Visa Luncurkan Layanan Kredit Onchain, Buka Akses Modal Kerja Bagi Fintech dan Program Kartu Stablecoin

Visa Kredit Onchain Stablecoin

Visa Luncurkan Layanan Kredit Onchain, Buka Akses Modal Kerja Bagi Fintech dan Program Kartu Stablecoin (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Perusahaan pembayaran Visa mengumumkan pendekatan baru untuk kredit onchain yang dirancang untuk membantu fintech dan penyedia program kartu berbasis stablecoin mengakses modal kerja (working capital). Inisiatif ini memanfaatkan infrastruktur pinjaman onchain dan data transaksi resmi dari Visa.

Pinjaman onchain telah menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan terpesat di dunia keuangan digital. Berdasarkan Visa Onchain Analytics Dashboard, sejak tahun 2020 telah disalurkan pinjaman berdenominasi stablecoin lebih dari US$694 miliar melalui protokol onchain, menciptakan pasar kredit global yang beroperasi 24/7. Kendati demikian, sebagian besar aktivitas tersebut masih terkonsentrasi di dalam pasar kripto dan belum optimal mendukung operasi bisnis serta pembayaran harian.

Visa berupaya menjembatani celah tersebut dengan menggabungkan data penyelesaian (settlement) VisaNet bersama infrastruktur kredit onchain. Informasi ini membantu kreditur memahami kinerja operasional suatu program, mempermudah evaluasi peluang pembiayaan yang sesuai, serta memperluas penyaluran modal.

Global Head of Growth Products and Partnerships Visa, Rubail Birwadker, menjelaskan bahwa inovasi ini membuka bentuk likuiditas baru bagi pelaku bisnis modern.

“Stablecoin tidak hanya mengubah cara uang berpindah, tetapi juga menciptakan peluang untuk merancang ulang infrastruktur keuangan yang mendukung pembayaran. Kami melihat bagaimana data pembayaran tepercaya dan teknologi onchain dapat bekerja sama untuk membuka bentuk-bentuk likuiditas baru, membantu bisnis mengakses modal dengan cara yang lebih transparan, terprogram, dan sesuai dengan kecepatan perdagangan modern,” ujar Rubail, Rabu (9/9/2026).

Pertumbuhan Ekosistem Kartu dan Solusi Modal Kerja

Langkah ini memperkuat strategi stablecoin Visa secara keseluruhan, menyusul peluncuran Visa Stablecoin Platform yang memungkinkan penyelesaian transaksi stablecoin, ekspansi program kartu, hingga penyediaan kapabilitas aset digital bagi lembaga keuangan.

Saat ini, lebih dari 160 program kartu terhubung stablecoin beroperasi di jaringan Visa, dengan volume pembayaran pada program tersebut tumbuh hampir 200% secara tahunan (year-over-year). Selain itu, volume penyelesaian stablecoin bulanan Visa baru-baru ini melampaui laju tahunan (annualized run rate) sebesar US$20 miliar, melonjak lebih dari 15 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Bagi perusahaan pembayaran baru (emerging payment companies), memperoleh modal kerja sering kali menjadi tantangan di masa pertumbuhan cepat akibat skema pembiayaan tradisional yang membutuhkan riwayat operasional panjang atau proses underwriting manual. Infrastruktur pinjaman berbasis blockchain yang didukung data transaksi tepercaya menjadi solusi yang menawarkan efisiensi serta transparansi lebih tinggi.

Implemetasi Kerja Sama dengan Credit Coop

Salah satu penerapan awal model ini adalah kolaborasi Visa dengan Credit Coop, yang menyediakan modal kerja dan pembiayaan penyelesaian transaksi untuk program kartu stablecoin menggunakan smart contract. Sistem ini mengotomatiskan pendanaan, pengelolaan agunan, hingga skema pembayarannya.

Atas izin nasabah, Credit Coop menggabungkan data penyelesaian transaksi Visa dengan catatan transaksi onchain untuk menilai kinerja kredit. Sejak 2023, model ini telah mendukung lebih dari US$2,5 miliar volume pembiayaan akumulatif tanpa catatan gagal bayar (zero defaults). Infrastruktur tersebut juga memproses lebih dari 3.000 aktivitas pinjaman dan 9.000 aktivitas pembayaran kembali secara terprogram di atas rantai blok (onchain).

Founder dan CEO Credit Coop, Chris Walker, menekankan pentingnya transparansi data waktu nyata (real-time) dalam proses pembiayaan ini.

“Perusahaan pembayaran selalu memiliki agunan yang baik dalam piutang penyelesaian transaksi mereka, tetapi tidak memiliki cara untuk menunjukkan kinerjanya secara real-time kepada kreditur. Dengan menggabungkan data penyelesaian transaksi Visa dan infrastruktur onchain, kami dapat mengevaluasi kinerja secara langsung, memastikan pembayaran kembali dari arus penyelesaian transaksi, dan menyalurkan modal onchain seiring berkembangnya program,” ungkap Chris.

Pengembangan kredit onchain ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Visa dalam menghubungkan infrastruktur keuangan tradisional dengan teknologi aset digital yang terus berkembang. (*AMBS)

 

Exit mobile version