Penemuan dan Komunitas TikTok Mempengaruhi Tren Perdagangan E-commerce

Komunitas TikTok

(ki-ka) Antonia Adega, Jordi Onsu, Nila Wulandari, Deby Lianti,dan Edwin Lengkei. (Foto: stevywidia/youngster.id)

youngster.id - Ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tumbuh 4,87% dan penopang signifikan pertumbuhan tersebut adalah Ramadan. Menariknya, perilaku konsumen juga berubah di momen ini. Hal ini mendorong TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi dan komunitas lokal.

Communications Senior Lead, Tokopedia & TikTok Shop Indonesia Antonia Adega mengatakan, kekuatan penemuan dan komunitas TikTok memengaruhi tren perdagangan di Tokopedia dan TikTok Shop. Tahun lalu, penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan meningkat hingga 30% dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, survey mendapati 68% pengguna menjadikan TikTok sebagai titik awal perjalanan Ramadan mereka—mulai dari mencari inspirasi hidangan berbuka puasa hingga mengambil keputusan belanja hari raya—bahkan sejak sebulan sebelum puasa.

Perubahan pola perilaku konsumen ini menurut Adega juga tercermin pada awal Ramadan 2026, LIVE shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali. “Hal ini mendorong produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel dan kemeja menjadi yang terlaris,” ujarnya pada media gathering, Rabu (4/3/2026) di Jakarta.

Menurut Adega, capaian ini sesuai dengan tren Ramadan setiap tahunnya di TikTok. Untuk itu, tahun ini Tokopedia & TikTok Shop Indonesia kembali menggelar program Ramadan Ekstra Seru 2026. Program ini menghubungkan kreator, komunitas, penjual dan pembeli dalam sebuah ekosistem digital terintegrasi untuk memperoleh inspirasi, hiburan sampai pengalaman bertransaksi aman, nyaman dan berdampak nyata.

“Berkat Ramadan Ekstra Seru tahun ini, di minggu pertama Ramadan saja sudah ada hampir 13 juta video singkat di TikTok yang dibuat oleh kreator dan penjual. Hal ini melampaui setengah dari total video sepanjang Ramadan tahun lalu,” ungkapnya.

Hal ini juga didukung pernyataan Communication Lead TikTok Indonesia Edwin Lengkei yang menyebut tahun lalu ada lebih dari 21,9 juta video diunggah selama Ramadan. “Hal ini mencerminkan tingginya partisipasi komunitas TikTok di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Edwin, kekuatan ini membantu para pelaku usaha termasuk UMKM untuk lebih mudah ditemukan calon pembeli. “Di era discovery e-commerce semangat berbagi inilah yang ingin kami gaungkan melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru bersama Tokopedia dan TikTok Shop,” ungkapnya.

Tren ini tidak lepas dari partisipasi aktif kreator dan pelaku usaha yang terus meramaikan momen Ramadan di TikTok. Lebih lanjut, kekuatan penemuan dan dukungan komunitas TikTok yang disinergikan dengan kemudahan belanja di Tokopedia dan TikTok Shop membuka peluang pertumbuhan bagi brand lokal termasuk UMKM, khususnya saat Ramadan.

Dukungan komunitas ini diakui Founder Mukena Wisanggeni Nila Wulandari menjadi pendorong pertumbuhan usahanya.

“Sebagai pelaku UMKM, solusi terintegrasi dari TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memudahkan kami memasarkan produk secara kreatif serta menjangkau calon pembeli. Bahkan pada Ramadan ini, nilai transaksi kami tumbuh lebih dari dua kali lipat,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan Deby Lianti founder Gwenza, jenama fashion muslim dari Bandung. Dia mengaku mendapatkan pertumbuhan penjualan hingga tujuh kali lipat berkat program Ramadan Ekstra Seru 2026.

“Kami bahkan meluncurkan koleksi terbaru lewat live streaming salama 13 jam secara konsisten yang menggandeng para affiliate,” ujarnya.

Melalui ekosistem yang terintegrasi, TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop menegaskan, akan terus menciptakan beragam inovasi dan inisiatif yang sesuai untuk memfasilitasi pelaku usaha lokal #JualanNyaman dan memberikan pengalaman #BelanjaAman kepada pelanggan.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version