Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Google: Adopsi Layanan Pembayaran Digital Capai 46%

29 November 2018
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
pembayaran digital

Layanan pembayaran digital. (Foto : Ilustrasi/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Layanan pembayaran digital kini telah menjadi sarana baru bagi masyarakat Asia tenggara. Riset yang dilakukan Google dan Temasek bertajuk ‘e-Conomy SEA 2018’ itu, adopsi layanan pembayaran digital di Indonesia sudah mencapai angka 46%. Artinya, 1 dari 2 pengguna internet telah bertransaksi secara digital.

“Penggunaan internet mobile yang tinggi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia memudahkan adopsi pembayaran digital,” kata Randy Jusuf Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, dalam keterangannya, Rabu (28/11/2018).

Ia menyatakan, layanan pembayaran digital memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi beberapa tahun ke depan. Apalagi, metode pembayaran digital juga sudah diterima di berbagai merchant offline.

“Digital payment akan terus tumbuh, banyak sekarang sudah beralih ke elektronik. Banyak penawaran produk yang terintegrasi dengan pembayaran offline, seperti penggunaan fitur QR code di merchant-merchant,” kata Randy lagi.

Baca juga :   Buat Anak Bahagia Di Situasi Sekarang Ini

Beberapa penyedia pembayaran digital yang cukup populer di Indonesia, di antaranya adalah Go-Pay, Ovo, Dana, TCash, dan sebagainya. Seolah tak mau kalah, perbankan pun meluncurkan beberapa fitur uang elektronik seperti Mandiri e-cash, BCA Sakuku.

Berdasarkan riset Google dan Temasek, jumlah pengguna internet di kawasan Asia Tenggara tahun 2018 mencapai 350 juta dan 150 juta di antaranya berasal dari Indonesia. Sementara penetrasi internet mobile atau pengguna internet pada perangkat mobile mencapai 90% di Asia Tenggara.

Riset itu juga menyebutkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1.453 triliun. Rinciannya, dari sektor e-commerce sebesar US$ 53 miliar dan sektor online travel sebesar US$ 25 miliar.

Baca juga :   Kolaborasi Northstar Group dan Google Untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital Di Asia Tenggara

Kemudian dua sektor lainnya, yakni sektor transportasi online dan pengiriman makanan akan menyumbang transaksi sebesar US$ 14 miliar, serta US$ 8 miliar dari online media, yang terdiri dari layanan streaming video dan musik.

STEVY WIDIA

Tags: e-Conomy SEA 2018ekonomi digital IndonesiaGoogleGoogle Temasek
Previous Post

Pariwisata Indonesia Butuh Pendekatan Bisnis

Next Post

Instagram Rilis Fitur Untuk Tunanetra ‘Melihat’ Gambar

Related Posts

Google Ventures (GV)
STARTUP

Investasi Startup dan Akuisisi Jumbo, Google Dominasi Ekosistem Venture Global

5 Februari 2026
0
Ekonomi Digital Indonesia
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Maybank: Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Masih Berlanjut

30 Desember 2025
0
Infobip - Telkomsel
BIZTECH

Kembangkan RCS for Business di Indonesia, Telkomsel Gandeng Infobip dan Google

18 Desember 2025
0
Load More
Next Post
Instagram Stories Orang Indonesia Terbanyak di dunia

Instagram Rilis Fitur Untuk Tunanetra 'Melihat' Gambar

Transaksi Shopee Tumbuh 152% Sepanjang Kuartal III 2018

Shoppe Ingin Festival 12.12 Lampaui 11.11

9 Desainer Muda Lasalle College Tampil Rancangan Unik di JFW 2018

Dicari Desainer Muda Indonesia untuk Diorbitkan ke Paris

Discussion about this post

Recent Updates

XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version