youngster.id - Pertumbuhan jumlah investor aset digital dan perkembangan teknologi blockchain terus mendorong transformasi aset digital di Indonesia. Aset kripto kini tidak lagi dipandang sebagai instrumen spekulatif semata, melainkan telah berkembang menjadi bagian integral dari industri jasa keuangan nasional yang lebih luas.
Data industri mencatat bahwa Indonesia saat ini telah memiliki lebih dari 20 juta investor aset kripto, dengan nilai transaksi sepanjang tahun 2025 menembus angka Rp400 triliun. Dengan rasio sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia yang telah berinvestasi kripto, tingkat penetrasinya masih berada di kisaran 7%. Hal ini menandakan ruang pertumbuhan industri keuangan digital di Tanah Air masih terbuka sangat lebar.
Peluang ekspansi tersebut kian terakselerasi berkat adopsi stablecoin yang mencatatkan nilai transaksi global sebesar US$33 triliun pada 2025, serta tren tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) yang kini telah melampaui nilai US$35 miliar secara on-chain.
Pertumbuhan Mentereng FLOQ di Tahun Pertama
Di tengah pesatnya adopsi aset digital nasional, platform perdagangan aset kripto FLOQ mencatatkan kinerja bisnis yang signifikan sejak resmi meluncur pada Mei 2025. Pada hari pertama peluncurannya, aplikasi FLOQ menerima lebih dari 600.000 trafik secara bersamaan hingga menempati peringkat teratas aplikasi paling banyak diunduh di Indonesia pada 27 Mei 2025.
Memasuki satu tahun operasionalnya, FLOQ berhasil membukukan sejumlah pencapaian strategis yang mengukuhkan posisinya di pasar aset digital. Platform ini sukses menggaet sekitar 1,8 juta pengguna aktif serta mengelola total aset (Asset Under Management/AUM) gabungan dana fiat dan kripto yang melampaui Rp1 triliun. Kinerja impresif ini kian diperkuat dengan raihan pendanaan sebesar US$11 juta, sekaligus penganugerahan penghargaan sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia sepanjang tahun 2025.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menekankan bahwa di balik pertumbuhan cepat tersebut, faktor kepatuhan, keamanan, dan tata kelola menjadi kunci utama pengembangan produk perusahaan.
“Pertumbuhan adalah bagian yang lebih mudah. Produk yang sesungguhnya adalah bagaimana kami menjaga kepercayaan pengguna dalam skala yang semakin besar,” ujar Yudho, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Untuk mendukung lonjakan transaksi 24 jam tanpa downtime, FLOQ memanfaatkan infrastruktur cloud Amazon Web Services (AWS) seperti AWS Lambda, Amazon Aurora, dan AWS Nitro Enclaves dengan arsitektur hot-hot di dua Availability Zone Jakarta. Dukungan teknologi ini memastikan seluruh proses transaksi, penarikan dana, hingga verifikasi Anti-Money Laundering berjalan aman dan tepercaya bagi jutaan penggunanya. (*AMBS)
