Kamis, 9 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Features

Lanskap Pembayaran Asia Tenggara: Dari Dominasi Dompet Digital hingga Masa Depan Tanpa Tunai

9 April 2026
in Features
Reading Time: 2 mins read
[embayaran digital di Asia Tenggara

Lanskap Pembayaran Asia Tenggara: Dari Dominasi Dompet Digital hingga Masa Depan Tanpa Tunai (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Saat ini, Asia Pasifik, khususnya Asia Tenggara, menjadi laboratorium pembayaran paling menarik di dunia. Dari warung kopi di pelosok Indonesia hingga pusat jajanan hawker di Singapura, aktivitas menarik ponsel untuk memindai kode QR telah menjadi insting kedua, menggeser peran kartu kredit dan lembaran uang kertas.

Laporan Global Payments Report 2026 memberikan konteks yang benderang. Secara global, pada tahun 2030, aplikasi pembayaran (dompet digital, BNPL, transfer antar-akun/A2A) diprediksi akan menguasai 46% dari total pengeluaran di titik penjualan (POS), dengan nilai fantastis mencapai US$15,6 triliun.

Lantas, bagaimana negara-negara di Asia Tenggara bergerak dalam peta persaingan ini? Asia Tenggara tidak lagi hanya mengikuti tren global—kawasan ini sedang menciptakan standarnya sendiri.

Di Negeri Singa, misalnya, untuk pertama kalinya, pada tahun 2025, dompet digital resmi menyalip kartu debit sebagai metode pembayaran utama di gerai fisik. Dompet digital kini menguasai 36% nilai transaksi POS dan 40% nilai e-commerce.

Baca juga :   Pengembangan Infrastruktur Digital Dukung Ekspansi Perusahaan dan Startup di Indonesia

Meskipun pemain global seperti Apple Pay dan Google Pay semakin menjamur, juara lokal seperti GrabPay dan ShopeePay tetap dominan di ranah online. Menariknya, masyarakat Singapura masih gemar menautkan kartu kredit ke dompet digital mereka, dengan rasio penggunaan kartu kredit berbanding debit sebesar 3 banding 1.

Sementara itu, Pemerintah Malaysia memiliki misi besar dalam Financial Sector Blueprint: mengurangi penggunaan tunai untuk menekan angka penggelapan pajak. Hasilnya? Penggunaan uang tunai anjlok dari 64% di tahun 2019 menjadi hanya 22% di tahun 2025.

Infrastruktur DuitNow QR menjadi tulang punggung dengan 2,6 juta titik penerimaan. Di sini, dompet digital lokal seperti Touch ‘n Go dan Boost masih lebih dicintai konsumen dibandingkan merek global.

Filipina adalah pasar yang unik. Di satu sisi, dompet digital seperti GCash menggila dengan menghubungkan 94 juta pengguna ke 6 juta merchant. Namun di sisi lain, Filipina mencatatkan rekor penggunaan tunai tertinggi di dunia (42% transaksi di toko). Hal ini masuk akal mengingat data Bank Dunia menunjukkan 50% populasi Filipina masih belum memiliki rekening bank (unbanked), sehingga sistem Cash on Delivery (COD) tetap menjadi pilar utama e-commerce.

Baca juga :   5 Hal Ini Pasti Bikin Kamu Kangen Kuliah Offline

Indonesia mencatatkan penurunan penggunaan tunai tercepat di kawasan. Porsi transaksi tunai menyusut drastis dari 77% (2019) menjadi 36% (2025). Dua aktor utamanya: QRIS (standar QR nasional) dan BI-FAST.

Hingga Agustus 2025, QRIS telah menghubungkan 57 juta pengguna ke 40 juta merchant. Nama-nama seperti GoPay, DANA, dan OVO bukan lagi sekadar aplikasi, melainkan gaya hidup yang menyatukan ekonomi mikro hingga retail besar.

Di Thailand, sistem PromptPay membuat metode Account-to-Account (A2A) menjadi raja, mencakup 43% nilai transaksi di toko. Sementara di Vietnam, pertumbuhan kode QR melesat hingga 151% dalam setahun berkat VietQR. Vietnam juga menjadi pasar paling kompetitif dengan 49 operator dompet digital berlisensi, di mana MoMo dan ZaloPay bersaing ketat dengan raksasa global.

Baca juga :   Get Bersalin Nama Jadi Gojek Dengan Fitur Yang Sama Seperti di Indonesia

Phil Pomford, General Manager Global eCommerce APAC di Global Payments, melihat tren ini sebagai langkah menuju integrasi regional.

“Standar QR yang saling terhubung (interoperabel) sedang menjahit kawasan ini menjadi koridor pembayaran real-time yang terpadu dan berbiaya rendah,” jelas Phil, seperti dilansir Fintech News Singapore, Kamis (9/4/2026).

Bagi para pelaku bisnis, memahami kurva adopsi di tiap negara adalah kunci. Tidak ada metode tunggal yang mendominasi seluruh Asia Tenggara. Keberhasilan ekonomi digital di kawasan ini didorong oleh ramuan unik: insentif dari pedagang, mandat regulasi pemerintah, dan infrastruktur publik-swasta yang solid. (*AMBS)

Tags: Asia Tenggaradigital wallete-commercefintechGCashGoPaygrabpayQRISTren Ekonomi 2026
Previous Post

RI dan ASEAN Percepat Pasar Karbon, Potensi Pendapatan Tembus US$3 Triliun

Related Posts

pasar FMCG di ecommerce
Digital Business

Rekor Baru! Penjualan FMCG di E-commerce Tembus Rp40 Triliun pada Kuartal I 2026

7 April 2026
0
J&T Express
Digital Business

Laba Bersih Meroket, J&T Global Express Catat Pendapatan US$12,2 Miliar di Tahun 2025

31 Maret 2026
0
Festival Belanja Ramadan Lazada
Digital Business

Festival Belanja Ramadan Lazada Dongkrak Pertumbuhan Penjualan Signifikan

30 Maret 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

[embayaran digital di Asia Tenggara

Lanskap Pembayaran Asia Tenggara: Dari Dominasi Dompet Digital hingga Masa Depan Tanpa Tunai

9 April 2026
Pasar Karbon ASEAN

RI dan ASEAN Percepat Pasar Karbon, Potensi Pendapatan Tembus US$3 Triliun

8 April 2026
Google Gemini AI

Sekarang AI Google Gemini Bisa Diakses Lewat Paket Data Indosat

8 April 2026
Kenangan Coffee Taiwan

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Buka Gerai Pertama di Taipei

8 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
[embayaran digital di Asia Tenggara

Lanskap Pembayaran Asia Tenggara: Dari Dominasi Dompet Digital hingga Masa Depan Tanpa Tunai

9 April 2026
Pasar Karbon ASEAN

RI dan ASEAN Percepat Pasar Karbon, Potensi Pendapatan Tembus US$3 Triliun

8 April 2026
Google Gemini AI

Sekarang AI Google Gemini Bisa Diakses Lewat Paket Data Indosat

8 April 2026
Kenangan Coffee Taiwan

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Buka Gerai Pertama di Taipei

8 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version