youngster.id - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) resmi menyepakati kemitraan strategis dengan operator asal Kenya, Safaricom, untuk mempercepat transformasi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dan memperdalam kolaborasi di sektor layanan keuangan digital (fintech).
Langkah ini menghubungkan strategi Indosat untuk menjadi operator berbasis AI-native di Indonesia dengan pengalaman luas Safaricom dalam membangun ekosistem uang elektronik melalui platform M-PESA. Kerja sama ini akan mencakup berbagai bidang mulai dari interaksi pelanggan, manajemen penipuan (fraud), hingga investasi jaringan dan pengembangan talenta.
“Kemitraan ini adalah tentang mewujudkan aspirasi menjadi aksi. Dengan menggabungkan ambisi AI-Native Indosat dan keahlian fintech terbukti dari Safaricom, kami fokus menghadirkan inovasi nyata, mulai dari jaringan yang lebih pintar hingga transaksi digital yang lebih aman,” ujar Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Senin (16/3/2026).
Kedua perusahaan akan fokus pada pengambilan keputusan berbasis AI untuk interaksi pelanggan, termasuk fitur predictive care. Teknologi ini memungkinkan Indosat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah jaringan secara otomatis sebelum dirasakan oleh pengguna.
Selain itu, kolaborasi ini mencakup pengembangan rekomendasi produk yang lebih personal bagi pengguna prabayar dan penggunaan conversational AI untuk layanan dukungan pelanggan yang lebih intuitif.
Indosat berencana menyerap pengalaman operasional Safaricom guna memperkuat keamanan dan personalisasi layanan keuangan digital di tanah air. Beberapa poin fokus utamanya meliputi: Manajemen Risiko untuk mendeteksi penipuan berbasis AI untuk transaksi yang lebih aman; Keandalan Pembayaran untuk memastikan sistem pembayaran tetap stabil selama periode trafik tinggi; Ekosistem Merchant untuk memperluas fungsi layanan bagi mitra merchant dan ekosistem digital.
Selain layanan pelanggan, kemitraan ini menyentuh aspek perencanaan jaringan melalui konsep “Smart CAPEX”. Dengan memanfaatkan wawasan berbasis AI, Indosat bertujuan membuat keputusan investasi infrastruktur yang lebih presisi dan sesuai permintaan, terutama di wilayah yang belum terjangkau dan memiliki pertumbuhan tinggi.
Sisi pengembangan sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Kedua perusahaan sepakat untuk mencetak pemimpin yang fasih teknologi AI (AI-fluent executives) dan membangun peran baru sebagai “Business-AI Translator” untuk menjembatani kebutuhan bisnis dengan solusi teknologi.
CEO Safaricom, Peter Ndegwa, menambahkan bahwa kolaborasi ini melampaui inovasi teknologi.
“Ini adalah tentang membentuk ekonomi digital yang inklusif di mana individu, bisnis, dan komunitas dapat berkembang bersama,” ungkapnya.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post