youngster.id - Fitur berbasis kecerdasan buatan milik Grab Indonesia, Asisten AI GrabMerchant, kini telah menjadi alat yang krusial bagi para mitra usaha. Hanya dalam waktu lima bulan beroperasi, asisten digital ini dilaporkan telah memproses lebih dari 1,08 juta pesan. Pencapaian ini sekaligus menegaskan kian tingginya ketergantungan para pelaku usaha di Indonesia terhadap solusi digital untuk menyederhanakan operasional bisnis dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan.
Menurut laporan Tech in Asia, sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2025 sebagai chatbot terintegrasi di dalam aplikasi GrabMerchant, fitur ini dirancang khusus untuk mendukung para mitra. Fitur ini mampu menjawab berbagai pertanyaan seputar bisnis, memberikan saran yang dipersonalisasi untuk meningkatkan penjualan, hingga membantu membuat kampanye iklan serta memperbarui daftar menu.
“Pendekatan multifungsi ini disambut positif oleh pengguna, yang memicu tingkat adopsi yang sangat mengesankan,” katanya, dikutip Sabtu (4/7/2026).
Memasuki bulan Mei 2026, tercatat sebanyak 59,2% mitra baru GrabFood di Indonesia yang bergabung sepanjang tahun ini telah aktif memanfaatkan Asisten AI tersebut. Pemanfaatan yang luas ini menggambarkan kemudahan akses dan nilai guna dari platform tersebut, terutama bagi para pelaku usaha berskala kecil (long-tail merchants) yang sering kali menghadapi tantangan dalam hal pemasaran dan efisiensi operasional.
Selain membantu operasional harian, Grab juga mencatat adanya peningkatan efisiensi iklan sebesar 11% di antara para mitra usaha yang menggunakan Asisten AI tersebut. Meskipun pihak Grab tidak merinci metode pengukuran yang digunakan secara detail, data ini mengindikasikan bahwa fitur tersebut tidak hanya memberikan dukungan operasional, tetapi juga berkontribusi pada strategi pemasaran yang lebih efektif, yang berpotensi mendorong peningkatan omzet harian para mitra.
Metrik kepuasan pengguna terhadap fitur asisten pintar ini tergolong sangat tinggi. Grab melaporkan tingkat kepuasan secara keseluruhan mencapai 96,1%. Sementara itu, statistik penggunaan berulang (repeat usage) menunjukkan bahwa 89,9% pelaku usaha skala kecil (long-tail) dan 97,2% pelaku usaha skala menengah (mid-market) aktif berinteraksi dengan fitur ini hingga berkali-kali. Angka-angka ini menggarisbawahi efektivitas Asisten AI dalam memenuhi beragam kebutuhan mitra usaha di berbagai skala bisnis yang berbeda.
Integrasi teknologi kecerdasan buatan ke dalam layanan mitra usaha ini merefleksikan tren yang lebih luas di sektor ekonomi digital Asia Tenggara, di mana teknologi semakin dioptimalkan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah strategis Grab ini menjadi contoh nyata bagaimana perangkat berbasis AI dapat mendorong pertumbuhan bisnis dan membangun ketahanan operasional di tengah pasar yang kompetitif.
Ke depannya, inovasi berkelanjutan pada teknologi asisten AI ini diharapkan dapat mentransformasi pengalaman para mitra usaha secara lebih mendalam. Kehadiran data yang dipersonalisasi serta dukungan berbasis analisis data akan membantu para pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar. Seiring dengan akselerasi adopsi digital, alat seperti Asisten AI GrabMerchant diprediksi akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan industri perdagangan di Indonesia dan kawasan regional lainnya. (*AMBS)
