Konsumen Indonesia Makin Selektif, Belanja Dianggap Investasi Jangka Panjang

(ki-ka) Commercial Director Lazada Indonesia Erika Agustine dan Director of Online Business Samsung Indonesia Selvia Gofar pada LazTalks: In This Economy, Lazada 6.6 Jadi Solusi Upgrade Cerdas di Momentum Tengah Tahun. (Foto: stevywidia/youngster.id)

youngster.id - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan, cara konsumen Indonesia berbelanja mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya harga murah menjadi pertimbangan utama, kini semakin banyak konsumen yang mengutamakan kualitas, daya tahan, dan manfaat jangka panjang dari setiap pembelian.

Perubahan tersebut tercermin dari data historis Lazada pada Juni 2025 yang menunjukkan kategori elektronik mencatat pertumbuhan paling kuat dibandingkan bulan sebelumnya. Laptop, smartphone, tablet, dan perangkat gaming menjadi produk yang paling banyak dicari karena mendukung aktivitas belajar, bekerja, hingga hiburan.

Commercial Director Lazada Indonesia, Erika Agustine, menilai tren tersebut menunjukkan bahwa konsumen kini semakin cermat dalam menentukan produk yang akan dibeli.

“Jika sebelumnya harga murah menjadi pertimbangan utama saat membeli suatu produk, kini semakin banyak konsumen yang lebih memperhatikan kualitas, keaslian, dan daya tahan produk sebelum mengambil keputusan,” ungkapnya dalam LazTalks: In This Economy, Lazada 6.6 Jadi Solusi Upgrade Cerdas di Momentum Tengah Tahun, Kamis (4/6/2026) di Jakarta.

Erika mengungkapkan, berdasarkan data historis Lazada pada Juni 2025, kategori elektronik menjadi salah satu yang mencatat pertumbuhan paling kuat dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh tingginya permintaan terhadap laptop, smartphone, tablet, dan perangkat gaming yang mendukung aktivitas belajar, bekerja, maupun hiburan.

“Konsumen Indonesia konsisten mencari produk yang memudahkan aktivitas baik diri sendiri maupun rumah tangga. Contohnya, menjelang back-to-school, banyak orang tua membekali anak-anak mereka dengan tablet baru untuk memperlancar kegiatan belajar di tahun ajaran baru,” ungkapnya.

Menurutnya, perubahan perilaku konsumen tidak hanya terlihat dari jenis produk yang dibeli, tetapi juga cara mereka menilai sebuah pembelian. Konsumen kini lebih mempertimbangkan manfaat jangka panjang dibandingkan sekadar mengejar harga termurah.

“Mereka tidak lagi sekadar mencari harga termurah, namun memperlakukan setiap pembelian sebagai investasi jangka panjang,” ujarnya.

Perubahan pola pikir tersebut turut mendorong meningkatnya minat terhadap produk-produk yang mampu mendukung produktivitas dan aktivitas sehari-hari. Laptop, tablet, smartphone, hingga perangkat pendukung kerja dan belajar menjadi bagian dari kebutuhan yang dinilai memiliki nilai guna lebih besar dalam jangka panjang.

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga mulai mengubah pengalaman berbelanja masyarakat. Platform eCommerce kini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga membantu konsumen menemukan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Salah satu contohnya adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan belanja digital. Melalui fitur seperti LazzieChat, konsumen dapat memperoleh rekomendasi produk dan promo yang lebih personal sehingga proses pencarian barang menjadi lebih cepat dan efisien.

Tren tersebut juga dirasakan oleh brand teknologi seperti Samsung Indonesia. Director of Online Business Samsung Indonesia, Selvia Gofar, mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perangkat digital terus meningkat seiring aktivitas belajar, bekerja, dan berkarya yang semakin bergantung pada teknologi.Karena itu, Lazada 6.6 Super WOW Sale bagi brand turut berperan dalam mendorong penjualan dan menjangkau konsumen baru.

“Kami melihat festival belanja online sebagai salah satu momentum penting untuk menjangkau konsumen baru sekaligus mendorong penjualan perangkat yang mendukung kreativitas dan produktivitas,” ungkapnya.

Tren ini menunjukkan bahwa aktivitas belanja online di Indonesia semakin matang. Konsumen tidak lagi hanya berburu promo atau diskon, tetapi mulai mempertimbangkan bagaimana sebuah produk dapat mendukung produktivitas, mobilitas, dan kualitas hidup mereka. Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut masyarakat lebih bijak mengelola pengeluaran, setiap pembelian kini semakin dipandang sebagai investasi untuk kebutuhan jangka panjang.

 

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version