Dukung Net Zero Emissions, Grab Targetkan Armada Kendaraan Listrik Naik 3 Kali Lipat di 2026

Kendaraan Listrik Grab

Dukung Net Zero Emissions, Grab Targetkan Armada Kendaraan Listrik Naik 3 Kali Lipat di 2026 (Foto: Istimewa)

youngster.id - Grab Indonesia meluncurkan gerakan “Langkah Hijau Grab untuk Indonesia” yang dibarengi dengan kampanye #KitaBijakBBM. Melalui inisiatif ini, Grab berkomitmen untuk memperluas armada kendaraan listrik (EV) miliknya hingga lebih dari tiga kali lipat sepanjang tahun 2026 guna mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) pemerintah pada 2060.

Hingga Mei 2026, jumlah armada EV Grab yang beroperasi telah melampaui 28.000 unit, atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Dengan target ekspansi terbaru, jumlah armada EV Grab diproyeksikan akan menyentuh angka sekitar 42.000 unit pada akhir tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir langsung dalam peluncuran tersebut. Ia mengapresiasi langkah konkret Grab beserta para mitra pengemudinya dalam mempercepat transisi ke energi ramah lingkungan.

“Selain berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, adopsi kendaraan listrik juga dapat mendukung perbaikan kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar AHY, dikutip Selasa (30/6/2026).

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa perusahaan akan terus mempercepat investasi untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik, baik untuk segmen roda dua maupun roda empat.

Menurut Neneng, ekspansi agresif ini akan bertumpu pada empat pilar utama: Penguatan investasi pada segmen armada roda dua dan roda empat baru, Kemitraan strategis dengan produsen kendaraan listrik (Original Equipment Manufacturer/OEM), Pengembangan infrastruktur pengisian daya (charging station), dan Program akselerasi dan insentif adopsi EV bagi para mitra pengemudi.

Tiga Kebiasaan Baru Melalui Kampanye #KitaBijakBBM

Tidak hanya berfokus pada penambahan armada, Grab juga mengajak masyarakat luas untuk berkontribusi langsung dalam efisiensi energi melalui gerakan ‘Lebih BIJAK, Hemat BBM Bersama Grab’. Kampanye ini mengandalkan tiga pilar kebiasaan sehari-hari di dalam ekosistem aplikasi Grab:

Pertama, Smart Mobility (Mobilitas Cerdas). Pengguna didorong memanfaatkan layanan GrabCar Electric dan GrabBike Electric. Selain itu, Grab memperkenalkan fitur Group Ride dalam ajang GrabX 2026 yang memungkinkan beberapa pengguna berbagi perjalanan dari titik berangkat berbeda menuju tujuan yang sama untuk menekan konsumsi BBM per penumpang. Layanan GrabCar Hemat juga dioptimalkan melalui pencocokan rute yang lebih efisien.

Kedua, Efficient Cravings (Pesan Makan Hemat). Melalui fitur GrabFood Group Order, pengguna bisa menggabungkan beberapa pesanan kantor atau keluarga dalam satu kali pengantaran untuk mengurangi jumlah trip kurir. Fitur GrabFood Hemat dan GrabFood Nearby Delivery juga memprioritaskan optimasi rute dari mitra merchant terdekat.

Ketiga, Mindful Deliveries (Kirim Barang Bijak). Layanan GrabMart Nearby dan GrabExpress Instant Hemat kini dilengkapi dengan label khusus “Pilihan Hemat BBM” di aplikasi. Fitur ini memprioritaskan toko dan rute terdekat agar proses pengiriman barang menjadi lebih efisien dari sisi waktu, biaya operasional, serta konsumsi energi.

“Grab percaya bahwa keberlanjutan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutur Neneng.

Tantangan Emisi Transportasi dan Kesiapan Infrastruktur

Urgensi transisi ke kendaraan listrik ini diperkuat oleh data terbaru dari Indef dan Paramadina Public Policy Institute, yang mencatat bahwa sektor transportasi darat menyumbang hingga 22% dari total emisi di sektor energi nasional.

Untuk mendukung lonjakan populasi EV di jalanan, AHY memastikan pemerintah akan terus menggenjot ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Saat ini, jumlah SPKLU di Indonesia telah mencapai 4.892 unit yang tersebar di 3.136 titik di berbagai wilayah.

“Oleh karenanya, pemerintah terus mendorong jumlah dan sebaran SPKLU untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik,” pungkas AHY.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version