Rekor Baru! Penjualan FMCG di E-commerce Tembus Rp40 Triliun pada Kuartal I 2026

pasar FMCG di ecommerce

Rekor Baru! Penjualan FMCG di E-commerce Tembus Rp40 Triliun pada Kuartal I 2026 (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Pasar Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di e-commerce nasional mencatatkan tonggak sejarah baru pada awal tahun ini. Berdasarkan laporan FMCG Market Update Q1 2026 dari Compas.co.id, total nilai penjualan di sektor ini menembus angka Rp40 triliun hanya dalam periode Januari hingga pertengahan Maret 2026.

Capaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah, melampaui rekor sebelumnya sebesar Rp39,6 triliun pada kuartal IV 2025. Lonjakan ini didorong kuat oleh momentum Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada awal tahun.

Meskipun kategori Beauty masih memimpin sebagai segmen terbesar dengan nilai penjualan Rp18,6 triliun (tumbuh 33% YoY), kategori lain mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih agresif secara persentase:

Homecare: melonjak drastis 96% menjadi Rp2 triliun, didorong permintaan tisu dan pembersih rumah tangga, Food & Beverage (F&B): tumbuh 88% dengan nilai Rp10,3 triliun, Healthcare: meningkat 40% menjadi Rp6 triliun, Mom & Baby: stabil dengan pertumbuhan 20% di angka Rp3,2 triliun.

Laporan ini juga mengungkap dinamika persaingan antar-kanal belanja yang semakin tajam. ShopTokopedia muncul sebagai “bintang baru” dengan pertumbuhan tertinggi di hampir seluruh kategori utama, terutama di sektor F&B yang naik hingga 127%.

Di sisi lain, Shopee tetap mempertahankan posisinya sebagai platform dengan volume transaksi terbesar secara keseluruhan. Uniknya, lebih dari 90% penjualan di Shopee terjadi secara organik tanpa ketergantungan pada diskon besar (potongan di bawah 20%). Sebaliknya, di ShopTokopedia, diskon moderat hingga besar menjadi penggerak utama konversi penjualan.

Sementara itu, platform lain seperti Lazada dan Blibli terpantau mengalami tekanan dengan penurunan penjualan di berbagai kategori produk yang dipantau.

Menariknya, di tengah lonjakan nilai transaksi, jumlah brand aktif di mayoritas kategori justru menurun. Hal ini menandakan adanya konsolidasi pasar di mana merek-merek besar semakin mendominasi.

“Pertumbuhan semakin terkonsentrasi pada brand yang bermain cerdas—memanfaatkan platform yang tepat, arsitektur diskon yang terukur, dan strategi pengemasan produk (bundling) yang relevan,” tulis analisis Compas.co.id, dikutip Selasa (6/4/2026).

Di kategori Beauty, merek seperti Glad2Glow, Oh My Glam, dan Scarlett menjadi motor pertumbuhan. Sedangkan di kategori F&B, dominasi pemain lama seperti Bimoli, Indocafe, dan Sedaap semakin kuat.

Memasuki kuartal kedua, Compas.co.id memproyeksikan pasar tetap berada di level tinggi dengan estimasi penjualan mencapai Rp46,7 triliun. Meski diperkirakan ada sedikit normalisasi pasca-Lebaran, angka ini diprediksi tetap akan melampaui rata-rata capaian tiap kuartal pada tahun 2025.

Tiga pilar utama penggerak industri FMCG digital sepanjang 2026 diperkirakan tetap bertumpu pada kategori Beauty, F&B, dan dominasi platform ShopTokopedia.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version