youngster.id - Peluang untuk berkembang di dunia arsitektur dan desain kini semakin terbuka lebar. Salah satunya lewat program LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026. Kedua program ini untuk mendorong lahirnya generasi baru arsitek dan desainer di Indonesia.
“Kolaborasi adalah kunci dan standar baru untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik,” ungkap Arfindi Batubara, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia dalam siaran pers, Selasa (5/5/2026).
Menurut Arfindi, lanskap arsitektur masa kini harus mampu memberikan kontribusi yang lebih luas, mulai dari kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, hingga kemajuan pembangunan nasional. “Melalui sinergi kita dapat menghadirkan solusi yang lebih adaptif,” ujarnya lagi.
Bagi mahasiswa arsitektur dan desain, LIXIL Architectural Design Competition (LADC) LADC 2026 hadir sebagai salah satu kompetisi arsitektur yang menyasar mahasiswa dan desainer muda. Tahun ini, kompetisi mengusung tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES, Architecture as a Space of Co-Creation”.
Pendaftaran dibuka mulai 18 Mei hingga 5 Juli 2026. Peserta akan melalui proses seleksi bertahap hingga terpilih finalis terbaik sebelum penentuan pemenang.
Sejumlah nama besar didapuk sebagai juri, di antaranya Andra Matin, Gregorius Supie, dan Richard Wood.
Arfindi juga mengatakan, LADC dirancang bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga ruang eksplorasi ide.
“Program ini membuka akses bagi peserta untuk mengembangkan gagasan sekaligus memahami cara berpikir desain yang lebih relevan dengan kebutuhan masa kini,” ujarnya.
Selain kompetisi, LIXIL juga menghadirkan LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD 2026) sebagai forum terbuka bagi publik. Acara yang akan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Ciputra Artpreneur ini menghadirkan pembicara kelas dunia seperti Patrik Schumacher hingga arsitek nasional seperti Andra Matin.
Forum ini terbuka untuk umum tanpa biaya, memberikan akses luas bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para praktisi global.
“Melalui dialog dan pertukaran ide, arsitektur akan berkembang menjadi percakapan yang terus relevan dengan tantangan zaman,” pungkas Arfindi.
Melalui LADC dan LDAD 2026, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga akses terhadap jaringan profesional dan wawasan global. Inisiatif ini sekaligus mempertegas peran LIXIL dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin—mulai dari desain, riset, hingga isu keberlanjutan—yang kini menjadi arah baru industri arsitektur.
LADC dan LDAD 2026 menjadi salah satu pintu masuk bagi talenta muda untuk menunjukkan kapasitasnya, sekaligus membangun pijakan awal menuju karier profesional di industri arsitektur dan desain.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post