youngster.id - Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital, perkembangan investor ritel di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir. Platform investasi digital Ajaib mencatat hingga awal 2026, jumlah pengguna hampir mencapai 7 juta investor, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia produktif 25–40 tahun.
Pertumbuhan investor juga semakin meluas secara geografis. President Director Ajaib Juliana mengatakan, sekitar 80% pertumbuhan pengguna berasal dari luar wilayah Jabodetabek.
“Hal ini mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat di berbagai daerah terhadap investasi digital,” ucapnya pada media gathering Kamis (12/3/2026) di Jakarta.
Untuk mendukung aktivitas tersebut, perusahaan terus memperkuat teknologi platform serta sistem keamanan, termasuk melalui peningkatan infrastruktur dan kepemilikan sertifikasi keamanan berstandar internasional ISO 27001.
“Kami sangat peduli pada isu di industri terutama saat ini adalah masalah keamanan. Karena itu kami terus meningkatkan teknologi dan infrastruktur untuk dapat memberikan jaminan kepada para investor kami dalam mencapai tujuan investasi mereka,” ungkapnya.
Menurut Juliana, Ajaib juga mengawarkan berbagai edukasi bagi para penggunanya, mulai dari promosi investasi, flash deal reksa dana, edukasi kripto dan analisis pasar IHSG. Fokus edukasi mencakup analisis teknikal, potensi altcoin season hingga program referral.
Juliana juga menegaskan, perusahaan sekuritas memiliki peran penting untuk mengedukasi investor agar memahami bahwa setiap produk investasi memiliki risiko
“Kami selalu mengingatkan nasabah bahwa investasi itu ada risikonya. Jangan sampai hanya karena harga sedang naik, investor langsung all out tanpa mempertimbangkan risiko. Kalau akhirnya rugi dan kapok, itu justru membuat mereka enggan kembali ke pasar,” jelasnya.
Vice President of Product Design & Brand Experience Ajaib Michael Liem menambahkan, pihaknya juga mengamati terjadi perubahan perilaku investor ritel. “Jika sebelumnya banyak pengguna yang memulai perjalanan investasinya sebagai investor pemula, kini mereka berkembang menjadi investor aktif dengan berbagai strategi investasi,” ujarnya.
Untuk itu Ajaib terus menambahkan pilihan fitur layanan. Seperti aset kripto baru dengan 16 koin baru yang dilaporkan listing pada awal Maret 2026. Selain yang ada fitur Tabungan Ajaib yang memberikan solusi menabung sekaligus berinvestasi yang aman karena didukung PT Bank Sahabat Sampoerna dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
“Fitur tabungan kami memberikan bunga yang dikreditkan setiap hari, sehingga memberikan hasil lebih tinggi dibanding rekening tabungan konvensional. Selain itu tabungan ini memudahkan pengelolaan dana untuk pembelian saham dan reksa dana secara online,” ungkapnya.
Ajaib Group mulai beroperasi pada tahun 2029. Melalui pendanaan seri B Oktober 2021 yang lalu, Ajaib Group juga telah menjadi unicorn ke-7 perusahaan teknologi di Indonesia. Ajaib Group kini menaungi Ajaib Sekuritas (PT Ajaib Sekuritas Asia), Ajaib Reksadana (PT Takjub Teknologi Indonesia), Ajaib Kripto (PT Kagum Teknologi Indonesia) serta Ajaib Saham Luar Negeri (PT Ajaib Futures Asia) yang berizin dan diawasi OJK.
STEVY WIDIA
