youngster.id - Adopsi kecerdasan buatan (AI) dan semakin terhubungnya aktivitas bisnis secara digital turut meningkatkan kebutuhan perusahaan terhadap sistem keamanan siber. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan penyedia solusi keamanan digital untuk memperluas pasar sekaligus mengembangkan teknologi baru.
Peluang tersebut menjadi salah satu prospek yang dilihat PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia). Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham CYBR ini membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 39% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp92,8 miliar pada kuartal III 2026.
Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher optimis terhadap prospek bisnis perusahaan seiring meningkatnya adopsi AI dan keterhubungan digital di dunia usaha.
“Kami optimistis terhadap peluang yang ada di depan. Kebutuhan akan kapabilitas keamanan siber yang lebih kuat akan terus meningkat seiring semakin luasnya adopsi AI dan keterhubungan digital dalam dunia bisnis,” ujar Patrick, dikutip Selasa (3/11/2026).
Ia menambahkan, ITSEC Asia melihat potensi besar untuk terus mengembangkan teknologi, memperkuat kehadiran di pasar serta memberikan nilai lebih bagi pelanggan dan pemegang saham. Fokus perusahaan adalah menerjemahkan peluang tersebut menjadi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja keuangan perusahaan pada kuartal III 2026. Selain pendapatan yang tumbuh 39%, ITSEC Asia juga mencatatkan peningkatan laba kotor sebesar 57%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Margin laba kotor perusahaan meningkat 3,4 poin persentase menjadi 29,9%. Sementara itu, rugi usaha berhasil ditekan dari Rp30,4 miliar pada kuartal III 2025 menjadi Rp15,7 miliar pada periode yang sama tahun ini.
“Kami menyambut positif pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi pada kuartal ini. Kami terus berupaya memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengembangkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Masih ada pekerjaan yang perlu kami tuntaskan, tetapi kami melihat perkembangan pada kuartal ini sebagai momentum yang baik untuk memasuki bulan-bulan terakhir tahun ini dengan posisi yang lebih kuat,” ungkap Patrick.
Perusahaan juga mencatatkan perbaikan pada rugi sebelum pajak yang turun sekitar 50%, sedangkan rugi bersih kuartalan berkurang 53% secara tahunan. Pendapatan lain-lain turut berbalik positif menjadi Rp1,9 miliar, dibandingkan beban sebesar Rp2,7 miliar pada kuartal III 2025.
Untuk periode sembilan bulan pertama 2026, ITSEC Asia membukukan laba bersih sebesar Rp22,6 miliar, meningkat 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, capaian tersebut turut dipengaruhi manfaat pajak yang signifikan dari penyesuaian periode sebelumnya. Oleh karena itu, angka laba bersih sembilan bulan tersebut perlu dilihat secara terpisah dari kinerja operasional perusahaan pada kuartal ketiga.
Perkuat Investasi AI dan Keamanan Siber
Selain menjaga pertumbuhan bisnis, ITSEC Asia terus memperkuat pengembangan portofolio solusi AI dan keamanan siber. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan organisasi yang semakin kompleks dalam menghadapi risiko digital. Berbagai inisiatif perusahaan diarahkan untuk mengembangkan solusi, platform teknologi dan kapabilitas talenta yang mampu menjawab kebutuhan organisasi di berbagai industri di kawasan Asia Pasifik.
Seiring semakin banyak organisasi mengadopsi AI dalam aktivitas bisnis, kebutuhan terhadap sistem keamanan digital juga diperkirakan semakin meningkat. Hal ini menjadi peluang bagi ITSEC Asia untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam industri keamanan siber.
Pada Juli 2026, ITSEC Asia meluncurkan Bronyx AI, platform pengujian penetrasi otomatis berbantuan AI yang dirancang untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan mengevaluasi kerentanan keamanan. Kehadiran platform ini memperluas kapabilitas ITSEC Asia dalam solusi keamanan siber berbasis AI serta mendukung organisasi dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.
Memasuki kuartal terakhir 2026, ITSEC Asia akan berfokus menjaga momentum pertumbuhan, meningkatkan kualitas eksekusi operasional, serta memperluas peluang pasar melalui pengembangan solusi AI dan keamanan siber.
Perusahaan juga akan terus mengembangkan platform teknologi dan kapabilitas talenta untuk mendukung kebutuhan organisasi yang semakin kompleks seiring meningkatnya adopsi AI dan keterhubungan digital.
Patrick Dannacher menilai kebutuhan terhadap kapabilitas keamanan siber akan terus meningkat seiring perkembangan tersebut. ITSEC Asia pun melihat peluang untuk mengembangkan teknologi dan memperkuat kehadirannya di pasar guna menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.
“Kami melihat potensi besar untuk terus mengembangkan teknologi, memperkuat kehadiran di pasar serta memberikan nilai lebih bagi pelanggan dan pemegang saham. Fokus kami adalah menerjemahkan peluang tersebut menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi ITSEC Asia,” pungkas Patrick.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post