Senin, 22 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Dua Anak SMA ini Punya Cara Menangani Bencana

12 November 2019
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Dua Anak SMA ini Punya Cara Menangani Bencana

Bincang-bincang "Post-Disaster Management (Rehab, Recover, Reconstruct): Aksi Tanggap Siswa Terhadap Bencana Alam" digelar pada hari Sabtu 9 November 2019 di @America, Jakarta (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Mulai dari gempa bumi, tsunami, gunung meletus, hingga banjir, longsor, dan sebagainya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tahun 2018 tercatat 4231 korban meninggal dunia dan hingga tiga juta penduduk terpaksa mengungsi, menyusul 2426 bencana alam yang terjadi di sepanjang tahun.  Namun demikian, belum semua komponen bangsa sadar atas tingginya indeks risiko bencana dan kompleksnya manajemen kedaruratan.

Sejatinya, para generasi muda, seperti pelajar, dituntut keterlibatannya dalam upaya manajemen risiko bencana. Sebab, anak muda pun memiliki kapasitas untuk bertindak, dan terlibat dalam upaya penanggulangan bencana. Misalnya yang ditunjukkan oleh Michael Mulianto dan Jason Sudirdjo. Dua pelajar SMA ini punya cara untuk menangani bencana dan akibatnya. Seperti apa?

Michael Mulianto merupakan siswa kelas 3 SMA Jakarta Intercultural School (JIS) Jakarta. Dia mengembangkan aplikasi untuk penanganan bencana berbasis Android dan iOS, yaitu BAPAT.

 

Michael Mulianto mengembangkan aplikasi BAPAT untuk penanganan bencana (Foto: Istimewa/youngster.id)

 

Aplikasi Bantuan Cepat (BAPAT) atau fast relief ini berfungsi untuk memberikan langkah-langkah panduan kepada penggunanya, tentang cara bertindak mengatasi beberapa jenis bencana. Termasuk gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, kebakaran hutan, banjir, hingga topan.

Selain itu, BAPAT memiliki bot obrolan (semacam robot) yang dapat memberikan saran untuk lebih dari 50 penyakit, serta menemukan rumah sakit terdekat bila diperlukan. Juga, ada tombol panggilan darurat yang dapat digunakan pengguna saat mengalami masalah serius.

“Pembelajaran dari bencana-bencana yang terjadi sebelumnya, proses pemulihannya itu cukup lama. Jadi kita bisa bicara, mempromosikan, dan bergerak bersama-sama, agar ada orang lebih banyak terlibat dalam proses penanggulangan bencana. Dan khususnya siswa atau pelajar juga bisa berkontribusi cepat tanggap pada bencana alam, dan membuat perubahan,” ucap Michael.

Sedangkan Jason Sudirdjo merupakan siswa kelas 2 SMA ACS Jakarta. Jason adalah Founder Heart For Lombok Foundation, yang menggagas pengembangan industri minyak alpukat. Ia mengembangkan startup bernama Avoil, untuk membantu mengurangi gejolak ekonomi akibat gempa.

 

Jason Sudirdjo mengembangkan startup Avoil untuk membantu petani alpukat di Lombok pasca bencana (Foto: Istimewa/youngster.id)

 

Melalui usahanya yang tekun dalam memberikan edukasi kepada para petani alpukat, Jason berhasil mengubah pola produksi alpukat kepada petani di Lombok, dengan metode sederhana mengekstraksi minyak dari alpukat. Sehingga, mereka mampu mengubah alpukat yang dulu hanya menjadi pakan ternak menjadi minyak alpukat, yang harganya di pasar rata-rata sekitar Rp 200.000 per 100 ml di Indonesia. Ini memungkinkan penghasilan para petani jadi meningkat. Sebab, hanya sekitar 30 – 40% dari semua alpukat Indonesia yang dipanen diserap oleh pasar. Sedangkan, sekitar 60 – 70% tersedia untuk diubah menjadi minyak alpukat.

“Kami tidak hanya berharap untuk menghidupkan kembali situasi ekonomi bencana di Lombok, tapi juga untuk meningkatkan standar hidup dan kualitas hidup petani alpukat dengan meningkatkan penghasilan yang mereka terima,” ujar Jason.

Michael dan Jason menjadi contoh kaum pelajar atau generasi Z yang berprestasi dan inspiratif, serta peduli pada penanggulangan bencana di Indonesia sejak usia muda.

 

FAHRUL ANWAR

Tags: aplikasi BAPATAvoilbencanagenerasi mudaJason SudirdjoMichael Muliantopenanganan bencanapetani alpukat LombokSMA ACS JakartaSMA Jakarta Intercultural School (JIS) Jakarta
Previous Post

OLX Group Tingkatkan Investasi di Frontier Car Group

Next Post

TV Pintar Samsung Beri Tayangan Eklusif Hiburan Gratis Setahun

Related Posts

Literasi AI Mulai Jangkau Daerah 3T, Lebih dari 100 Ribu Orang Ikut Pelatihan
Technology

Literasi AI Mulai Jangkau Daerah 3T, Lebih dari 100 Ribu Orang Ikut Pelatihan

20 Juni 2026
0
Ksatria Fest 3.0, Kompetisi Yang Mencari Idola Tradipop di Kalangan Generasi Muda
Industry

Ksatria Fest 3.0, Kompetisi Yang Mencari Idola Tradipop di Kalangan Generasi Muda

18 Juni 2026
0
sustainability Telkomsel
Digital Business

Industri Telekomunikasi Tak Lagi Hanya Soal Jaringan, Sustainability Kini Jadi Prioritas

6 Juni 2026
0
Load More
Next Post
TV Pintar Samsung Beri Tayangan Eklusif Hiburan Gratis Setahun

TV Pintar Samsung Beri Tayangan Eklusif Hiburan Gratis Setahun

Sosial Media Week 2019, Ajak Masyarakat Berbagi Cerita Positif

Sosial Media Week 2019, Ajak Masyarakat Berbagi Cerita Positif

Xiomi

Xiaomi Luncurkan E-commerce "ShareSave" di Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

Laba bersih Bank Tata Asia

Laba Bersih Bank Tata Asia Melonjak Lebih dari 12 Kali Lipat

22 Juni 2026
Antler Asia Regional Portfolio Showcase 2026

Antler Rilis 28 Startup Pilihan di Asia, Geser Fokus ke Sistem Otonom dan AI Agent

22 Juni 2026
IPOT eSports

Transformasi AI Melalui Pendekatan eSports: Cara IPOT Cetak ‘Pro Player’ Finansial

22 Juni 2026
AI dan efisiensi energi

Saat AI Bertumbuh Pesat, Industri Mulai Mencari Cara Agar Tetap Ramah Lingkungan

22 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Laba bersih Bank Tata Asia

Laba Bersih Bank Tata Asia Melonjak Lebih dari 12 Kali Lipat

22 Juni 2026
Antler Asia Regional Portfolio Showcase 2026

Antler Rilis 28 Startup Pilihan di Asia, Geser Fokus ke Sistem Otonom dan AI Agent

22 Juni 2026
IPOT eSports

Transformasi AI Melalui Pendekatan eSports: Cara IPOT Cetak ‘Pro Player’ Finansial

22 Juni 2026
AI dan efisiensi energi

Saat AI Bertumbuh Pesat, Industri Mulai Mencari Cara Agar Tetap Ramah Lingkungan

22 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version