youngster.id - Nexus Global Payments (NGP) mengumumkan penunjukan José Beltrán sebagai Ketua Dewan (Board Chair) independen pertama NGP, serta bergabungnya Bank Indonesia (BI) sebagai anggota penuh dalam jaringan Nexus.
José Beltrán memiliki pengalaman panjang di sektor pembayaran Eropa, termasuk sebagai Program Director pengembangan sistem pembayaran pan-Eropa STEP2 di EBA Clearing serta terlibat dalam penyusunan SEPA Rule Books. Ia juga pernah menjabat Presiden European Automated Clearing House Association (EACHA).
Selain penunjukan pimpinan baru, NGP juga mengumumkan bahwa lima bank sentral pendiri—Reserve Bank of India (RBI), Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Bank of Thailand (BOT), dan Monetary Authority of Singapore (MAS)—resmi menerima Bank Indonesia sebagai peserta penuh. Sebelumnya, BI berstatus sebagai special observer.
Masuknya Indonesia dinilai strategis mengingat posisinya sebagai salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi dari luar negeri.
Chief Executive Officer NGP, Andrew McCormack, mengatakan perluasan jaringan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan global terhadap Nexus.
“Penunjukan José Beltrán sebagai Board Chair serta bergabungnya Indonesia, bersama dengan keterlibatan Bank Sentral Eropa dan kerja sama dengan Latin American Reserve Fund (FLAR), mencerminkan momentum kuat Nexus dalam membangun ekosistem pembayaran internasional yang lebih efisien dan inklusif,” ujar Andrew, dikutip Selasa (3/2/2026).
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran lintas negara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Interkoneksi sistem pembayaran antarnegara yang semakin terpadu akan memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara mitra,” kata Perry.
Dalam proyek ini, BI akan mengembangkan sistem pembayaran instan nasional BI-FAST agar terhubung dengan Nexus. Konektivitas tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara, memperluas inklusi keuangan, serta tetap menjaga kedaulatan sistem kliring dan setelmen di dalam negeri.
Proyek Nexus merupakan inisiatif Bank for International Settlements (BIS) sejak 2021 untuk menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (Instant Payment Systems/IPS). Pada 2025, proyek ini memasuki fase implementasi dengan pendirian Nexus Global Payments oleh sejumlah bank sentral.
Langkah BI bergabung dalam Nexus juga sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 serta kerangka Regional Payment Connectivity ASEAN. Inisiatif ini mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang dicanangkan G20 untuk mewujudkan sistem pembayaran global yang lebih cepat, murah, dan inklusif. (*AMBS)
