Bank DBS Indonesia Tambah Pendanaan ke Kredivo Jadi Rp3 Triliun, Dorong Ekspansi Kredit Digital 2026

Kredivo x DBS

Bank DBS Indonesia Tambah Pendanaan ke Kredivo Jadi Rp3 Triliun, Dorong Ekspansi Kredit Digital 2026 (Foto: Istimewa)

youngster.id - Bank DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling untuk Kredivo menjadi Rp3 triliun pada awal 2026. Langkah ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis jangka panjang yang telah terjalin sejak 2020, sekaligus untuk memperkuat pertumbuhan kredit ritel di tengah meningkatnya permintaan layanan pembiayaan digital.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan kolaborasi dengan Kredivo merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi keuangan yang adaptif dan inklusif.

“Bagi kami, inovasi bukan sekadar teknologi, tetapi cara untuk menjembatani kebutuhan finansial masyarakat. Kami sangat antusias bekerja sama dengan Kredivo yang selama ini memperluas akses kredit digital di Indonesia. Kami ingin memastikan kredit digital tidak hanya mudah diakses, tetapi juga membantu masyarakat mengelola kebutuhan sehari-hari dengan nyaman, fleksibel, dan praktis,” ujar Melfrida, Kamis (29/1/2026).

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan pada November 2025 tumbuh 68,61% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp11,24 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kredit digital.

Sejak awal kerja sama pada 2020, limit pendanaan Bank DBS Indonesia kepada Kredivo terus meningkat. Dimulai dari Rp300 miliar, kemudian naik menjadi Rp500 miliar, Rp1 triliun pada 2021, Rp2 triliun pada 2022, hingga mencapai Rp3 triliun pada akhir 2025. Kenaikan ini sejalan dengan kinerja penyaluran kredit Kredivo yang konsisten serta permintaan pasar yang terus bertumbuh.

Tambahan pendanaan ini akan dimanfaatkan Kredivo untuk memperluas layanan ke kota tier 2 dan 3 yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kredit formal perbankan. Berdasarkan Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia 2024, sebanyak 53,6% pengguna Kredivo berasal dari wilayah tier 2 dan 3.

Co-Founder & President Director Kredivo Indonesia, Umang Rustagi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Bank DBS Indonesia yang terus berlanjut.

“Pendanaan di awal 2026 ini diharapkan menjadi dorongan yang tepat ketika permintaan kredit digital meningkat, terutama di kota tier 2 dan 3 yang memiliki potensi pertumbuhan besar. Dengan dukungan ini, kami dapat mempercepat ekspansi dan menyediakan akses kredit yang lebih inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia,” kata Umang.

Dengan pendanaan yang lebih besar, Kredivo akan memprioritaskan penyediaan kredit yang mudah, aman, dan terjangkau untuk kebutuhan harian, kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan produktif masyarakat.

Kolaborasi antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo yang telah berjalan hampir enam tahun ini menunjukkan peran strategis sinergi antara perbankan dan platform kredit digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional melalui penyaluran kredit yang terukur dan inovatif.

STEVY WIDIA

 

Exit mobile version