangan dana hingga US$500 juta.

“Dengan menyelaraskan efisiensi modal, meningkatkan margin, serta menguatkan penetrasi di pasar mobil baru, CARRO optimistis dapat menunjukkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi para investor,” pungkasnya. (*AMBS)

 

Exit mobile version