youngster.id - Perusahaan e-commerce Blibli (PT Global Digital Niaga Tbk), mengumumkan kinerja keuangan yang solid untuk periode kuartal pertama tahun 2026 (1Q26). Perseroan mencatatkan pertumbuhan Pendapatan Neto konsolidasian yang signifikan sebesar 67% (YoY), melonjak dari Rp4.694 miliar pada 1Q25 menjadi Rp7.835 miliar pada 1Q26.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan performa di seluruh segmen usaha, terutama segmen Institusi dan Toko Fisik yang didukung oleh tingginya volume penjualan smartphone. Selain pendapatan, tingkat monetisasi atau Take Rate konsolidasian juga meningkat dari 9,0% menjadi 9,9% pada periode yang sama.
CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menyatakan bahwa momentum awal tahun 2026 mencerminkan keberhasilan eksekusi strategi Perseroan dalam mendorong pertumbuhan dua digit sekaligus meningkatkan marjin profitabilitas.
“Hasil kuartal pertama kami mencerminkan kelanjutan eksekusi strategi yang disiplin, menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang kuat serta peningkatan kinerja profitabilitas secara signifikan. Kami memanfaatkan AI untuk meningkatkan penemuan produk serta efisiensi pemenuhan pesanan melalui layanan FAS (Fulfillment at Speed),” ujar Kusumo, dikutip Selasa (5/5/2026).
Blibli terus memperkuat kehadiran fisiknya dengan menambah 35 toko baru sepanjang kuartal pertama 2026. Hingga akhir Maret 2026, Perseroan telah mengoperasikan total 295 toko elektronik konsumen, 9 toko peralatan rumah tangga, 1 toko fesyen, serta 58 gerai supermarket premium (Ranch Market) dan 37 experience centers Dekoruma.
Di sisi ekosistem digital, integrasi semakin diperdalam melalui perluasan fitur Blibli Affiliate ke platform tiket.com. Langkah ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan pengguna yang lebih tinggi dan memperkuat sinergi antarplatform dalam ekosistem Blibli Tiket.
Kinerja per segmen usaha Perseroan menunjukkan hasil yang impresif, di mana segmen Ritel 1P berhasil mencatatkan pertumbuhan Laba Bruto Sebelum Diskon (GPBD) sebesar 23% (YoY) menjadi Rp564 miliar berkat strategi penjualan produk lifestyle dan elektronik rumah tangga bermarjin tinggi. Sementara itu, segmen Ritel 3P yang mencakup tiket.com membukukan pertumbuhan Pendapatan Neto sebesar 9% (YoY), didukung oleh akses layanan yang kini telah menjangkau lebih dari 3,6 juta pilihan akomodasi global.
Segmen Institusi menjadi bintang pertumbuhan dengan lonjakan Pendapatan Neto mencapai 137% (YoY) yang didorong oleh ekspansi regional serta peningkatan kualitas belanja per klien hingga 125%. Terakhir, segmen Toko Fisik turut memperkuat posisi Perseroan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 60% (YoY), yang mempertegas keberhasilan strategi omnichannel dalam menjangkau konsumen secara langsung dan menyeluruh.
Senada dengan hal tersebut, CFO Blibli, Ronald Winardi, menyoroti peningkatan efisiensi yang tercermin dari penurunan persentase beban operasional terhadap TPV menjadi 6,4%. Hal ini menghasilkan peningkatan kinerja EBITDA terhadap TPV sebesar 200bps secara tahunan (YoY).
“Sepanjang kuartal pertama, kami berhasil mempercepat pendapatan secara kuat bersamaan dengan kemajuan dalam disiplin operasional dan profitabilitas secara berkelanjutan,” kata Ronald.
Perseroan menegaskan kembali target pertumbuhan Pendapatan Neto sebesar 15–20% untuk setahun penuh 2026. Melalui program “Blibli Tiket Action”, Blibli juga konsisten menjalankan inisiatif lingkungan dan sosial (LST), seperti penggunaan kemasan bersertifikasi FSC dan program pengelolaan limbah elektronik “Gadget for Good”.
Dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp1,8 triliun per Maret 2026, Blibli optimis dapat mempertahankan momentum positif menuju profitabilitas jangka panjang melalui manajemen biaya yang disiplin dan inovasi teknologi berbasis AI. (*AMBS)

















Discussion about this post