Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Induk Kredivo Akan Jadi Perusahaan Publik melalui Merger dengan VPC Impact Acquisition Holdings II

4 Agustus 2021
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Startup Ini Buka Akses Kredit Bagi Generasi Millenial

(ki-ka): Alie Tan Co-Founder FinAccel dan Akshay Garg, CEO FinAccel. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kredivo adalah platform Buy Now Pay Later (BNPL) terbesar dan tercepat pertumbuhannya di Indonesia. Kini FinAccel, perusahaan induk dari Kredivo,  merger dengan VPC Impact Acquisition Holdings II (VPCB) . Ini akan membawa FinAccel menjadi perusahaan public. Pencatatan saham publik ini akan memperkuat posisi Kredivo, baik pertumbuhan bisnis di Indonesia, ekspansi ke pasar regional, maupun pengembangan lini bisnis baru.

Merger itu menghasilkan valuasi pro-forma ekuitas yang mencapai kisaran US$2,5 miliar, dengan asumsi tidak ada penebusan.

Co-Founder dan CEO FinAccel, Akshay Garg, mengatakan, sebagai platform Buy Now Pay Later terdepan di Indonesia, Kredivo telah membangun kredibilitas yang kuat di industri pembiayaan berbasis point-of-sales yang tumbuh dengan cepat di Indonesia. Tidak seperti pasar di negara Barat dengan ketersediaan akses kredit yang luas, penyaluran kredit ritel oleh bank-bank konvensional di Asia Tenggara masih terbilang rendah.

Baca juga :   Kredivo Gandeng Bukalapak Untuk Optimisasi Transaksi Melalui Mobile Phone

“Hal ini menjadi kesempatan besar bagi Kredivo untuk memenuhi berbagai kebutuhan kredit seperti pinjaman tunai, serta merealisasikan visi kami untuk mendorong akses kredit yang cepat, terjangkau dan mudah diakses kepada puluhan juta konsumen di Asia Tenggara. Mengingat sebesar 66% populasi Asia Tenggara masih dalam kategori belum mendapatkan atau minim akses ke layanan perbankan, kami juga melihat kesempatan yang luar biasa untuk melayani konsumen dengan beragam kebutuhan keuangan non-kredit,” papar Akshay dalam keterangan pers, Rabu (4/8/2021).

Sejumlah investor institusi berkomitmen US$120 juta dalam bentuk Private Investment in Public Equity (PIPE), yang dipimpin oleh Marshall Wace, Corbin Capital, SV Investment, Palantir Technologies, Maso Capital, dan sponsor Victory Park Capital, dengan tambahan komitmen ekuitas sebesar US$55 juta dari NAVER dan Square Peg.

Baca juga :   Jaringan Data 4G XL Jangkau 450 Kota

Kerja sama yang solid antara VPC dan Kredivo telah lama terjalin. Sebelumnya, VPC menyediakan fasilitas kredit sebesar US$100 juta kepada Kredivo pada Juli 2020 dan menambahkannya menjadi US$200 juta pada bulan Juni 2021. Lebih lanjut, VPC dan beberapa partnernya berinvestasi paling tidak US$30 juta ke dalam Private Investment in Public Equity (PIPE) dan berkomitmen untuk memegang saham sponsor yang dimiliki selama dua tahun, kecuali jika dipercepat berdasarkan ukuran kinerja perdagangan rata-rata yang dimulai satu tahun setelah penutupan. VPCB telah menyelesaikan proses IPO (Initial Public Offering) pada bulan Maret 2021 lalu di bursa NASDAQ Amerika Serikat.

“Sejak investasi pertama kami pada tahun 2020, kami terus dibuat kagum oleh pertumbuhan cepat dan juga metrik kredit maupun unit economics Kredivo. Kredivo telah menghadirkan platform yang mengagumkan dan mampu berekspansi ke pasar-pasar baru. Kemampuan dari tim manajemen kelas dunia yang dimiliki Kredivo terbukti tidak hanya mampu mengeksekusi strategi bisnisnya, tetapi juga merevolusi industri fintech di Asia Tenggara,” kata Gordon Watson Co-CEO dari VPCB dan Partner dari VPC.

Baca juga :   Jelang Lebaran, Tren Penggunaan Paylater Terus Meningkat

FinAccel sebelumnya telah didukung oleh investor terkemuka seperti Square Peg, Mirae Asset, NAVER, Jungle Ventures, GMO Internet, dan Telkom Indonesia. Pada akhir penyelesaian transaksi nantinya, perusahaan gabungan diperkirakan akan memiliki valuasi ekuitas pro-forma sekitar US$2,5 miliar, dengan asumsi tidak ada penebusan. Transaksi ini juga diharapkan akan menghasilkan lebih dari US$430 juta dalam bentuk tunai pada neraca keuangan perusahaan gabungan.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: FinAccelKredivomergerplatform buy now pay later (BNPL)VPC Impact Acquisition Holdiing II (VPCB)
Previous Post

Kompetisi City Hatch 2021 Jaring Ratusan Karya Desain Virtual

Next Post

MSI University Championship 2021, Jaring Bibit Esport Dari Tingkat Universitas

Related Posts

Kredivo x DBS
Digital Business

Bank DBS Indonesia Tambah Pendanaan ke Kredivo Jadi Rp3 Triliun, Dorong Ekspansi Kredit Digital 2026

29 Januari 2026
0
Atome
Startup & Entrepreneurship

Atome Raih Pendanaan Sindikasi US$345 Juta, Perkuat Ekspansi BNPL di Asia Tenggara

14 Januari 2026
0
MyRepublic Indonesia x Moratelindo
Technology

Percepat Pemerataan Ekosistem Digital di Indonesia, Moratelindo dan MyRepublic Sepakat Merger

19 Desember 2025
0
Load More
Next Post
Platform eSports Kohai Infiniti

MSI University Championship 2021, Jaring Bibit Esport Dari Tingkat Universitas

Lazada Kurasi dan Inkubasi Desainer Lokal

Baru 21% UMKM Berhasil Masuk ke Ekosistem Digital

Dcost

Restoran Ini Berinovasi Pada Konsep Suasana dan Menu Baru

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version