youngster.id - Merayakan satu tahun beroperasinya pusat data Indonesia Central cloud region, Microsoft menegaskan komitmennya untuk mendukung organisasi di tanah air dalam mengadopsi Kecerdasan Buatan (AI) secara aman dan patuh regulasi. Dalam ajang Microsoft AI Summit Indonesia 2026, Microsoft menonjolkan bukti nyata transformasi pada dua sektor strategis, yakni BNI Finance dan Universitas Terbuka.
Sejak diluncurkan pada Mei 2025, infrastruktur cloud lokal ini telah menjadi fondasi penting bagi pemenuhan standar data residency di dalam negeri. Hal ini memungkinkan organisasi di sektor yang diatur ketat (highly regulated) untuk berinovasi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tata kelola.
President Director Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, menyatakan bahwa di era Frontier AI, kepercayaan adalah prioritas utama.
“Kami menghadirkan teknologi cloud dan AI yang selaras dengan regulasi di Indonesia. Dengan infrastruktur lokal, kami memastikan organisasi dapat berinovasi tanpa mengorbankan kepatuhan,” ujar Dharma, dikutip Kamis (14/5/2026).
Dukungan terhadap regulasi ini diperkuat dengan pembaruan panduan kepatuhan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) oleh Microsoft. Langkah ini bertujuan membantu perbankan, perusahaan pembiayaan, hingga asuransi dalam memenuhi standar operasional saat melakukan transformasi digital.
Implementasi konkret terlihat pada BNI Finance yang berhasil memigrasikan sistem inti (core system) mereka ke Microsoft Azure melalui cloud region lokal. Proses migrasi besar yang mencakup lebih dari 200 terabyte data dan 100 lebih aplikasi ini tuntas dalam waktu kurang dari dua bulan tanpa mengganggu operasional bisnis.
Di sektor pendidikan, Universitas Terbuka (UT) memanfaatkan Azure OpenAI Service untuk mengembangkan AI Tutor. Asisten pembelajaran kontekstual ini telah diterapkan di 500 kelas dan digunakan oleh lebih dari 100.000 mahasiswa. Inovasi ini berhasil mempercepat siklus penilaian tugas dari yang sebelumnya berhari-hari menjadi hanya satu hingga dua hari saja.
Melalui investasi berkelanjutan senilai US$1,7 miliar hingga tahun 2028, Microsoft terus memperkuat ekosistem digital di Indonesia. Investasi ini tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga pengembangan talenta digital nasional agar siap menghadapi masa depan berbasis AI.
“Indonesia memiliki skala dan talenta untuk menjadi pemimpin frontier AI. Fokus kami adalah memastikan transformasi ini dibangun di atas fondasi kepercayaan yang kuat,” tutup Dharma. (*AMBS)
