youngster.id - GoTo (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk) kembali menunjukkan ketahanan fundamental bisnisnya melalui pencapaian laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Di tengah dinamika industri dan penyesuaian regulasi batas komisi 8% pada layanan transportasi roda dua, pilar bisnis On-Demand Services (Gojek) dan Fintech (GoPay) terbukti menjadi motor penggerak utama yang menopang kinerja positif perusahaan sepanjang periode Januari–September 2026.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal ketiga (Q3 2026), Grup GoTo sukses membukukan laba bersih sebesar Rp441 miliar, berbalik arah dari posisi rugi bersih senilai Rp255 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan bersih GoTo tumbuh 17% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp5,6 triliun, sementara nilai transaksi bruto (GTV) inti melonjak 89% YoY mencapai Rp194 triliun.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kedisiplinan operasional, ketepatan alokasi modal, serta kontribusi solid dari lini bisnis inti yang terus bertumbuh secara sehat.
“Pada kuartal ketiga 2026, GoTo kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Berkat kinerja yang solid ini, kami juga menyampaikan kenaikan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun penuh 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun,” ujar Hans, dikutip Jum’at (30/10/2026).
Performa Solid Gojek dan Lonjakan Laba Finansial GoPay
Kinerja keuangan Grup GoTo sepanjang Q3 2026 ditopang oleh eksekusi strategi mass market serta efisiensi pada dua segmen utamanya. Pada segmen On-Demand Services (Gojek), total pesanan yang diselesaikan tumbuh 9% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Di dalam segmen ini, lini Delivery mencatatkan kenaikan EBITDA yang disesuaikan sebesar 20% YoY menjadi Rp227 miliar, sementara lini Mobility membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp159 miliar yang sempat terdampak penerapan komisi 8% GoRide senilai Rp150 miliar pada kuartal ini namun kini berangsur membaik menuju titik impas (break-even).
Sementara itu, kinerja gemilang juga dicatatkan oleh segmen Fintech (GoPay) dengan jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Transacting Users atau MTU) mencapai 30,4 juta atau tumbuh 26% YoY, serta lonjakan frekuensi transaksi sebesar 86% YoY menjadi 2,8 miliar.
Alhasil, EBITDA yang disesuaikan pada lini bisnis Fintech melambung hingga 304% YoY menjadi Rp550 miliar, didukung oleh pertumbuhan penyaluran pinjaman (loan book) sebesar 51% YoY menjadi Rp12 triliun melalui penerapan manajemen risiko kredit yang disiplin dan ketat.
Seiring dengan tren positif dari ekosistem Gojek dan GoPay tersebut, manajemen GoTo optimistis dapat terus memperluas penetrasi pasar sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan dan mitra pengemudi di Indonesia. (*AMBS)
