IBM dan Dicoding Luluskan 20.000 Peserta Pijak, Siapkan Talenta AI untuk Dunia Kerja

IBM dan Dicoding

IBM Indonesia dan Dicoding Rayakan Kelulusan Peserta Pijak 2026. (Foto: istimewa/ibm)

youngster.id - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong kebutuhan akan talenta digital yang memiliki keterampilan baru. Menjawab tantangan tersebut, IBM Indonesia dan Dicoding Indonesia menuntaskan program Pijak 2026 yang diikuti lebih dari 20.000 peserta sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi dunia kerja berbasis AI.

Program Pijak merupakan kolaborasi IBM Indonesia melalui IBM SkillsBuild dengan Dicoding Indonesia untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan AI. Selama program berlangsung, peserta mempelajari berbagai materi dasar, mulai dari Introduction to Artificial Intelligence, Generative AI, AI Ethics, hingga Career Management Essentials.

General Manager IBM ASEAN Catherine Lian mengatakan, perkembangan AI yang semakin pesat membuat kebutuhan akan talenta yang memahami teknologi tersebut semakin penting.

“Inovasi AI terus menghadirkan tantangan sekaligus menginspirasi berbagai organisasi lintas industri, sehingga kebutuhan akan talenta yang siap menghadapi era AI menjadi semakin penting,” ungkapnya dikutip Kamis (6/8/2026).

Dari lebih dari 20.000 peserta yang mengikuti pembelajaran melalui platform IBM SkillsBuild, lebih dari 600 peserta terbaik melanjutkan ke tahap pembelajaran berbasis proyek. Program intensif tersebut berlangsung lebih dari 900 jam dengan pendampingan langsung dari para praktisi industri.

“Seiring berkembangnya model AI open-source yang semakin canggih dan mudah diakses, masa depan akan ditentukan oleh mereka yang tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan agen AI, mengelolanya secara bertanggung jawab, serta membangun solusi AI generasi berikutnya,” kata Catherine lagi.

Sementara itu, Chief Executive Officer Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono mengatakan program Pijak tidak berhenti pada proses pembelajaran. Dicoding bersama IBM SkillsBuild juga akan membantu para lulusan memasuki dunia kerja melalui penyelenggaraan Pijak Career Fair yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

“Selain menghadirkan pengalaman pembelajaran terbaik, kami juga ingin memastikan para peserta yang telah menyelesaikan program memiliki peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja. Melalui Pijak Career Fair, kami ingin mempertemukan para lulusan dengan perusahaan yang membutuhkan talenta digital berkualitas,” katanya.

Sepanjang pelaksanaan program, peserta menghasilkan lebih dari 100 proyek akhir (capstone project) yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat maupun dunia industri. Salah satu proyek terbaik adalah Sigap AI, platform berbasis AI yang membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memantau ulasan pelanggan, menganalisis sentimen, mengidentifikasi persoalan utama, serta memberikan rekomendasi yang dapat langsung ditindaklanjuti.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Setiawan menilai, keterampilan AI yang diperoleh peserta dapat membantu menjawab berbagai tantangan di berbagai sektor industri.

“Melihat dampak positif program ini, saya mendorong IBM untuk melanjutkan Pijak hingga 2027, agar semakin banyak talenta Indonesia dapat berkontribusi terhadap transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Keberhasilan Pijak juga didukung lebih dari 1.200 institusi pendidikan di seluruh Indonesia yang mengikutsertakan anggota komunitas akademiknya dalam program tersebut. Kolaborasi antara industri, dunia pendidikan, dan pemerintah ini diharapkan semakin memperluas akses pengembangan keterampilan AI sekaligus memperkuat kesiapan talenta digital Indonesia menghadapi era kecerdasan buatan.

.

STEVY WIDIA

Exit mobile version