youngster.id - Batik terus berkembang sebagai warisan budaya yang dapat diterjemahkan melalui berbagai perspektif kreatif. Perpaduan motif tradisional dengan ide-ide kontemporer membuka peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui karya yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.Melihat potensi tersebut, ShopeePay dan SPayLater menggelar Kompetisi Desain Batik 2026 bertajuk ‘Corak Cerita Nusantara’.
Kompetisi yang diluncurkan sejak Agustus 2026 ini mengajak peserta dari seluruh Indonesia untuk menginterpretasikan kembali motif batik tradisional melalui perspektif kreatif masing-masing.
Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, mengatakan setiap motif batik memiliki cerita yang dapat disampaikan melalui beragam pendekatan kreatif.
“Setiap motif batik menyimpan cerita, dan kami ingin melihat bagaimana para peserta menyampaikan cerita tersebut dengan cara mereka sendiri. Kolaborasi dengan perajin batik lokal untuk mewujudkan desain pemenang menjadikan inisiatif ini semakin bermakna,” ujar Eka, dikutip Kamis (5/11/2026).
Melalui proses penilaian oleh karyawan ShopeePay dan SPayLater, tiga desain terpilih berdasarkan sejumlah kriteria, meliputi orisinalitas, narasi budaya, daya tarik visual, serta fleksibilitas penerapannya pada berbagai media.
Juara pertama diraih Nuraini Farida dari Jawa Timur melalui desain ‘Batik Kalantara’. Karya ini memperoleh hadiah sebesar Rp30 juta dan terinspirasi dari sejarah tradisi perdagangan Indonesia. Motif yang digunakan melambangkan perdagangan, kemakmuran, dan pertumbuhan. Desain tersebut menggambarkan perkembangan aktivitas perdagangan lintas generasi, mulai dari pasar tradisional hingga ekonomi digital masa kini.
Nuraini mengatakan, melalui karyanya, ia ingin menunjukkan bahwa perdagangan selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
“Melalui Batik Kalantara, saya ingin menunjukkan bahwa perdagangan selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari pasar tradisional hingga transaksi modern. Saya bersyukur desain saya terpilih dan antusias melihatnya diwujudkan sebagai bagian dari apresiasi ShopeePay dan SPayLater terhadap budaya dan kreativitas Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, juara kedua diraih Aisa Amaliya dari Malang, Jawa Timur, melalui desain ‘Kinarya Nuswantara’ dengan hadiah Rp7 juta. Desain ini memadukan ornamen tradisional dan estetika batik kontemporer yang terinspirasi dari identitas budaya Malang. Motifnya merepresentasikan kreativitas, kolaborasi, kontribusi masyarakat, serta peran pelaku usaha lokal dalam membentuk warisan budaya Indonesia.
Adapun juara ketiga diraih Anggitara Wibowo dari Tangerang, Banten, melalui desain ‘Nadi Nusantara’ yang memperoleh hadiah Rp5 juta. Karya tersebut mengangkat gagasan tentang denyut budaya yang menyatukan keberagaman Indonesia. Garis-garis mengalir, elemen tumbuhan, dan pola geometris digunakan untuk menggambarkan keterhubungan antarmasyarakat, warisan budaya, serta semangat kemajuan di seluruh Nusantara.
Tidak berhenti pada kompetisi desain, ShopeePay dan SPayLater juga menyiapkan tindak lanjut dengan melibatkan UMKM serta perajin batik lokal untuk menyempurnakan dan memproduksi desain juara pertama.
Desain ‘Batik Kalantara’ nantinya akan digunakan untuk kebutuhan internal perusahaan, termasuk sebagai pakaian perusahaan.
Kolaborasi ini mempertemukan gagasan kreatif desainer pemenang dengan keterampilan perajin batik lokal. Selain menghasilkan karya yang merepresentasikan identitas perusahaan, inisiatif tersebut juga membuka kesempatan bagi perajin untuk menunjukkan keahlian mereka.
Melalui ‘Corak Cerita Nusantara’, ShopeePay dan SPayLater berharap dapat meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia sekaligus mendukung komunitas kreatif dan UMKM lokal.
Inisiatif ini juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan tradisi batik dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk generasi kreatif, dalam mengembangkan karya yang menghubungkan nilai budaya dan perkembangan zaman.
STEVY WIDIA
