Sabtu, 17 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline e-COMMERCE

E-commerce Indonesia Masuk Babak Confident Commerce di 2026

17 Januari 2026
in e-COMMERCE
Reading Time: 3 mins read
Fokus Tingkatkan Nilai Brand Jadi Strategi e-Commerce Lazada di Tahun 2026

CEO Lazada Indonesia Carlos Barrera. (Foto: stevywidia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perubahan perilaku konsumen dan dinamika ekosistem telah mengubah pasar e-commerce Indonesia. Tren konsumen yang kian cerdas dalam memilih produk, termasuk yang bernilai tinggi menuntut platform untuk meningkatkan standar autentisitas dan kualitas. Lazada Indonesia memprediksi, industri ini akan masuk babak confident commerce yang berbasis kepercayaan.

Prediksi perubahan ini didukung oleh data laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company, yang memproyeksikan GMV e-commerce Indonesia mencapai sekitar US$140 miliar pada 2030, posisi tertinggi di Asia Tenggara.

Berangkat dari kondisi tersebut, CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera mengatakan, industri eCommerce kini telah beranjak dari sekadar penyedia akses pasar menjadi model bisnis yang mengutamakan kualitas.

“Dengan semakin matangnya perilaku belanja konsumen, fokus eCommerce kini adalah membangun kepercayaan diri pelanggan. Ketika rasa percaya terhadap keaslian produk dan kualitas jangka panjang sudah terbentuk, konsumen secara alami akan berbelanja dalam jumlah lebih besar, bahkan membeli produk yang lebih bernilai. Dengan demikian, eCommerce bertransformasi dari sekadar tempat transaksi, menjadi infrastruktur pertumbuhan bagi konsumen dan brand,” ungkapnya dalam pernyataan yang dikutip Sabtu (17/1/2026).

Carlos memaparkan lima tren utama yang akan membentuk lanskap e-commerce Indonesia sepanjang 2026.

“Trust” sebagai Pendorong Utama Belanja

Konsumen Indonesia kini belanja dengan tujuan yang lebih jelas: meningkatkan kualitas hidup. Bahkan, konsumen yang sensitif terhadap harga pun kini lebih selektif. Mereka memilih produk yang lebih tahan lama demi menghindari biaya tambahan di masa depan.

Baca juga :   Anchanto Gandeng Telkom Untuk E-Commerce Multikanal

Menurut Carlos, pergeseran ini sangat terlihat di kalangan keluarga muda dan konsumen aspirasional. Mereka kini mengandalkan e-commerce untuk membeli barang bernilai tinggi yang menunjang gaya hidup, seperti peralatan rumah tangga, elektronik, dan produk kesehatan.

Karena keputusan belanja kini lebih terencana, faktor kepercayaan (trust) berubah dari sekadar pelengkap menjadi penggerak pertumbuhan. Laporan Cube Asia 2025 mencatat bahwa kelas menengah dan konsumen muda sangat memperhatikan aspek keamanan, terbukti dengan 80% konsumen Indonesia yang lebih memilih berbelanja di online mall karena adanya jaminan kualitas.

“Platform eCommerce harus melangkah lebih jauh dari sekadar menyediakan official store. Kita perlu membangun kepercayaan secara menyeluruh melalui sistem, tata kelola, dan perlindungan yang lebih kuat bagi seluruh ekosistem. Dengan meminimalkan risiko, platform dapat mendorong konsumen untuk lebih percaya diri dalam melakukan transaksi bernilai besar,” jelas Carlos.

Belanja untuk Melengkapi Fase Kehidupan

Kini, perilaku belanja semakin erat kaitannya dengan fase kehidupan. Konsumen memanfaatkan e-commerce untuk mendukung berbagai transisi penting, seperti membangun keluarga, merenovasi hunian, hingga memulai gaya hidup yang lebih sehat. Tren ini memicu lonjakan permintaan pada kategori produk life-upgrade, seperti elektronik, peralatan rumah tangga, furnitur, otomotif, dan kesehatan.

Baca juga :   Penjualan Lazada 9.9 Mega Brands Sale 2025 Meningkat, AI Jadi Pendorong Performa

Dalam tren ini, brand lokal maupun global memegang peran kunci dengan menyediakan pilihan produk di berbagai rentang harga. Hal ini memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk “naik kelas” (trade up) dan mendapatkan produk berkualitas tinggi secara terencana, tanpa harus melampaui anggaran yang mereka miliki.

Premiumisasi Berbasis Nilai Produk

Salah satu tren paling menonjol tahun ini adalah minat konsumen terhadap produk yang lebih premium tanpa meninggalkan aspek value-for-money. Konsumen yang kini lebih selektif memilih untuk melakukan “investasi”, khususnya di produk yang kualitasnya berdampak langsung pada pengalaman pengguna. Hal ini mendorong permintaan untuk brand maupun produk lebih premium di kategori seperti kecantikan, elektronik, dan kebutuhan rumah tangga.

Saat ini, konsep “premium” dan “nilai” tidak lagi saling bertentangan. Kehadiran berbagai fitur penghematan, mulai dari voucer, opsi cicilan, hingga program loyalitas seperti LazKoin, memungkinkan konsumen untuk mendapatkan produk kelas atas dengan harga yang tetap rasional. Perpaduan antara aspirasi dan kepraktisan inilah yang mendefinisikan ulang makna “keterjangkauan” di pasar e-commerce saat ini.

Membership sebagai Wujud Apresiasi Loyalitas

Konsep diskon kini telah berevolusi. Alih-alih hanya mengandalkan promosi sesaat, e-commerce beralih ke program keanggotaan, atau membership, yang menawarkan manfaat berjenjang berdasarkan besaran dan frekuensi belanja.

“Bagi Lazada, program keanggotaan bukan sekadar alat promosi, melainkan cara untuk memperkuat engagement, kepercayaan, dan kebiasaan belanja jangka panjang. Bagi brand, sistem ini menciptakan permintaan yang lebih stabil, sedangkan bagi konsumen, ini memberikan nilai tambah yang berkelanjutan. Itulah alasan kami terus memperkuat Lazada Membership agar dapat memberikan manfaat dan penawaran eksklusif bagi para pengguna setia kami,” ujar Carlos.

Baca juga :   Pasar e-Commerce Indonesia Peringkat 2 Terdinamis di Dunia

Kreator Konten sebagai Ujung Tombak Pertumbuhan

Di tengah tren belanja yang semakin dipengaruhi oleh ulasan autentik, kreator konten, terutama afiliator, kini berperan vital dalam menjembatani brand dengan konsumen.

“Lazada berkomitmen memberdayakan ekonomi kreator sekaligus memperkuat hubungan antara brand dan konsumen. Kami secara aktif mengedukasi dan membina para kreator melalui investasi tahunan sebesar USD100 juta dalam program Lazada Affiliate. Bagi kami, kreator bukan sekadar pemasar, melainkan mitra strategis untuk pertumbuhan jangka panjang,” katanya.

Carlos optimis bahwa Indonesia siap memasuki babak baru e-commerce. Pada tingkatan baru ini, fokus industri tidak lagi hanya pada volume transaksi, tetapi pada dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Pada akhirnya, kepercayaan dan kualitas adalah kunci masa depan. Di pasar dengan pilihan yang nyaris tanpa batas, platform yang akan terus tumbuh adalah yang mampu membantu konsumen menjalani hidup dengan lebih baik. Itulah yang menjadi komitmen utama Lazada,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

 

Tags: confident commercee-commerceLazada Indonesia
Previous Post

SportsHero Gandeng Indosat Luncurkan HeroPlay, Platform Game Online Tanpa Unduh

Next Post

Melindungi Musisi Nyata Platform Bandcamp Larang Musik Buatan AI

Related Posts

Berkat E-Commerce Batik Khantil Bangkit Dari Keterpurukan
e-COMMERCE

Berkat E-Commerce Batik Khantil Bangkit Dari Keterpurukan

6 Desember 2025
0
Shopee Live
e-COMMERCE

Pelaku UMKM Raup US$270 Miliar secara Global Melalui Platform Shopee

2 Desember 2025
0
Fokus Tingkatkan Nilai Brand Jadi Strategi e-Commerce Lazada di Tahun 2026
e-COMMERCE

Fokus Tingkatkan Nilai Brand Jadi Strategi e-Commerce Lazada di Tahun 2026

28 November 2025
0
Load More
Next Post
Targetkan Milenial, Deezer Gandeng 3 Gelar Music Station

Melindungi Musisi Nyata Platform Bandcamp Larang Musik Buatan AI

Aplikasi Bantu Cari, Platform Berbasis Gotong Royong Khas Indonesia

Aplikasi Bantu Cari, Platform Berbasis Gotong Royong Khas Indonesia

NVIDIA Jangkau 5.000 Mahasiswa di Batam dan Padang Eksplorasi Ekosistem AI

NVIDIA Jangkau 5.000 Mahasiswa di Batam dan Padang Eksplorasi Ekosistem AI

Discussion about this post

Recent Updates

Keamanan Cloud

Keamanan Cloud: Kunci Daya Saing Ekonomi Digital ASEAN

17 Januari 2026
Kipin E-Library di LPKA Kelas 1 Kutoarjo

LPKA Kutoarjo Resmikan Perpustakaan Digital untuk Anak Binaan

17 Januari 2026
Tanoto Foundation Jaring 176 Penerima Beasiswa TELADAN 2026

Tanoto Foundation Jaring 176 Penerima Beasiswa TELADAN 2026

17 Januari 2026
NVIDIA Jangkau 5.000 Mahasiswa di Batam dan Padang Eksplorasi Ekosistem AI

NVIDIA Jangkau 5.000 Mahasiswa di Batam dan Padang Eksplorasi Ekosistem AI

17 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Keamanan Cloud

Keamanan Cloud: Kunci Daya Saing Ekonomi Digital ASEAN

17 Januari 2026
Kipin E-Library di LPKA Kelas 1 Kutoarjo

LPKA Kutoarjo Resmikan Perpustakaan Digital untuk Anak Binaan

17 Januari 2026
Tanoto Foundation Jaring 176 Penerima Beasiswa TELADAN 2026

Tanoto Foundation Jaring 176 Penerima Beasiswa TELADAN 2026

17 Januari 2026
NVIDIA Jangkau 5.000 Mahasiswa di Batam dan Padang Eksplorasi Ekosistem AI

NVIDIA Jangkau 5.000 Mahasiswa di Batam dan Padang Eksplorasi Ekosistem AI

17 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version