Pemerintah Dorong UMKM Masuk Pasar Digital Lewat Indonesia Open Network (ION)

Indonesia Open Network (ION)

Pemerintah Dorong UMKM Masuk Pasar Digital Lewat Indonesia Open Network (ION) (Foto: Istimewa)

youngster.id - Pemerintah Indonesia meluncurkan Indonesia Open Network (ION) sebagai infrastruktur digital terbuka untuk memperluas akses UMKM ke ekosistem e-commerce nasional. ION dirancang sebagai jaringan interoperabel yang menghubungkan pembeli, penjual, dan penyedia logistik tanpa bergantung pada satu platform tertutup.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa ION bukanlah aplikasi baru, melainkan fondasi digital yang memungkinkan berbagai aplikasi saling terhubung dalam satu jaringan perdagangan terbuka.

“ION bukan super-app baru. Ini adalah jaringan terbuka dan terdesentralisasi yang menghubungkan pembeli, penjual, dan penyedia logistik melalui standar interoperabel. Tujuannya jelas: lebih banyak pilihan, lebih banyak visibilitas, dan lebih banyak kendali bagi UMKM,” ujar Nezar, dikutip Jum’at (6/2/2026).

Menurut Nezar, pendekatan jaringan terbuka ini memberi peluang bagi pelaku usaha kecil, termasuk warung dan pedagang mikro, untuk menjangkau pasar nasional dengan biaya lebih rendah dibandingkan platform e-commerce konvensional.

Ia menambahkan, pengembangan ION akan terintegrasi dengan program Garuda Spark untuk mendorong lahirnya dua juta technopreneur Indonesia.

“ION akan terhubung dengan program Garuda Spark sebagai bagian dari strategi memperluas partisipasi UMKM dan generasi muda dalam ekonomi digital,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut ION sebagai terobosan penting untuk mengatasi ketergantungan UMKM pada ekosistem digital tertutup yang selama ini membebani biaya operasional.

“Indonesia memiliki 64,2 juta UMKM yang menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja. Namun, banyak yang masih terjebak dalam ekosistem tertutup dengan biaya tinggi. ION dirancang untuk membuka akses yang lebih adil,” tegas Maman.

Maman menekankan bahwa keberhasilan implementasi ION tidak diukur dari jumlah platform yang bergabung, melainkan dari keterlibatan nyata pedagang kecil dalam perdagangan digital.

“Keberhasilan ION akan diukur dari seberapa banyak pedagang kecil, warung, dan usaha mikro yang benar-benar terhubung ke pasar digital nasional,” ujarnya.

Pemerintah menilai kehadiran ION penting seiring pesatnya pertumbuhan perdagangan digital Indonesia. Saat ini, perdagangan digital telah mewakili lebih dari 30% penjualan ritel nasional dan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan konsep jaringan terbuka berbasis interoperabilitas, ION diharapkan dapat menekan biaya transaksi, memperluas jangkauan pasar UMKM, serta memperkuat peran e-commerce sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang inklusif.

Nezar menegaskan bahwa ION merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerataan ekonomi digital.

“ION bukan sekadar inisiatif teknologi, melainkan strategi nasional untuk pemerataan ekonomi digital,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version