Kamis, 5 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline e-Commerce

Penemuan dan Komunitas TikTok Mempengaruhi Tren Perdagangan E-commerce

5 Maret 2026
in e-Commerce
Reading Time: 2 mins read
Komunitas TikTok

(ki-ka) Antonia Adega, Jordi Onsu, Nila Wulandari, Deby Lianti,dan Edwin Lengkei. (Foto: stevywidia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tumbuh 4,87% dan penopang signifikan pertumbuhan tersebut adalah Ramadan. Menariknya, perilaku konsumen juga berubah di momen ini. Hal ini mendorong TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi dan komunitas lokal.

Communications Senior Lead, Tokopedia & TikTok Shop Indonesia Antonia Adega mengatakan, kekuatan penemuan dan komunitas TikTok memengaruhi tren perdagangan di Tokopedia dan TikTok Shop. Tahun lalu, penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan meningkat hingga 30% dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, survey mendapati 68% pengguna menjadikan TikTok sebagai titik awal perjalanan Ramadan mereka—mulai dari mencari inspirasi hidangan berbuka puasa hingga mengambil keputusan belanja hari raya—bahkan sejak sebulan sebelum puasa.

Perubahan pola perilaku konsumen ini menurut Adega juga tercermin pada awal Ramadan 2026, LIVE shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali. “Hal ini mendorong produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel dan kemeja menjadi yang terlaris,” ujarnya pada media gathering, Rabu (4/3/2026) di Jakarta.

Baca juga :   Agar Pelaku Usaha Kecil Go International, Kemendag Jalin Kerjasama dengan Google dan Alibaba

Menurut Adega, capaian ini sesuai dengan tren Ramadan setiap tahunnya di TikTok. Untuk itu, tahun ini Tokopedia & TikTok Shop Indonesia kembali menggelar program Ramadan Ekstra Seru 2026. Program ini menghubungkan kreator, komunitas, penjual dan pembeli dalam sebuah ekosistem digital terintegrasi untuk memperoleh inspirasi, hiburan sampai pengalaman bertransaksi aman, nyaman dan berdampak nyata.

“Berkat Ramadan Ekstra Seru tahun ini, di minggu pertama Ramadan saja sudah ada hampir 13 juta video singkat di TikTok yang dibuat oleh kreator dan penjual. Hal ini melampaui setengah dari total video sepanjang Ramadan tahun lalu,” ungkapnya.

Hal ini juga didukung pernyataan Communication Lead TikTok Indonesia Edwin Lengkei yang menyebut tahun lalu ada lebih dari 21,9 juta video diunggah selama Ramadan. “Hal ini mencerminkan tingginya partisipasi komunitas TikTok di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga :   Blibli Perkuat Ekosistem Halal Untuk Dukung Gaya hidup Halal Konsumen Indonesia

Menurut Edwin, kekuatan ini membantu para pelaku usaha termasuk UMKM untuk lebih mudah ditemukan calon pembeli. “Di era discovery e-commerce semangat berbagi inilah yang ingin kami gaungkan melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru bersama Tokopedia dan TikTok Shop,” ungkapnya.

Tren ini tidak lepas dari partisipasi aktif kreator dan pelaku usaha yang terus meramaikan momen Ramadan di TikTok. Lebih lanjut, kekuatan penemuan dan dukungan komunitas TikTok yang disinergikan dengan kemudahan belanja di Tokopedia dan TikTok Shop membuka peluang pertumbuhan bagi brand lokal termasuk UMKM, khususnya saat Ramadan.

Dukungan komunitas ini diakui Founder Mukena Wisanggeni Nila Wulandari menjadi pendorong pertumbuhan usahanya.

“Sebagai pelaku UMKM, solusi terintegrasi dari TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memudahkan kami memasarkan produk secara kreatif serta menjangkau calon pembeli. Bahkan pada Ramadan ini, nilai transaksi kami tumbuh lebih dari dua kali lipat,” katanya.

Baca juga :   Kampus Shopee Jangkau 28.000 UMKM di 514 Kabupaten

Hal serupa juga dirasakan Deby Lianti founder Gwenza, jenama fashion muslim dari Bandung. Dia mengaku mendapatkan pertumbuhan penjualan hingga tujuh kali lipat berkat program Ramadan Ekstra Seru 2026.

“Kami bahkan meluncurkan koleksi terbaru lewat live streaming salama 13 jam secara konsisten yang menggandeng para affiliate,” ujarnya.

Melalui ekosistem yang terintegrasi, TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop menegaskan, akan terus menciptakan beragam inovasi dan inisiatif yang sesuai untuk memfasilitasi pelaku usaha lokal #JualanNyaman dan memberikan pengalaman #BelanjaAman kepada pelanggan.

 

STEVY WIDIA

Tags: e-commercekomunitas TikTokRamadan Ekstra Serup 2026TikTokTokopedia dan TikTok Shop
Previous Post

Fynd Masuk Pasar Indonesia, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Digital dan Industri Fesyen

Next Post

Schneider Electric Lampaui Target Dekarbonisasi 2025: Berhasil Pangkas 862 Juta Ton Emisi CO2 Pelanggan

Related Posts

Strategi Shopee
e-Commerce

Strategi Shopee dan Shopee Pay Integrasi Kampanye Ramadan

2 Maret 2026
0
Investasi AI
Analyze

Lonjakan Investasi AI Menandai Fase Baru bagi Ritel Jelang Perayaan Hari Raya

25 Februari 2026
0
Film vertikal Tiktok
BizTech

TikTok Luncurkan Aplikasi Drama Pendek PineDrama

20 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Dekarbonisasi Schneider Electric

Schneider Electric Lampaui Target Dekarbonisasi 2025: Berhasil Pangkas 862 Juta Ton Emisi CO2 Pelanggan

Tren Olahraga Sosial Dapat Meningkatkan Risiko Nyeri Otot, Teknologi Terapi Jadi Solusi

Tren Olahraga Sosial Dapat Meningkatkan Risiko Nyeri Otot, Teknologi Terapi Jadi Solusi

Program PFpreneur 2026

Pertamina Kembali Buka Program PFpreneur 2026: Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas ke Pasar Global

Discussion about this post

Recent Updates

Anggaran Riset 2025

Anggaran Riset Naik Jadi Rp12 Triliun, Kemendiktisaintek Gandeng MIND ID Perkuat Hilirisasi & Swasembada Energi

5 Maret 2026
XLSMART Percepat Registrasi Biometrik Wajah dan eSIM

XLSMART Percepat Registrasi Biometrik Wajah dan eSIM

5 Maret 2026
Program PFpreneur 2026

Pertamina Kembali Buka Program PFpreneur 2026: Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas ke Pasar Global

5 Maret 2026
Tren Olahraga Sosial Dapat Meningkatkan Risiko Nyeri Otot, Teknologi Terapi Jadi Solusi

Tren Olahraga Sosial Dapat Meningkatkan Risiko Nyeri Otot, Teknologi Terapi Jadi Solusi

5 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Anggaran Riset 2025

Anggaran Riset Naik Jadi Rp12 Triliun, Kemendiktisaintek Gandeng MIND ID Perkuat Hilirisasi & Swasembada Energi

5 Maret 2026
XLSMART Percepat Registrasi Biometrik Wajah dan eSIM

XLSMART Percepat Registrasi Biometrik Wajah dan eSIM

5 Maret 2026
Program PFpreneur 2026

Pertamina Kembali Buka Program PFpreneur 2026: Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas ke Pasar Global

5 Maret 2026
Tren Olahraga Sosial Dapat Meningkatkan Risiko Nyeri Otot, Teknologi Terapi Jadi Solusi

Tren Olahraga Sosial Dapat Meningkatkan Risiko Nyeri Otot, Teknologi Terapi Jadi Solusi

5 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version