youngster.id - Perusahaan e-commerce, Blibli (PT Global Digital Niaga Tbk), membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama 2026. Perseroan mencatatkan Pendapatan Neto konsolidasian sebesar Rp14,83 triliun, melonjak 55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) sebesar Rp9,59 triliun.
Pertumbuhan dua digit terjadi di seluruh jalur bisnis, terutama didorong oleh kinerja segmen Institusi dan ekspansi jaringan Toko Fisik. Pada kuartal kedua saja (2Q26), pendapatan neto Blibli tumbuh 43% YoY mencapai Rp6,99 triliun.
CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menyatakan bahwa hasil positif ini membuktikan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi di tengah pola belanja konsumen yang semakin selektif.
“Di tengah persaingan pasar yang ketat, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sehat sekaligus terus meningkatkan profitabilitas. Kemajuan ini mencerminkan fokus kami pada pertumbuhan yang berkualitas, investasi yang disiplin, dan keunggulan operasional, alih-alih mengejar pertumbuhan dengan segala cara,” ujar Kusumo, dikutip Jum’at (31/7/2026).
Profitabilitas Membaik dan Beban Operasional Efisien
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Take Rate konsolidasian perseroan naik dari 8,6% pada 1H25 menjadi 9,0% pada 1H26, didukung oleh peningkatan Laba Bruto Sebelum Diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 17% YoY.
Disiplin efisiensi operasional juga berhasil menekan rasio Beban Operasional terhadap Total Processing Value (TPV) dari 7,2% menjadi 6,3%. Efisiensi ini mendorong perbaikan signifikan pada kinerja persentase EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 170 basis poin (bps) YoY.
Secara rinci, segmen Ritel 1P mencatatkan lonjakan GPBD sebesar 44% YoY menjadi Rp1,02 triliun di 1H26. Sementara itu, segmen Institusi tumbuh agresif dengan kenaikan Pendapatan Neto hingga 98% YoY menjadi Rp658 miliar.
Di sisi lain, segmen Toko Fisik—yang mencakup toko elektronik hingga supermarket premium Ranch Market—mencatatkan kenaikan Pendapatan Neto sebesar 41% YoY.
Perluas Toko Fisik dan Layanan Pengiriman 30 Menit
Untuk memperkuat kapabilitas omnichannel, Blibli menambah 36 toko fisik baru sepanjang kuartal II-2026. Per akhir Juni 2026, perseroan telah mengoperasikan 326 toko elektronik konsumen, 14 toko elektronik rumah tangga, 1 toko fesyen & olahraga, 60 gerai supermarket premium, serta 38 experience center Dekoruma.
Dari sisi logistik, Blibli terus mengoptimalkan jaringan 15 gudang utama—termasuk hub utama di Marunda, Jawa Barat—dan 19 pusat distribusi. Blibli juga memperkenalkan inovasi layanan pengiriman “Prioritas”, yang memberikan jaminan pesanan tiba di alamat konsumen mulai dari 30 menit setelah pembayaran.
CFO Blibli, Ronald Winardi, menambahkan bahwa manajemen optimistis dapat mempertahankan momentum positif ini.
“Hasil semester pertama menunjukkan keberlanjutan kekuatan eksekusi kami. Didukung efisiensi biaya, kami menegaskan kembali target pertumbuhan Pendapatan Neto konsolidasian sebesar 15%–20% untuk penuh tahun 2026,” jelas Ronald. (*AMBS)
