Laba Meroket 1.528%, Saham Mayoritas Superbank Siap Dikonsolidasikan Grab

Grab Konsolidasikan Saham Superbank

Laba Meroket 1.528%, Saham Mayoritas Superbank Siap Dikonsolidasikan Grab (Foto: Istimewa/Superbank)

youngster.id - Bank dengan layanan digital Superbank (PT Super Bank Indonesia Tbk) terus mencatatkan performa bisnis yang luar biasa pada awal kuartal kedua 2026. Superbank yang disokong oleh ekosistem raksasa Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS Bank ini berhasil membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax/PBT) sebesar Rp142 miliar per April 2026. Angka tersebut melonjak signifikan hingga 1.528,8% secara tahunan (Year-on-Year/YoY).

Kinerja cemerlang ini menjadi bukti keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan prudent oleh Superbank pasca melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember 2025 lalu.

Seiring dengan rilis performa keuangan tersebut, Grab Holdings Limited mengumumkan rencana untuk melakukan konsolidasi finansial terhadap Superbank. Langkah ini dilakukan melalui pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte. Ltd. (bank digital konsorsium Grab dan Singtel).

Aksi korporasi yang ditargetkan rampung pada Mei 2026 ini akan mendongkrak kepemilikan saham langsung maupun tidak langsung Grab di Superbank hingga di atas 50%. Dengan demikian, laporan keuangan bank digital berkategori KBMI 2 dengan kapitalisasi pasar US$1,6 miliar ini akan segera dilipat ke dalam segmen Layanan Keuangan (Financial Services) milik Grab.

Pertumbuhan kilat kinerja keuangan Superbank didorong oleh ekspansi agresif yang sehat di berbagai lini bisnis utama per April 2026, di mana total aset meningkat 71,5% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) hingga menyentuh angka Rp24,0 triliun. Catatan positif ini berjalan seiring dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp12,2 triliun atau tumbuh sebesar 55,4% (YoY).

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh pesat hingga 98,4% (YoY) menjadi Rp15,1 triliun, yang mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Seluruh pencapaian tersebut pada akhirnya turut mendorong Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) meningkat sebesar 84,5% (YoY) menjadi Rp671 miliar berkat efisiensi operasional berbasis digital-first.

Pertumbuhan kredit ini salah satunya ditopang oleh semakin luasnya penetrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) melalui berbagai touchpoint strategis dalam ekosistem digital,” kata pihak Superbank, dikutip Kamis (21/5/2026).

Terlebih, integrasi terbaru kini memungkinkan para pengguna di dalam ekosistem Grab dan OVO untuk mengakses layanan PAS secara langsung dari aplikasi utama mereka, tanpa perlu repot mengunduh aplikasi Superbank secara terpisah.

Sejak meluncurkan aplikasi digitalnya pada Juni 2024, Superbank telah berhasil mengantongi lebih dari enam juta nasabah di Indonesia dengan volume harian melampaui satu juta transaksi, di mana 60% di antaranya juga memegang akun Grab atau OVO. Momentum ini diperkuat dengan berbagai inovasi produk teranyar, seperti peluncuran ‘Kartu Untung’ hasil kolaborasi bersama KakaoBank, melengkapi fitur pembukaan rekening langsung di Grab serta ‘OVO Nabung by Superbank’.

Meskipun laporan keuangan akan segera dikonsolidasikan ke dalam neraca Grab, Singtel dipastikan tetap berkomitmen penuh bertindak sebagai investor strategis jangka panjang untuk menyokong GXS Bank dan Superbank dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

Langkah konsolidasi kepemilikan saham mayoritas ini diproyeksikan akan semakin memperkokoh fundamental bisnis Grab. Pada kuartal pertama tahun ini, Grab sendiri mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 24% (YoY) menjadi US$955 juta dengan perolehan laba bersih sebesar US$120 juta. Sinergi terintegrasi antara sistem perbankan digital Superbank dan skala masif ekosistem ride-hailing serta pengantaran pangan Grab dipastikan bakal mempercepat penetrasi produk finansial inklusif di pasar Asia Tenggara. (*AMBS)

 

Exit mobile version