youngster.id - Antusiasme gamer menyambut peluncuran Grand Theft Auto VI (GTA VI) ternyata ikut dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Menyusul dibukanya pemesanan awal game tersebut pada 25 Juni lalu, berbagai modus penipuan mulai bermunculan, mulai dari situs pre-order palsu hingga tawaran akses beta yang sebenarnya berisi malware.
“Rilis game yang sangat dinantikan telah lama menghadirkan peluang signifikan bagi penjahat siber, dan kami sudah mendeteksi aktivitas penipuan terkait hal itu. Skema ini diatur waktunya dengan cermat untuk memanfaatkan antusiasme konsumen yang tinggi,” kata Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior Kaspersky dikutip Senin (6/7/2026).
Menurut Olga, tingginya antusiasme pemain membuat banyak orang terburu-buru melakukan pembelian tanpa memastikan keaslian sumber. Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menciptakan rasa urgensi sehingga calon korban lebih mudah menyerahkan data pribadi maupun informasi pembayaran.
Para peneliti di Kaspersky mengungkapkan, salah satu modus yang paling banyak ditemukan adalah pembuatan situs web palsu yang tampilannya dibuat semirip mungkin dengan toko resmi. Halaman tersebut menggunakan trailer, logo, dan materi promosi asli GTA VI sehingga terlihat meyakinkan.
Korban kemudian diarahkan untuk melakukan pre-order dengan mengisi informasi pribadi, seperti nama, alamat email, nomor telepon, hingga data pembayaran. Setelah transaksi dilakukan, game tidak pernah dikirimkan, sementara data pribadi dan informasi keuangan pengguna berpotensi disalahgunakan oleh pelaku.
Selain itu, Kaspersky juga menemukan halaman penipuan serupa dalam berbagai bahasa, menandakan bahwa aksi tersebut menyasar gamer di berbagai negara. Salah satu contohnya adalah situs berbahasa Portugis yang meniru toko resmi PlayStation lengkap dengan ulasan bintang lima palsu, informasi harga, dan tampilan yang menyerupai layanan resmi.
Tak hanya menawarkan pre-order palsu, pelaku juga memanfaatkan media sosial dan platform video untuk menyebarkan tautan unduhan yang diklaim sebagai versi beta atau bocoran GTA VI.
“Dalam skema ini, sejumlah akun mengunggah video tutorial yang seolah-olah mengajarkan cara mengunduh game dengan aman. Untuk menambah kepercayaan, kolom komentar dipenuhi akun yang mengaku berhasil memperoleh versi asli game tersebut. Padahal, file yang diunduh dapat mengandung malware yang mampu mencuri data sensitif, mengambil alih akun pribadi, atau memasang program berbahaya yang berjalan diam-diam di perangkat korban,” ungkapnya.
Modus lain yang turut ditemukan adalah pemanfaatan tren GTA VI untuk menarik perhatian pengguna aset kripto. Kaspersky menemukan situs yang menawarkan token kripto dengan nama menyerupai judul game dan menggunakan identitas visual GTA VI untuk menciptakan kesan resmi. Pengguna yang berinteraksi dengan situs tersebut berisiko kehilangan aset digital mereka.
Untuk menghindari menjadi korban, Kaspersky mengimbau pengguna agar hanya melakukan pembelian melalui platform resmi dan tidak mudah percaya pada tautan yang dibagikan melalui media sosial maupun sumber yang tidak terverifikasi. Sangat penting menggunakan perlindungan keamanan digital yang mampu mendeteksi upaya penipuan sejak dini, terutama ketika pelaku mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat modus penipuan semakin meyakinkan.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post