Selasa, 8 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Industry

Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh 5,2% pada 2026

8 September 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh 5,2% pada 2026 (Foto: Istimewa/MetroTV)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perekonomian Indonesia dinilai memiliki fondasi yang relatif solid dan berdaya tahan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah meningkatnya risikonya gejolak ekonomi global sepanjang tahun 2026. Stabilitas makroekonomi, aliran investasi yang konsisten, serta ekspansi sektor-sektor baru menjadi penopang utama daya tahan ekonomi nasional.

Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), Irman Faiz, menjelaskan bahwa perekonomian global masih dibayangi berbagai tantangan berat, seperti tingginya harga energi akibat eskalasi geopolitik, ketatnya kondisi keuangan, serta suku bunga acuan global yang bertahan di level tinggi. Kondisi ini diproyeksikan menekan pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,5% pada 2025 menjadi 3,0% hingga akhir 2026.

Meskipun demikian, ekonomi Indonesia diperkirakan mampu tumbuh kuat di kisaran 5,2% pada 2026.

“Perekonomian Indonesia masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah berbagai tantangan global. Aktivitas investasi tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, sementara peluang dari hilirisasi industri, ekonomi digital, dan pengembangan data center berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Irman, Selasa (8/9/2026).

Sektor Penggerak dan Risko Eksternal yang Perlu Diwaspadai

Pertumbuhan domestik yang solid didorong oleh tingginya aliran Penanaman Modal Pengasing (FDI), khususnya di sektor hilirisasi, industri logam dasar, serta pengembangan pusat data (data center). Selain itu, belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat yang stabil turut memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Namun, Indonesia tetap harus mewaspadai sejulah risiko eksternal. Pelebaran defisit transaksi berjalan berpotensi terjadi akibat tingginya nilai impor energi dan melambatnya kinerja perekonomian di sejumlah negara mitra dagang utama. Di saat yang sama, volatilitas pasar keuangan global dan dinamika kebijakan moneter negara maju berisiko memicu ketidakpastian aliran modal (capital flow) serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Strategi Bank Indonesia Memperkuat Pasar Valas

Menghadapi risiko dinamika global tersebut, Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan instrumen kebijakan untuk memperdalam pasar keuangan domestik, khususnya di pasar valuta asing (valas), guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan meningkatkan likuiditas pasar.

Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Yansen Lokanata, menyampaikan bahwa BI telah menerapkan berbagai langkah strategis. Inisiatif tersebut mencakup pengembangan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction / LCT), penyempurnaan regulasi pasar valas, hingga penerapan Ketentuan Transaksi Pasar Valas Transaksi Lindung Nilai melalui Bank Mitra (VASTRA).

Kebijakan VASTRA dirancang secara khusus untuk memperluas akses investor global terhadap instrumen lindung nilai (hedging) Rupiah di pasar domestik, meningkatkan efisiensi, serta memperbaiki transparansi transaksi secara berkelanjutan.

“Pendalaman pasar valuta asing merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan yang terus disempurnakan Bank Indonesia bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pasar, memperluas akses investor, serta mendorong terciptanya pasar keuangan yang lebih inklusif dan berdaya tahan dalam menghadapi dinamika global,” jelas Yansen.

Sinergi antara stabilitas makroekonomi, iklim investasi yang kondusif, dan pendalaman pasar keuangan diharapkan mampu menjadi benteng utama Indonesia dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. (*AMBS)



Tags: Bank DanamonBank Indonesiadata centerEkonomi Indonesia 2026HilirisasiinvestasiIrman FaizPasar Valaspertumbuhan ekonomiRupiahVASTRAYansen Lokanata
Previous Post

Dorong Pelestarian Pesisir Karawang, CarbonEthics Resmikan Rumah Karbon Biru di Tanjungpakis

Next Post

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$77,9 Miliar pada 2026

Related Posts

Pembiayaan Otomotif Bank Danamon 2026
Industry

Melawan Kontraksi Pasar Otomotif, Pembiayaan Otomotif Danamon Melonjak Lebih dari 40%

8 September 2026
0
Konglomerasi Keuangan DBS
Industry

Bank DBS Indonesia Akuisisi 99% Saham DBS Vickers Sekuritas, Resmi Bentuk Konglomerasi Keuangan

2 September 2026
0
September Effect: Mitos atau Pola Nyata di Pasar Saham dan Kripto?
Industry

September Effect: Mitos atau Pola Nyata di Pasar Saham dan Kripto?

2 September 2026
0
Load More
Next Post
Transaksi Content Commerce Asia Tenggara 2026

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$77,9 Miliar pada 2026

Discussion about this post

Recent Updates

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara 2026

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$77,9 Miliar pada 2026

8 September 2026
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh 5,2% pada 2026

8 September 2026
Rumah Karbon Biru CarbonEthics Karawang

Dorong Pelestarian Pesisir Karawang, CarbonEthics Resmikan Rumah Karbon Biru di Tanjungpakis

8 September 2026
COSMAX Indonesia x Universitas Indonesia

Perkuat Riset Kosmetik, COSMAX Indonesia dan Farmasi UI Dirikan SPF Center

8 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Transaksi Content Commerce Asia Tenggara 2026

Transaksi Content Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$77,9 Miliar pada 2026

8 September 2026
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh 5,2% pada 2026

8 September 2026
Rumah Karbon Biru CarbonEthics Karawang

Dorong Pelestarian Pesisir Karawang, CarbonEthics Resmikan Rumah Karbon Biru di Tanjungpakis

8 September 2026
COSMAX Indonesia x Universitas Indonesia

Perkuat Riset Kosmetik, COSMAX Indonesia dan Farmasi UI Dirikan SPF Center

8 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version