400 Ribu Merchant Manfaatkan Fitur Teknologi AI Grab Untuk Perluas Usaha

Fitur Teknologi AI Grab

Pelaku UMKM perempuan memanfaatkan fitur teknologi fitur GrabMerchant AI Assitant untuk keputusan bisnis. (Foto: istimewa/grab)

youngster.id - Teknologi telah menjadi kunci membuka peluang baru bagi pelaku usaha. Untuk itu, Grab mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan pada fitur GrabMerchant AI Assitant. Fitur ini dapat membantu pelaku usaha kecil untuk perluas usaha.

Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia Melinda Savitri mengatakan, pemanfaatan AI memungkinkan merchant mengolah data menjadi insight yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis secara lebih tepat.

“Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Grab dalam memperluas pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil, khususnya di sektor kuliner,” katanya dikutip Rabu (1/4/2026).

Grab mencatat bahwa lebih dari 400.000 merchant di Indonesia telah memanfaatkan GrabMerchant AI Assistant dalam operasional mereka.

“Hal ini menunjukkan meningkatnya adopsi teknologi AI di kalangan pelaku UMKM, terutama dalam pengelolaan bisnis berbasis digital. Penggunaan AI pada platform merchant menjadi bagian dari transformasi digital yang lebih luas,” ucap Melinda.

Menurut dia, teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat otomatisasi, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan yang membantu pelaku usaha memahami perilaku konsumen dan mengoptimalkan strategi bisnis.

Contoh implementasi fitur GrabMerchant AI Assitant terlihat pada perjalanan pelaku UMKM perempuan, Efa Fauziah, pemilik usaha Mie Aceh 769 Pijay. Efa memulai usaha pada 2019 setelah merantau dari Aceh ke Bogor. Usaha tersebut sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk relokasi dan gangguan operasional, sebelum akhirnya kembali dirintis dari nol pada akhir 2020 di Jakarta.

“Saya memanfaatkan fitur GrabMerchant AI Assistant untuk memahami performa bisnisnya, termasuk tren penjualan, menu yang diminati pelanggan, serta waktu yang tepat untuk menjalankan promosi,” ungkapnya.

Menurut Efa, fitur ini berfungsi sebagai asisten virtual yang memberikan rekomendasi berbasis data, sehingga pelaku usaha dapat mengambil keputusan tanpa harus melakukan analisis manual secara kompleks.

Manfaat yang sama juga didapat Rohani Sembiring pemilik usaha Risoles Mbak Any. Bisnis yang dimulai dari rumah kontrakan di Jakarta saat pandemi ini berkembang setelah memanfaatkan platform digital sebagai kanal penjualan utama.

Saat ini, usaha Risoles Mbak Any telah memiliki dua cabang dan melibatkan tenaga kerja tambahan untuk mendukung operasional. Menurut dia, peningkatan pesanan juga terlihat signifikan, terutama pada periode tertentu seperti Ramadan, dengan kontribusi utama berasal dari transaksi online.

“Saya menggunakan GrabMerchant AI Assistant untuk mendapatkan insight terkait performa bisnis. Fitur ini membantu mengidentifikasi menu yang potensial untuk dipromosikan serta memberikan rekomendasi strategi pemasaran sesuai kondisi usaha,” ujarnya.

Dengan pendekatan berbasis data, pelaku usaha dapat merespons perubahan permintaan pasar secara lebih cepat. Hal ini juga membuktikan, teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat otomatisasi, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan yang membantu pelaku usaha memahami perilaku konsumen dan mengoptimalkan strategi bisnis.

 

STEVY WIDIA

 

Exit mobile version