Laba ITSEC Asia Melonjak 1.407% di Q2 2026, Bisnis Keamanan Siber Makin Dilirik

ITSEC Asia

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Patrick Dannacher. (Foto: istimewa/itsec)

youngster.id - Kebutuhan terhadap keamanan siber terus meningkat seiring semakin luasnya penggunaan teknologi digital oleh perusahaan dan lembaga pemerintah. Kondisi ini ikut membuka peluang bagi perusahaan keamanan siber untuk memperluas bisnisnya.

Perusahaan keamanan siber PT ITSEC Asia Tbk, mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan pada kuartal kedua 2026. Berdasarkan laporan keuangan Januari–Juni 2026, pendapatan Q2 2026 mencapai Rp115,03 miliar, tumbuh 21% dibandingkan Rp95,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk Patrick Dannacher mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut.

“Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut. Pendapatan meningkat 21% secara tahunan, sementara kami mencatat peningkatan yang kuat pada laba usaha dan laba sebelum pajak,” ungkapnya dikutip Selasa (1/9/2026).

Yang paling mencolok adalah peningkatan laba sebelum pajak yang mencapai Rp22,69 miliar, atau melonjak 1.407% dari Rp1,51 miliar pada Q2 2025. Margin laba sebelum pajak pun meningkat dari 1,6% menjadi 19,7%.

Laba usaha juga naik signifikan menjadi Rp23,01 miliar, tumbuh 1.171% dibandingkan Rp1,81 miliar pada kuartal kedua tahun sebelumnya. Sementara laba bruto mencapai Rp52,09 miliar, meningkat 12% dari Rp46,52 miliar.

Memasuki paruh kedua 2026, ITSEC Asia melihat peluang pertumbuhan dari segmen korporasi, BUMN, dan pemerintah. Pada Juli 2026, perusahaan menandatangani nota kesepahaman dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI untuk pengembangan solusi keamanan siber, kapabilitas Security Operations Center (SOC), pengembangan talenta, serta perluasan bisnis ke BUMN dan pemerintah daerah.

ITSEC Asia juga menjalin kerja sama dengan PT Len Industri (Persero) dan perusahaan induk DEFEND ID untuk menyediakan kapabilitas keamanan siber dalam mendukung kebutuhan C4ISR/C5ISR.

Kebutuhan tenaga profesional juga menjadi perhatian. Melalui ITSEC Cyber & AI Academy, perusahaan mengembangkan talenta di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan seiring meningkatnya kebutuhan organisasi terhadap tenaga dengan kemampuan teknis di kedua bidang tersebut.

Meski kinerja kuartal kedua menunjukkan pertumbuhan kuat, secara kumulatif pendapatan ITSEC Asia pada Semester I 2026 tercatat Rp201,2 miliar, turun dari Rp230,4 miliar pada Semester I 2025. Laba bersih juga mencapai Rp34,3 miliar, dibandingkan Rp36,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan memperkirakan realisasi proyek akan lebih banyak terjadi pada Semester II 2026. Karena itu, fokus perusahaan saat ini adalah memastikan proyek dapat dieksekusi dengan baik sekaligus menjaga peningkatan margin.

Di sisi pasar modal, saham CYBR juga masuk ke dalam IDX SMC Liquid Index (IDXSMC-LIQ) pada evaluasi indeks 5 Agustus 2026. Masuknya saham tersebut mencerminkan peningkatan likuiditas perdagangan sekaligus memperluas visibilitas perusahaan di kalangan investor institusi.

“Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat,” tutup Patrick.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version