Investor Crypto Indonesia Tembus 22,93 Juta, Gen Z Perlu Pahami Risiko Investasi

Investor crypto Indonesia

Investor Crypto Indonesia Tembus 22,93 Juta, Gen Z Perlu Pahami Risiko Investasi (Foto: Stevy Widia)

youngster.id - Jumlah investor aset crypto di Indonesia mencapai 22,93 juta orang per Juli 2026 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap aset digital, termasuk dari kalangan generasi muda. Namun, meningkatnya ketertarikan terhadap investasi crypto juga perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai risiko dan pengelolaan keuangan yang tepat.

Di tengah maraknya informasi investasi di media sosial, generasi Z menghadapi tantangan untuk membedakan peluang investasi dan tren sesaat. Keputusan membeli aset crypto yang hanya didorong Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut tertinggal tren dapat membuat investor mengabaikan analisis dan kemampuan finansialnya sendiri.

Founder Rencanaku.id Rahmat Aryo Baskoro mengatakan, aset crypto seharusnya tidak menjadi titik awal seseorang dalam menyusun rencana keuangan.

“Crypto bukan titik awal sebuah rencana keuangan, melainkan salah satu pilihan instrumen investasi. Urutannya harus tepat: tetapkan tujuan keuangan, bangun fondasi dan literasi, baru kemudian memilih instrumen. Setiap instrumen memiliki risiko yang melekat, dan aset crypto berada di kategori risiko tinggi, sehingga hal ini perlu dipahami sejak awal,” ungkap Rahmat dalam program Pintu Goes to Campus bertajuk “Cara Gen-Z Tetap Bijak Finansial” yang diselenggarakan PT Pintu Kemana Saja (PINTU) bersama Management Student Society Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MSS FEB UI), baru-baru ini di Depok, Jawa Barat.

Rahmat yang juga Dosen FEB UI ini memaparkan, sebelum memutuskan berinvestasi, generasi muda perlu memahami kondisi keuangan pribadi dan menetapkan tujuan finansial yang ingin dicapai. Langkah ini mencakup membangun dana darurat, menentukan alokasi aset, serta mengenali profil risiko masing-masing.

“Pemahaman tersebut penting karena setiap instrumen investasi memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda. Aset crypto, misalnya, termasuk instrumen berisiko tinggi sehingga keputusan investasi perlu didasarkan pada analisis dan kemampuan menanggung potensi kerugian, ” ungkapnya.

Selain itu, derasnya informasi investasi di media sosial juga menuntut generasi muda untuk lebih kritis. Popularitas suatu aset atau rekomendasi dari figur tertentu tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan finansial.

CEO Management Student Society FEB UI Fariz Rahman Hakim menilai, kemudahan memperoleh informasi belum tentu sejalan dengan tingkat pemahaman seseorang mengenai investasi.

“Informasi mengenai investasi khususnya cryptocurrency dapat ditemukan hampir di mana saja, namun banyaknya informasi bukan berarti kita memiliki pemahaman yang cukup untuk mengambil keputusan finansial yang tepat, “ujarnya.

Melalui program Pintu Goes to Campus, PINTU berupaya memperluas literasi keuangan digital di kalangan generasi muda. Founder dan Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan generasi muda kini menjadi salah satu segmen penting dalam pertumbuhan investor aset crypto di Indonesia. Karena itu, edukasi mengenai potensi dan risiko investasi perlu terus diperluas.

“Pintu Goes to Campus merupakan salah satu bentuk komitmen PINTU dalam memperluas literasi keuangan digital di kalangan generasi muda, yang kini menjadi salah satu segmen penting dalam pertumbuhan investor aset crypto di Indonesia. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami berharap generasi muda dapat memahami aset crypto secara lebih komprehensif, termasuk potensi dan risikonya, sehingga mampu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan bertanggung jawab,” ungkap Andy.

Melalui edukasi tersebut, generasi muda diharapkan dapat memandang aset crypto sebagai salah satu pilihan dalam portofolio investasi yang perlu dikelola secara disiplin dan terukur, bukan sebagai jalan pintas untuk memperoleh keuntungan besar.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version