youngster.id - Sejak diluncurkan pada 2019, Program Ekspor Shopee dirancang untuk mempermudah UMKM mengakses pasar luar negeri. Hasilnya, hingga 2025, lebih dari 90 juta produk asal Indonesia tercatat berhasil dipasarkan ke berbagai negara di Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin.
Sebagai apresiasi untuk para pelaku UMKM yang berhasil menembus pasar global melalui Program Ekspor ini Shopee menggelar Shopee Super Awards 2025.
Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto menyatakan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi dan komitmen UMKM dalam menghadirkan produk lokal yang mampu bersaing di pasar global.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, serta komitmen pengusaha UMKM dalam menghadirkan produk lokal berkualitas yang diminati pasar luar negeri,” ujar Christin dikutip Jumat (23/1/2026)..
Penghargaan ini menyoroti kinerja UMKM yang mencatatkan pertumbuhan ekspor signifikan dan berkontribusi pada perluasan jangkauan produk lokal ke pasar internasional sepanjang 2025.
Shopee Super Awards 2025 mencakup 42 kategori penghargaan. Penyelenggara menilai capaian para pemenang mencerminkan peran teknologi dan platform digital dalam memperluas akses UMKM Indonesia ke pasar internasional.
Ada 5 UMKM menerima penghargaan kategori Super Growing Program Ekspor Shopee UMKM atas pertumbuhan penjualan ekspor yang dinilai impresif.
Pertama adalah The National, UMKM fesyen asal Banyuwangi milik Angga, yang mencatatkan pertumbuhan penjualan ekspor lebih dari 1.400%. Usaha yang bermula dari modal sekitar Rp1 juta tersebut kini memiliki fasilitas produksi sendiri dan mempekerjakan lebih dari 50 karyawan. Produk The National telah menjangkau pasar Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, hingga Meksiko.
Penghargaan juga diraih Rumah Baju Bali, UMKM fesyen milik Adi, yang memasarkan busana bermotif Hawaiian khas Bali ke pasar Asia Tenggara dan Asia Timur.
Dari sektor kerajinan, Prima Shabby Craft milik Andyk Widodo dan Laily Prima Monica mengekspor produk dekorasi kayu ke Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Kemudian ada Garlycks, UMKM bumbu dapur milik Fitria dengan 41 varian produk, mencatatkan pertumbuhan ekspor sebesar 213% dengan tujuan utama Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Sementara melalui Program Ekspor Shopee FLEXI, Flowear, UMKM fesyen muslim asal Bandung milik pasangan Afiatun dan Asep, juga mencatatkan ekspansi ke pasar Malaysia dan Singapura dengan produk busana muslimah.
STEVY WIDIA
