youngster.id - Gempuran tren fesyen yang kian kompleks serta pergeseran preferensi konsumen menuju gaya yang lebih modern dan digital, tidak membuat Batik Keris kehilangan relevansinya. Predikat “legendaris” menjadi fondasi bagi jenama asal Solo yang telah berkarya hampir satu abad ini, untuk terus beradaptasi dan berkembang mengikuti perubahan zaman.
Untuk itu, Batik Keris menerapkan strategi pendekatan nilai budaya (heritage) dan teknologi (tech) dengan memperkuat eksistensinya di pasar digital bersama Shopee.
“Bertahan saja sudah merupakan sebuah pencapaian, namun Batik Keris memilih untuk melangkah lebih jauh. Upaya kami adalah untuk terus berkembang dengan membaca perubahan perilaku konsumen, memanfaatkan kanal distribusi modern, serta menjaga keseimbangan antara inovasi dan autentisitas,” ungkap Andy Rusli, Direktur Batik Keris dikutip dari keterangan pers Sabtu (7/2/2026).
Andy menegaskan bahwa batik tidak boleh berhenti sebagai artefak budaya. Batik harus terus hidup, dipakai, dirayakan, dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
“Kami memahami bahwa keberlanjutan sebuah merek legendaris sangat bergantung pada kemampuannya menyinkronkan ritme sejarah dengan derap teknologi, ” ujarnya.
Meski berjaya di pasar offline dengan lebih dari 80 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, estafet perjuangan terus berlanjut hingga generasi penerusnya. Keinginannya untuk tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di dunia digital, menjadi roda motivasi untuk terus berkembang. Untuk itu, Batik Keris menerapkan strategi heritage tech .
Menurut Andy, memanfaatkan ekosistem digital untuk meningkatkan daya tarik pasar luas lewat Shopee menjadi.salah satu langkah strategis. Kehadiran toko resmi (Official Store) Batik Keris di Shopee Mall sejak tahun 2021 tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga menjadi jaminan autentisitas bagi konsumen untuk mendapatkan produk yang asli.
Langkah ini bukan sekadar membuka toko daring, keseriusan Batik Keris di ranah digital juga dilakukan lewat terbentuknya tim khusus yang fokus mengelola strategi penjualan dan komunikasi digital.
“Kami punya tim digital secara khusus, karena kami ingin beradaptasi lebih cepat lewat digital. Di sepanjang tahun 2025, Batik Keris bahkan berhasil mencapai pertumbuhan penjualan hingga lebih dari 50% berkat pemanfaatan program dan fitur interaktif Shopee. Fokus kami juga berlanjut pada tren live streaming, Shopee Live kini dilakukan setiap hari mulai jam 6 pagi hingga 10 malam. Tak hanya untuk memperkenalkan produk, kanal ini menjadi sarana edukasi akan nilai batik di era modern,” ucap Andy.
Selain itu, brand ini menghadirkan koleksi modern classic untuk produkready-to-wear. Artinya, setiap desain, warna, dan siluet dirancang agar batik terasa cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak sekolah hingga pekerja, pasangan hingga keluarga namun tetap ekslusif.
Keunikan Batik juga terletak pada integritas sistem produksinya yang dikelola secara vertikal dari hulu ke hilir. Mulai dari pengembangan kain (katun kualitas ekspor, rayon, sutra, hingga viscose), proses kreatif motif oleh desainer internal (in-house designer), pembatikan, penjahitan, hingga distribusi ke seluruh jaringan toko, semuanya dilakukan dengan standar kualitas yang ketat.
“Kualitas kami ini terbukti, karena memang banyak pelanggan yang datang kembali ke toko mengenakan baju Batik Keris yang mereka beli 20 atau 25 tahun lalu, dan warnanya tetap bagus. Bahkan beberapa anak muda mengenakan baju Batik Keris turunan dari orang tuanya,” ujar Andy.
Eksistensi Batik Keris selama hampir satu abad ini menjadi pesan kuat bagi industri kreatif nasional bahwa digitalisasi bukanlah ancaman bagi tradisi. Sebaliknya, teknologi justru menjadi instrumen untuk menjaga identitas bangsa agar tetap eksis dan kompetitif di kancah global.
STEVY WIDIA
