youngster.id - Perusahaan teknologi layanan on demand, Grab Holdings, melaporkan peningkatan profitabilitas yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Pertumbuhan pesat di sektor mobilitas, pengiriman (deliveries), dan layanan keuangan berhasil mengimbangi kenaikan insentif serta kondisi makroekonomi yang dinamis.
Laba periode Januari hingga Maret 2026 melonjak menjadi US$120 juta, naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$10 juta. Pencapaian ini diraih meski kuartal pertama biasanya merupakan periode dengan permintaan rendah secara musiman (seasonally soft). Sementara itu, pendapatan perusahaan tumbuh 24% (YoY) menjadi US$955 juta.
Total nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) untuk layanan on-demand tumbuh 24% (YoY) mencapai USD 6,1 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna transaksi bulanan (Monthly Transacting Users) sebesar 16% menjadi 51,6 juta pengguna.
Co-founder dan CEO Grab, Anthony Tan, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari strategi inovasi berbasis teknologi yang konsisten. “Kami berhasil mengawali 2026 dengan sangat kuat. Hasil ini mencerminkan strategi kami dalam memanfaatkan inovasi teknologi untuk mempercepat ekosistem kami, guna melayani pengguna dan pengusaha mikro di seluruh Asia Tenggara dengan lebih baik,” ujar Tan, seperti dilansir Deal Street Asia, Selasa (5/5/2026).
Lini bisnis transportasi (car-hailing) tetap menjadi mesin pendapatan utama Grab dengan pendapatan mencapai US$337 juta (naik 19% YoY). Sektor pengiriman juga mencatatkan performa gemilang dengan pendapatan US$510 juta, tumbuh 23% berkat kontribusi iklan dan pertumbuhan transaksi yang membantu meredam dampak Ramadan dan Tahun Baru Imlek.
Di sisi lain, total insentif tercatat sebesar US$650 juta. Kenaikan insentif bagi mitra pengemudi ini dilakukan secara strategis untuk menjaga pendapatan mereka di tengah kenaikan biaya bahan bakar global.
Sektor layanan keuangan Grab terus menunjukkan ekspansi dengan pertumbuhan pendapatan 43% (YoY) menjadi US$107 juta. Portofolio pinjaman bruto meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$1,44 miliar, mencerminkan tingginya permintaan kredit melalui perbankan digital Grab.
Chief Financial Officer Grab, Peter Oey, menegaskan komitmen perusahaan untuk mencapai titik impas (breakeven) Adjusted EBITDA di segmen ini pada paruh kedua tahun 2026.
“Kinerja kuartal pertama mencerminkan eksekusi yang konsisten dan posisi perusahaan yang kuat untuk mencapai target setahun penuh,” ungkap Oey.
Sepanjang tahun 2026, Grab memproyeksikan pendapatan di kisaran US$4,04 miliar hingga US$4,10 miliar. Perusahaan juga berencana untuk terus memperdalam integrasi Kecerdasan Buatan (AI) guna menciptakan pengalaman pengguna yang lebih personal dan membuka peluang monetisasi baru. (*AMBS)


















Discussion about this post