Rabu, 8 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Ekonomi Digital Diprediksi Sumbang Rp2.305 Triliun pada 2030

14 Februari 2019
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
ekonomi digital

Ekonomi digital (Foto: ilustrasi/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kontribusi yang dihasilkan dari perdagangan elektronik Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diprediksi tumbuh hingga 18 kali lipat menjadi Rp2.305 triliun pada 2030. Demikian Laporan berjudul The Digital Komodo Dragon: How Indonesia Can Capture The Digital Trade Opportunity at Home and Abroad.

Pada laporan yang dipublikasikan Hinrich Foundation dan AlphaBeta Advisors itu mengukur kontribusi, peluang ekonomi dan dampak dari e-commerce di pasar domestik maupun internasional. Laporan tersebut juga merangkum sejumlah rekomendasi penting bagi para pemangku kepentingan untuk memaksimakan potensi tersebut.

Mitra AlphaBeta Genevieve Lim memaparkan, rata-rata pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara mencapai 15% setiap tahunnya. Di Indonesia, dia menyebut perdagangan elektronik membuat berhasil mengurangi ongkos penyimpanan data perusahaan, memperbaiki model bisnis, dan membantu perusahaan dalam ekspansi ke pasar baru.

Baca juga :   Tokopedia Jadi e-Commerce Yang Paling Banyak Dikunjungi 

“Peluang pertumbuhan dagang-el di Indonesia dapat dimaksimalkan bila pemangku kepentingan termasuk pemerintah dapat meminimalisir hambatan dagang berupa border friction,” kata Lim dalam keterangannya Rabu (13/2/2019) di Jakarta.

Dia menjelaskan, secara umum perdagangan elektronik meningkatkan produktivitas melalui enam cara, antara lain dengan mengidentifikasi dan membangun pasar baru, menekan biaya dan mempercepat manajemen data, mendukung kolaborasi lintas batas. Selanjutnya, dengan proses memperkaya data secara mendalam, memperkenalkan model bisnis yang efisien, dan memperkecil rantai distribusi.

Dari sekian banyak sektor,e-commerce diketahui paling berdampak signifikan pada sektor agrikultur dan makanan. Pada 2017, nilai tambah dagang-el terhadap sektor ini tercatat sebesar Rp27 triliun, dan berpotensi meningkat menjadi Rp548 triliun pada 2030.

Baca juga :   Tiga Clothing Brand Dari Bandung Bakal Tampil Di Paris Fashion Week 2022

Sementara itu Chief Executive Officer of the Hinrich Foundation Kathryn Dioth menyatakan, perdagangan elektronik juga memiliki potensi untuk mendorong nilai ekspor Indonesia. Menurutnya, saat ini ekspor digital hanya berkontribusi 1% terhadap total ekspor Indonesia atau senilai Rp28 triliun. Dia memprediksi, ekspor digital berpotensi tumbuh hingga delapan kali lipat hingga mencapai Rp240 triliun pada 2030.

Sebagai gambaran, ekspor atau perdagangan digital yang dimaksud tidak hanya mencakup produk konsumer yang diperjualbelikan melalui internet dan platform dagang-el, tetapi juga meliputi aliran data yang berkaitan dengan rantai pasok global, layanan yang memungkinkan sistem manufaktur cerdas, dan platform serta aplikasi.

“Jika berbagai hambatan dagang bisa diatasi, kontribusi dari produk dan jasa digital terhadap nilai total ekspor negara ini dapat tumbuh lebih dari delapan kali lipat pada 2030,” ujarnya.

Baca juga :   Fintech YUP Peroleh Pendanaan Seri B Sebesar US$30 Juta

Menurutnya, saat ini pemerintah Indonesia dan sejumlah negara di Asia Pasifik tengah menyusun regulasi mengenai ekonomi digital. Dia menyebut, sejumlah kebijakan yang diperlukan antara lain pengaturan mengenai pengenaan bea masuk dapat berdampak signifikan pada ekspor produk digital.

Lebih lanjut, dia juga menekankan Indonesia dapat berperan penting dalam melakukan perundingan dagang bilateral dan multilateral dengan negara lain untuk mendorong peningkatan ekspor digital maupun perdagangan elektronik di Tanah Air.

STEVY WIDIA

Tags: ekonomi digitalHinrich FoundationMitra AlphaBeta
Previous Post

Vivo Perkenalkan Identitas Brand Baru

Next Post

Pemesanan Hotel Di Hari Valentine Naik

Related Posts

Kredivo paylater
Digital Business

Transaksi PayLater Kredivo Melonjak 27% Selama Ramadan 2026, Kategori Groceries Jadi Primadona

7 April 2026
0
pasar FMCG di ecommerce
Digital Business

Rekor Baru! Penjualan FMCG di E-commerce Tembus Rp40 Triliun pada Kuartal I 2026

7 April 2026
0
Pitchbook - venture capital
Startup & Entrepreneurship

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
0
Load More
Next Post
PRISM - OYO

Pemesanan Hotel Di Hari Valentine Naik

Cashlez dan Ovo Perkuat Layanan Transaksi Nontunai

Cashlez dan Ovo Perkuat Layanan Transaksi Nontunai

Sambut Hari Kartini SMESCO Gelar Pesta Diskon

Smesco Indonesia Ingin Tingkatkan Jumlah KUKM

Discussion about this post

Recent Updates

Garuda AI Banten

Jadi Pelopor Nasional, Pemda Banten Pimpin Transformasi Tenaga Kerja Berbasis Garuda AI

7 April 2026
Alibaba Qwen-3

Alibaba Luncurkan Qwen3.6-Plus, Fokus pada ‘Agentic AI’ dan Kemampuan Coding Otomatis

7 April 2026
Tablet Baru Lenovo Ini Siap Ubah Cara Kamu Kerja dan “Ngonten”

Tablet Baru Lenovo Ini Siap Ubah Cara Kamu Kerja dan “Ngonten”

7 April 2026
Kredivo paylater

Transaksi PayLater Kredivo Melonjak 27% Selama Ramadan 2026, Kategori Groceries Jadi Primadona

7 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Garuda AI Banten

Jadi Pelopor Nasional, Pemda Banten Pimpin Transformasi Tenaga Kerja Berbasis Garuda AI

7 April 2026
Alibaba Qwen-3

Alibaba Luncurkan Qwen3.6-Plus, Fokus pada ‘Agentic AI’ dan Kemampuan Coding Otomatis

7 April 2026
Tablet Baru Lenovo Ini Siap Ubah Cara Kamu Kerja dan “Ngonten”

Tablet Baru Lenovo Ini Siap Ubah Cara Kamu Kerja dan “Ngonten”

7 April 2026
Kredivo paylater

Transaksi PayLater Kredivo Melonjak 27% Selama Ramadan 2026, Kategori Groceries Jadi Primadona

7 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version